Perkembangan Politik dan Ekonomi Masa Orde Baru | KD. 3.4 Sejarah Indonesia Kelas XII

 
www.banten.go.id

Akhir Masa Demokrasi Terpimpin

Berakhir Demokrasi Terpimpin berarti juga berakhirnya kekuasaan presiden Seokarno digantikan dengan Orde Baru dibawah kepemimpinan presiden Soeharto.

Pergantian Peralihan kepemimpinan dari Soekarno kepada Soeharto, tidak terjadi begitu saja melalui proses yang mulus. Pada kurun waktu tahun 1965-1967 merupakan tahun-tahun yang penuh intrik dan ketegangan politik. Peristiwa dini hari tanggal 1 Oktober 1965 dapat dilukiskan sebagai percobaan kudeta yang gagal dari golongan kontra revolusioner yang menamakan dirinya Gerakan 30 September.

Tindakan-tindakan yang diambil oleh Jenderal Soeharto sejak Peristiwa 30 September 1965 sampai diangkat sebagai pejabat presiden pada tahun 1967, merupakan kudeta merangkak (creeping coup). Proses kudetanya tidak langsung menghantam, melainkan secara perlahan. Bahkan setelah kekuasaan beralih, Soekarno masih berstatus sebagai presiden. Inilah dualisme kepemimpinan yang terjadi dalam kurun waktu peralihan kekuasaan Soekarno kepada Soeharto.

Peristiwa 30 September 1965 menjadi titik awal bagi keruntuhan Soekarno dari panggung politik Indonesia. Peristiwa ini masih menyimpan misteri tentang pelaku dan pihak sebenarnya yang harus bertanggung jawab, namun titik awal inilah yang kemudian menghasilkan berbagai persepsi dan hasil studi menyangkut jatuhnya Presiden Soekarno sepanjang periode 1965-1967. Turunnya Soekarno dari kursi kepresidenan melahirkan suatu pemerintahan baru yang memiliki semangat untuk menegakkan Pancasila dan melaksanakan UUD 1945 secara murni dan konsekuen. Tekad inilah yang disebut sebagai Orde Baru dan melahirkan kepemimpinan baru yaitu Soeharto.

Tafsir atau peristiwa yang menjadi titik awal dimulainya peralihan kekuasaan Soekarno kepada Soeharto, sebagaimana yang telah disebarluaskan kepada masyarakat selama 32 tahun rezim Orde Baru berkuasa, cenderung merupakan penilaian tunggal dan bersifat indoktriner. Di samping itu, cukup banyak bahan sejarah dan saksi peristiwa tersebut yang akhirnya melahirkan pendapat yang beraneka ragam. Secara khusus mengenai pergantian kekuasaan negara dari Soekarno kepada Soeharto, telah memunculkan dugaan adanya kudeta yang dilakukan Soeharto terhadap Soekarno.

Terlihat jelas ketika pasca penyerahan Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar/SP 11 Maret) 1966, benar-benar dimanfaatkan oleh Soeharto sebagai pengemban surat sakti, dengan mengambil kebijakan dan keputusan politik, seperti pembubaran Partai Komunis Indonesia (PKI) dan ormas-ormasnya. Padahal dictum dari Supersemar sendiri lebih menekankan pada penyerahan kekuasaan militer (dalam artian pengamanan jalannya pemerintahan) dan bukan sebagai penyerahan kekuasaan politik. Supersemar bukanlah transfer of authority (pengalihan kekuasaan) dari presiden Soekarno kepada Soeharto. Hal-hal inilah yang mengindikasikan adanya kudeta perlahan dalam proses peralihan kekuasaan dari Soekarno kepada Soeharto.

Klimaks dari segela permasalah berujung pada sidang Istimewa MPRS. Pada tanggal 23 Februari 1967, Seokarno secara resmi menyerahkan kekuasaan pemerintah kepada pengemban Supersemar. Sehubungan dengan hal tersebut, maka pada sidang MPRS tanggal 7-12 Maret 1967 memutuskan:

Pidato Nawaksara berserta pelengkapnya tidak memenuhi harapan rakyat dikarenakan tidak secara jelas mengenai pemberontakan Gerakan 30 September. Presiden telah menyerahkan kekuasaaan kepada pengemban Supersemar. Presiden telah melakukan kebijakan yang secara tidak langsung menguntungkan bagi Gerakan 30 September

Pada 12 Maret 1967, Seoharto akhirnya diambil sumpah dan dilantik sebagai presiden Republik Indonesia yang ke-2 berdesarkan ketetapan MPRS No. XXXIII/MPRS/1967.


Kehidupan Politik pada Masa Orde Baru 

Orde baru yang dipimpin oleh Soeharto selama 32 tahun. Dalam masa 32 tahun dalam kepemimpinannya, banyak kebijakan yang berpengaruh cukup besar pada proses berjalannya Negara Indonesia. Mulai dari kebijakan politik ataupun kebijakan ekonomi. Kebijakan politik yang digunakan terbagi menjadi dua, yakni kebijakan politik dalam negeri dan luar negeri. Masing-masing dari kebijakan dikeluarkan berdasar kebutuhan Negara. Jadi, kebijakan yang dikeluarkan ialah yang memberi manfaat serta memajukan kepentingan rakyat banyak.

1. Kebijakan politik dalam negeri

Kebijakan dalam Negeri, dapat kita lihat sebagai berikut :

1. Pelaksanaan pemilu 1971

Pemilu yang telah diatur dengan SI MPR 1967 yang menetapkan pemilu akan diselenggarakan pada tahun 1971 ini, berbeda halnya dengan pemilu tahun 1955 pada orde revolusi atau orde lama. Dalam pemilu ini, para pejabat pemerintah hanya berpihak pada salah satu peserta Pemilu yakni Golkar. Jadi, Golkar lah yang selalu memenangkan pemilu di tahun berikutnya yaitu tahun 1977, 1982, 1987, 1992, sampai 1997.

2. Penyederhanaan Partai Politik

Penyederhanaan partai politik terdiri dari dua partai serta satu golongan karya yaitu:

1.) Partai Persatuan Pembangunan/PPP koalisi dari partai Nahdlatul Ulama, Perti, PSII dan Parmusi.

2.) Partai Demokrasi Indonesia koalisi dari partai Nasional Indonesia, partai Murba, partai Katolik, IPKI dan Parkindo.

3.) Golongan Karya atau Golkar.

3. Dwifungsi ABRI

Dwifungsi ABRI merupakan peran ganda ABRI sebagai kekuatan pertahanan keamanan dan kekuatan sosial politik. Peran sebagai kekuatan sosial politik ABRI ditugaskan untuk mampu berperan aktif dalam pembangunan nasional. ABRI juga mempunyai wakil dalam MPR yang diketahui sebagai Fraksi ABRI, sehingga posisinya pada masa Orde Baru sangat dominan.

4. Pedoman penghayatan dan pengamalan Pancasila (P-4)

Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P-4) atau Ekaprasetia Pancakarsa, mempunyai tujuan untuk memberi pemahaman pada semua lapisan masyarakat tentang Pancasila. Seluruh organisasi tidak diperkenankan memakai ideologi selain Pancasila, bahkan dilaksanakan penataran P4 bagi para pegawai negeri sipil.


2. Kebijakan politik luar negeri Indonesia 

Kebijakan politik luar Negeri, dapat kita lihat sebagai berikut:

1. Indonesia menjadi anggota PBB kembali

Sewaktu Indonesia keluar dari PBB tanggal 7 Agustus 1965, Indonesia terkucilkan dari pergaulan internasional dan menyusahkan Indonesia dalam ekonomi maupun politik dunia. Kondisi ini lalu mendorong Indonesia kembali lagi menjadi anggota PBB menurut hasil sidang DPRGR. Jadi, pada tanggal 28 September 1966, Indonesia resmi aktif kembali menjadi bagian anggota PBB.

2. Pemulihan hubungan diplomatik antara Malaysia dengan Singapura serta pemutusan hubungan dengan Tiongkok

Ketika tahun 1965, terjadi pertikaian antara Indonesia dengan Malaysia dan Singapura. Untuk memulihkan dan memperbaiki hubungan diplomatik, diadakan penandatanganan perjanjian antara Indonesia yang diwakili oleh Adam Malik dan Malaysia yang diwakili oleh Tun Abdul Razak pada tanggal 11 Agustus 1966 di Jakarta. Pemulihan hubungan diplomatik dengan Singapura lewat pengakuan kemerdekaan Singapura pada tanggal 2 Juni 1966.

3. Memperkuat kerja sama regional serta Internasional

Indonesia mulai menguatkan kerjasama regional dan internasional dengan menggunakan beberapa upaya, yaitu:

Turut andil dalam pembentukan ASEAN. Indonesia sebagai salah satu pendiri ASEAN.

Mengirim kontingen Garuda dalam rangka misi perdamaian.

Ikut berperan dalam Organisasi Konferensi Islam/OKI.

Materi perkembangan kehidupan politik dan ekonomi pada masa orde baru memang identik dengan presiden kedua Indonesia yaitu Soeharto. Selain kebijakan politik, kebijakan ekonomi pada masa orde baru diprakarsai oleh Soeharto. Untuk mengetahui perkembangan kehidupan ekonomi pada masa orde baru, simak penjelasan di bawah ini.


Perkembangan Kehidupan Ekonomi pada Masa Orde Baru

Pemerintahan orde baru mempunyai slogan yang mengungkapkan fokus utama mereka dalam memperlakukan kebijakan ekonomi, yakni Trilogi Pembangunan.

Pertumbuhan ekonomi yang lumayan tinggi.

Penyeimbangan pembangunan beserta hasilnya yang mengarahkan pada terwujudnya keadilan sosial untuk seluruh rakyat.

Stabilitas Nasional yang sehat serta dinamis.

Bukan tanpa dasar atau landasan, Trilogi Pembangunan diciptakan karena Indonesia mengalami inflasi yang sangat tinggi pada awal tahun 1966, kurang lebihnya sejumlah 650% setahun. Beberapa kebijakan ekonomi yang diterapkan pada masa orde baru ialah:


1. Rencana pembangunan 5 lima tahun/Repelita

Pada April 1969, pemerintah merancang Rencana Pembangunan Lima Tahun (Repelita) dengan tujuan untuk meningkatkan sarana dalam ekonomi, kegiatan ekonomi dan kebutuhan sandang serta pangan. Sistem Repelita akan dievaluasi selama lima tahun sekali.

1. Repelita I pada tanggal 1 April 1969-31 Maret 1974

Sasaran utama yang akan diraih adalah pangan, sandang, papan, perluasan lapangan kerja dan kesejahteraan rohani. Pertumbuhan ekonomi berhasil naik sebesar 3 hingga 5,7%, sementara tingkat inflasi menurun menjadi 47,8%. Namun, kebijakan pada masa Repelita I dirasa hanya menguntungkan pihak investor Jepang serta golongan orang-orang kaya saja. Hal ini membangkitkan munculnya peristiwa Malapetaka Lima Belas Januari/ Malari.

2. Repelita II pada tanggal 1 April 1974 - 31 Maret 1979

Mengutamakan sektor pertanian dan industri yang mengolah bahan mentah menjadi bahan baku.

3. Repelita III pada tanggal 1 April 1979-31 Maret 1984

Repelita III menegaskan pada Trilogi Pembangunan dengan memusatkan pada asas pemerataan, yaitu:

Pemerataan akan pemenuhan kebutuhan pokok rakyat.

Pemerataan kesempatan mendapatkan pendidikan dan pelayanan.

Pemerataan pembagian penghasilan.

Pemerataan kesempatan bekerja.

Pemerataan kesempatan dalam berusaha.

Pemerataan kesempatan bergabung dalam pembangunan.

Pemerataan dalam penyebaran pembangunan.

Pemerataan dalam memperoleh keadilan.

4. Repelita IV pada tanggal 1 April 1984 - 31 Maret 1989

Memusatkan pada sektor pertanian ke arah swasembada pangan dengan meningkatkan industri yang bisa menghasilkan mesin sendiri.

5. Repelita V pada tanggal 1 April 1989-31 Maret 1994

Memfokuskan pada sektor pertanian untuk meningkatkan swasembada pangan, meningkatkan produksi pertanian, menyerap tenaga kerja dan cakap menghasilkan mesin-mesin sendiri.

6. Repelita VI dimulai pada tahun 1994

Pembangunan berpusat pada pada sektor ekonomi, industri, pertanian dan peningkatan potensi sumber daya manusia.


2. Revolusi Hijau

Revolusi Hijau pada hakikatnya adalah suatu perubahan cara bercocok tanam dari sistem tradisional/peasant ke sistem modern /farmers. Guna meningkatkan produksi pertanian biasanya dilancarkan empat usaha pokok, yang terdiri dari :

1. Intensifikasi

Intensifikasi yakni penelitian, pengembangan, dan penerapan teknologi pertanian untuk mengoptimalkan lahan yang ada untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Perubahan ini dilangsungkan melewati program Panca Usaha Tani yang terdiri dari:

Pemilihan dan pemakaian bibit/varietas unggul.

Pemupukan yang pas.

Pengairan yang pas.

Pemberantasan hama dengan intensif .

Teknik/Cara penanaman yang baik.

2. Ekstensifikasi

Ekstensifikasi yakni perluasan lahan pertanian untuk mendapatkan hasil pertanian yang lebih maksimal.

3. Diversifikasi

Diversifikasi atau keanekaragaman usaha tani.

4. Rehabilitasi

Rehabilitasi yakni pemulihan daya produktivitas sumber daya pertanian yang telah kritis.


Nah sekarang kita sudah mengetahui gambaran perkembangan kehidupan politik dan ekonomi pada masa orde baru. Walaupun tidak mengalaminya, setidaknya kamu telah mengetahui beberapa hal penting yang telah terjadi pada masa orde baru. Nah, terjadinya era reformasi, itu sebab pengaruh dari kebijakan-kebijakan yang tadi telah disebutkan. Maka dari itu, mempelajari sejarah secara bertingkat menjadi sangat penting karena antara satu dengan yang lainnya saling berkesinambungan. Semoga artikel ini bermanfaat dan selamat belajar!


Silakan kerjakan pertanyaan dibawah ini pada kolom komentar : 

1. Apa dampak Surat Perintah 11 Maret 1966 bagi pemerintahan Soekarno ?

2. Bagaimana perkembangan kebijakan awal dalam negeri pemerintahan Orde Baru !

91 komentar untuk "Perkembangan Politik dan Ekonomi Masa Orde Baru | KD. 3.4 Sejarah Indonesia Kelas XII"

Comment Author Avatar
1.Hancurnya Komunisme, Pembubaran dan Pembersihan PKI,Pengalihan kekuasaan yang menimbulkan kekerasan terhadap masyarakat,kebijakan luar negeri Indonesia menjadi mendukung Negara-negara Barat seperti Amerika Serikat.
2.kebijakan awal dalam negeri pemerintahan orde baru terdapat pada bidang ekonomi,politik dan Sosial.
Salah satu isi dari kebijakan tersebut adalah
1. pembentukan kabinet pembangunan
2. pembubaran pki dan organisasi massanya
3. penyederhanaan partai politik
4. pemilu
5. dwifungsi abri
6. penentuan pendapat rakyat
Kebijakan baru ini membuat masyarakat awalnya sangat keberatan karena pada masanpemerintahan soekarno berbeda tetapi dengan berjalannya waktu masyarakat mulai melakukannya dan malah sekarang lebih mendukung negara negara Barat.
Comment Author Avatar
Nama: Chalista Azqia Luthfiani
Kelas : XII IPA 3
Jawab:

1. Dampak dari supersemar
-Dampak positif dari supersemar adalah
Memberantas anggota PKI dan keturunannya.
-Dampak negatif dari Supersemar yaitu kebijakan luar negeri Indonesia menjadi mendukung Negara-negara Barat seperti Amerika Serikat.

2. Perkembangan kebijakan awal dalam negeri :
1) Pelaksanaan pemilu 1971
2) Penyederhanaan Partai Politik
Penyederhanaan partai politik terdiri dari dua partai serta satu golongan karya yaitu:
-Partai Persatuan Pembangunan/PPP koalisi dari partai Nahdlatul Ulama, Perti, PSII dan Parmusi.
-Partai Demokrasi Indonesia koalisi dari partai Nasional Indonesia, partai Murba, partai Katolik, IPKI dan Parkindo.
-Golongan Karya atau Golkar.
3) Dwifungsi ABRI
Dwifungsi ABRI merupakan peran ganda ABRI sebagai kekuatan pertahanan keamanan dan kekuatan sosial politik.
4) Pedoman penghayatan dan pengamalan Pancasila (P-4)
(P-4) atau Ekaprasetia Pancakarsa, mempunyai tujuan untuk memberi pemahaman pada semua lapisan masyarakat tentang Pancasila.
Comment Author Avatar
Nama : Daris Tri Saputra
Kelas : XII IPA 2

1. Dampak Supersemar Bagi pemerintahan Soekarno:
•Dampak positif : bisa memberantas anggota PKI
•Dampak negatif : Indonesia menjadi lebih mendukung negara negara barat,seperti Amerika Serikat

2. Perkembangan kebijakan awal dalam negeri :
1. Pelaksanaan pemilu 1971
2. Penyederhanaan Partai Politik
Penyederhanaan partai politik terdiri dari dua partai serta satu golongan karya yaitu:
•Partai Persatuan Pembangunan/PPP koalisi dari partai Nahdlatul Ulama, Perti, PSII dan Parmusi.
•Partai Demokrasi Indonesia koalisi dari partai Nasional Indonesia, partai Murba, partai Katolik, IPKI dan Parkindo.
•Golongan Karya atau Golkar.
3. Dwifungsi ABRI
Dwifungsi ABRI merupakan peran ganda ABRI sebagai kekuatan pertahanan keamanan dan kekuatan sosial politik.
4. Pedoman penghayatan dan pengamalan Pancasila (P-4)
Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P-4) atau Ekaprasetia Pancakarsa, mempunyai tujuan untuk memberi pemahaman pada semua lapisan masyarakat tentang Pancasila. Seluruh organisasi tidak diperkenankan memakai ideologi selain Pancasila, bahkan dilaksanakan penataran P4 bagi para pegawai negeri sipil.
Comment Author Avatar
Nama : Neng Kinkin
Kelas: 12 IPA 4

1.- Dampak positif dari Supersemar yaitu pembubaran partai komunis Indonesia (PKI) dan ormas-ormasnya.
- Sedangkan dampak negatif nya yaitu Indonesia lebih mendukung negara-negara barat, serta pengalihan kekuasaan tersebut menimbulkan kekerasan terhadap masyarakat.
2. Perkembangan kebijakan awal pemerintahan orde baru meliputi kebijakan politik dan ekonomi.

Kebijakan politik dalam negeri yaitu:
- Pelaksanaan pemilu 1971.
Dalam pemilu ini, para pejabat pemerintah hanya berpihak pada salah satu peserta Pemilu yakni Golkar. Jadi, Golkar lah yang selalu memenangkan pemilu di tahun berikutnya yaitu tahun 1977, 1982, 1987, 1992, sampai 1997.
- Penyederhanaan partai politik.

Penyederhanaan partai politik terdiri dari dua partai serta satu golongan karya yaitu:

1.) Partai Persatuan Pembangunan/PPP koalisi dari partai Nahdlatul Ulama, Perti, PSII dan Parmusi.

2.) Partai Demokrasi Indonesia koalisi dari partai Nasional Indonesia, partai Murba, partai Katolik, IPKI dan Parkindo.

3.) Golongan Karya atau Golkar.

- Dwifungsi ABRI: Peran ganda ABRI sebagai kekuatan pertahanan keamanan dan kekuatan sosial politik.
- Pedoman penghayatan dan pengamalan Pancasila (P-4): Bertujuan untuk memberi pemahaman pada semua lapisan masyarakat tentang Pancasila.

Comment Author Avatar
Nama: Resna Pratiwi
Kelas:XII IPA 3

1.Dampak Supersemar bagi pemerintah Soekarno:
•Dampak positif:bisa memberantas anggota PKI
•Dampak negatif: Indonesia menjadi lebih mendukung negara barat, seperti Amerika serikat
2.Perkembangan kebijakan awal dalam negeri:
-pelaksanaan pemilu 1971
-penyerdehanaan partai politik
3.Dwifungsi ABRI
4.Pedoman penghayatan dan pengamalan Pancasila (P-4)
Comment Author Avatar
Nama: Yulianti Nurputri
Kelas:XII IPA 2

1.Dampak Supersemar bagi pemerintah Soekarno:
•Dampak positif:bisa memberantas anggota PKI
•Dampak negatif: Indonesia menjadi lebih mendukung negara barat, seperti Amerika serikat serta pengalihan kekuasaan
2.Perkembangan kebijakan awal dalam negeri:
-pelaksanaan pemilu 1971
-penyerdehanaan partai politik
3.Dwifungsi ABRI sbagai pertahanan dan keamanan dan kekuatan politik
4.Pedoman penghayatan dan pengamalan Pancasila (P-4) tujuannya untuk memberi pemahaman pada masyarakat tentang pancasila
Comment Author Avatar
Nama: Fatimah Kuprun Nada
Kelas : XII IPA 2
Jawab:

1. Dampak dari supersemar
-Dampak positif : Memberantas anggota PKI dan keturunannya.
-Dampak negatif: kebijakan luar negeri Indonesia menjadi mendukung Negara-negara Barat seperti Amerika Serikat.

2. Perkembangan kebijakan awal dalam negeri :
(1). Pelaksanaan pemilu 1971
(2). Penyederhanaan Partai Politik
Penyederhanaan partai politik terdiri dari dua partai serta satu golongan karya yaitu:
-Partai Persatuan Pembangunan/PPP koalisi dari partai Nahdlatul Ulama, Perti, PSII dan Parmusi.
-Partai Demokrasi Indonesia koalisi dari partai Nasional Indonesia, partai Murba, partai Katolik, IPKI dan Parkindo.
-Golongan Karya atau Golkar.
(3). Dwifungsi ABRI
Peran ganda ABRI sebagai kekuatan pertahanan keamanan dan kekuatan sosial politik.
(4). Pedoman penghayatan dan pengamalan Pancasila (P-4)
Bertujuan untuk memberi pemahaman pada semua lapisan masyarakat tentang Pancasila.
Comment Author Avatar
Nama : Tina Siti Sopiani
Kelas : XII IPA 3

1.Dampak Supersemar terhadap pemerintahan Soekarno:
-Dampak positif : memberantas anggota PKI dan keturunannya
-Dampak negatif : Indonesia lebih mendukung negara-negara barat,dan pengalihan kekuasaan tersebut menimbulkan kekerasan terhadap masyarakat

2.perkembangan kebijakan awal dalam negeri:
1.pelaksanaan pemilu 1971
2.penyederhanaan partai politik
Penyederhanaan partai politik terdiri dari dua partai serta satu golongan karya yaitu:
-Partai Persatuan Pembangunan/PPP koalisi dari partai Nahdlatul Ulama, Perti, PSII dan Parmusi.
-Partai Demokrasi Indonesia koalisi dari partai Nasional Indonesia, partai Murba, partai Katolik, IPKI dan Parkindo.
-Golongan Karya atau Golkar.
3.Dwifungsi ABRI
4.Pedoman penghayatan dan pengamalan Pancasila (P-4)
Comment Author Avatar
Nama : Dilla Noviyanti
Kelas : XII IPA 3
1). Dampak positif dari supersemar:
- Memberantas anggota PKI dan keturunannya.
Dampak negatif dari supersemar :
- Indonesia lebih mendukung Negara-negara Barat.

2). Perkembangan kebijakan awal dalam negeri
- Pelaksanaan pemilu 1971 diatur dengan SI MPR 1967 yang diselenggarakan pada tahun 1971.
- Parpol PPP, PDI dan Golkar.
- Dwifungsi ABRI merupakan suatu peran ganda kekuatan pertahanan keamanan sosial politik yang berperan aktif pembangunan nasional.
- Pedoman penghayatan dan pengamalan pancasila
Comment Author Avatar
Naufal Aryaputra
12 IPA 4
1. Dampak Supersemar Bagi pemerintahan Soekarno:
•Dampak positif : bisa memberantas anggota PKI
•Dampak negatif : Indonesia menjadi lebih mendukung negara negara barat,seperti Amerika Serikat

2. Perkembangan kebijakan awal dalam negeri :
1. Pelaksanaan pemilu 1971
2. Penyederhanaan Partai Politik
Penyederhanaan partai politik terdiri dari dua partai serta satu golongan karya yaitu:
•Partai Persatuan Pembangunan/PPP koalisi dari partai Nahdlatul Ulama, Perti, PSII dan Parmusi.
•Partai Demokrasi Indonesia koalisi dari partai Nasional Indonesia, partai Murba, partai Katolik, IPKI dan Parkindo.
•Golongan Karya atau Golkar.
3. Dwifungsi ABRI
Dwifungsi ABRI merupakan peran ganda ABRI sebagai kekuatan pertahanan keamanan dan kekuatan sosial politik.
4. Pedoman penghayatan dan pengamalan Pancasila (P-4)
Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P-4) atau Ekaprasetia Pancakarsa, mempunyai tujuan untuk memberi pemahaman pada semua lapisan masyarakat tentang Pancasila. Seluruh organisasi tidak diperkenankan memakai ideologi selain Pancasila, bahkan dilaksanakan penataran P4 bagi para pegawai negeri sipil.
Comment Author Avatar
Nama : Ria Zahra Andini
Kelas : 12 IPA 2
1.a Hancurnya Komunisme; Supersemar ini memberantas hampir semua anggota PKI. Sehingga para keturunan PKI tidak bisa mendapat hak-hak khusus seperti warga negara Indonesia pada umumnya. Hal ini terdapat di Tap MPRS Nomor 25 Tahun 1966.
b. Hilangnya Pengaruh Blok Timur; Paham ini terwujud di blok barat. Bung Karno sudah mencetuskan pemikiran nasionalis, agama dan komunisnya. PKI berhasil dibubarkan dan anteknya di musnahkan. Dengan begitu, tangan-tangan blok timur di Indonesia sudah hilang.
c. Pembubaran dan Pembersihan PKI; Peristiwa PKI yang terjadi pada 30 September 1965. Rakyat menuntut agar pemerintah menurunkan harga, membubarkan PKI dan membersihkan semua kabinet dari unsur-unsur PKI. Tiga tuntutan ini dikenal dengan Tritura.
d. Perpindahan Kekuasaan yang Mengejutkan; Menguatnya posisi Soeharto dan melemahnya posisi Bung Karno. Kemudian terjadilah dualisme kekuasaan. Bung Karno sebagai presiden dan Soeharto sebagai pengeksekusi semua tindakan pemerintah sesuai dengan pemikiran absolutnya sendiri.
e. Indonesia yang Condong ke Blok Barat; Hal ini dibuktikan dengan kebijakan luar negeri Indonesia yang mendukung Amerika Serikat dan normalisasi hubungan luar negeri dengan Malaysia.
f. Warisan Budaya Korupsi Kolusi Nepotisme (KKN) dimulai pada zaman orde baru. Meskipun orde baru sudah runtuh dihitung sejak mundurnya Soeharto.

2. Kebijakan Politik Dalam Negeri
a. Pelaksanaan pemilu 1971 diatur melalui SI MPR 1967 yang dilaksanakan pada tahun 1971 berbeda dengan pemilu pada tahun 1955 (orde revolusi atau orde lama).
b. Penyederhanaan partai politik menjadi dua partai dan satu golongan karya.
c. Dwifungsi ABRI adalah peran ganda ABRI sebagai kekuatan pertahanan keamanan dan sebagai kekuatan sosial politik.
d. Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P-4) atau Ekaprasetya Pancakarsa, bertujuan untuk memberi pemahaman kepada seluruh lapisan masyarakat mengenai Pancasila.
Comment Author Avatar
Nama : Pani Padilah
Kelas : 12 IPA 4


1.Dampak Supersemar bagi pemerintah Soekarno:
•Dampak positif:bisa memberantas anggota PKI
•Dampak negatif: Indonesia menjadi lebih mendukung negara barat, seperti Amerika serikat serta pengalihan kekuasaan
2.Perkembangan kebijakan awal dalam negeri:
-pelaksanaan pemilu 1971
-penyerdehanaan partai politik
3.Dwifungsi ABRI sbagai pertahanan dan keamanan dan kekuatan politik
4.Pedoman penghayatan dan pengamalan Pancasila (P-4) tujuannya untuk memberi pemahaman pada masyarakat tentang pancasila.
Comment Author Avatar
1. Dampak Supersemar Bagi pemerintahan Soekarno:
•Dampak positif : bisa memberantas anggota PKI
•Dampak negatif : Indonesia menjadi lebih mendukung negara negara barat,seperti Amerika Serikat

2. Perkembangan kebijakan awal dalam negeri :
1. Pelaksanaan pemilu 1971
2. Penyederhanaan Partai Politik
Penyederhanaan partai politik terdiri dari dua partai serta satu golongan karya yaitu:
•Partai Persatuan Pembangunan/PPP koalisi dari partai Nahdlatul Ulama, Perti, PSII dan Parmusi.
•Partai Demokrasi Indonesia koalisi dari partai Nasional Indonesia, partai Murba, partai Katolik, IPKI dan Parkindo.
•Golongan Karya atau Golkar.
3. Dwifungsi ABRI
Dwifungsi ABRI merupakan peran ganda ABRI sebagai kekuatan pertahanan keamanan dan kekuatan sosial politik.
4. Pedoman penghayatan dan pengamalan Pancasila (P-4)
Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P-4) atau Ekaprasetia Pancakarsa, mempunyai tujuan untuk memberi pemahaman pada semua lapisan masyarakat tentang Pancasila. Seluruh organisasi tidak diperkenankan memakai ideologi selain Pancasila, bahkan dilaksanakan penataran P4 bagi para pegawai negeri sipil.

Nama : Sherli
Kelas : XII- ipa 4
Comment Author Avatar
1. Dampak Supersemar Bagi pemerintahan Soekarno:
•Dampak positif : bisa memberantas anggota PKI
•Dampak negatif : Indonesia menjadi lebih mendukung negara negara barat,seperti Amerika Serikat

2. Perkembangan kebijakan awal dalam negeri :
1. Pelaksanaan pemilu 1971
2. Penyederhanaan Partai Politik
Penyederhanaan partai politik terdiri dari dua partai serta satu golongan karya yaitu:
•Partai Persatuan Pembangunan/PPP koalisi dari partai Nahdlatul Ulama, Perti, PSII dan Parmusi.
•Partai Demokrasi Indonesia koalisi dari partai Nasional Indonesia, partai Murba, partai Katolik, IPKI dan Parkindo.
•Golongan Karya atau Golkar.
3. Dwifungsi ABRI
Dwifungsi ABRI merupakan peran ganda ABRI sebagai kekuatan pertahanan keamanan dan kekuatan sosial politik.
4. Pedoman penghayatan dan pengamalan Pancasila (P-4)
Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P-4) atau Ekaprasetia Pancakarsa, mempunyai tujuan untuk memberi pemahaman pada semua lapisan masyarakat tentang Pancasila. Seluruh organisasi tidak diperkenankan memakai ideologi selain Pancasila, bahkan dilaksanakan penataran P4 bagi para pegawai negeri sipil.
Comment Author Avatar
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Comment Author Avatar
Nama : Ica salsabila
Kelas : XII IPA 1

1.Dampak dari Supersemar/SP 11 Maret 1966 sebagai pengemban surat sakti, dengan mengambil kebijakan dan keputusan politik, seperti pembubaran Partai Komunis Indonesia (PKI) dan ormas-ormasnya pada pemerintahan soekarno.

2.Perkembangan kebijakan awal dalam negeri:
-pelaksanaan pemilu 1971
-penyerdehanaan partai politik
-Dwifungsi ABRI
-Pedoman penghayatan dan pengamalan Pancasila (P-4)
Comment Author Avatar



Sri Herawati 12 IBB



1.Hancurnya Komunisme, Pembubaran dan Pembersihan PKI,Pengalihan kekuasaan yang menimbulkan kekerasan terhadap masyarakat,kebijakan luar negeri Indonesia menjadi mendukung Negara-negara Barat seperti Amerika Serikat.

2.kebijakan awal dalam negeri pemerintahan orde baru terdapat pada bidang ekonomi,politik dan Sosial.
Salah satu isi dari kebijakan tersebut adalah
1. pembentukan kabinet pembangunan
2. pembubaran pki dan organisasi massanya
3. penyederhanaan partai politik
4. pemilu
5. dwifungsi abri
6. penentuan pendapat rakyat
Kebijakan baru ini membuat masyarakat awalnya sangat keberatan karena pada masanpemerintahan soekarno berbeda tetapi dengan berjalannya waktu masyarakat mulai melakukannya dan malah sekarang lebih mendukung negara negara Barat.
Comment Author Avatar
Nama: Karina Yuliawanti
Kelas: XII IPA 3


1.Dampak Supersemar terhadap pemerintahan Soekarno:
-Dampak positif : memberantas anggota PKI dan keturunannya
-Dampak negatif : Indonesia lebih mendukung negara-negara barat,dan pengalihan kekuasaan tersebut menimbulkan kekerasan terhadap masyarakat

2.perkembangan kebijakan awal dalam negeri:
1.pelaksanaan pemilu 1971
2.penyederhanaan partai politik
Penyederhanaan partai politik terdiri dari dua partai serta satu golongan karya yaitu:
-Partai Persatuan Pembangunan/PPP koalisi dari partai Nahdlatul Ulama, Perti, PSII dan Parmusi.
-Partai Demokrasi Indonesia koalisi dari partai Nasional Indonesia, partai Murba, partai Katolik, IPKI dan Parkindo.
-Golongan Karya atau Golkar.
3.Dwifungsi ABRI
4.Pedoman penghayatan dan pengamalan Pancasila (P-4)
Comment Author Avatar
Aas Arisma XII IPA 4

1. Dampak Supersemar Bagi pemerintahan Soekarno:
•Dampak positif : bisa memberantas anggota PKI
•Dampak negatif : Indonesia menjadi lebih mendukung negara negara barat,seperti Amerika Serikat

2. Perkembangan kebijakan awal dalam negeri :
1. Pelaksanaan pemilu 1971
2. Penyederhanaan Partai Politik
Penyederhanaan partai politik terdiri dari dua partai serta satu golongan karya yaitu:
•Partai Persatuan Pembangunan/PPP koalisi dari partai Nahdlatul Ulama, Perti, PSII dan Parmusi.
•Partai Demokrasi Indonesia koalisi dari partai Nasional Indonesia, partai Murba, partai Katolik, IPKI dan Parkindo.
•Golongan Karya atau Golkar.
3. Dwifungsi ABRI
Dwifungsi ABRI merupakan peran ganda ABRI sebagai kekuatan pertahanan keamanan dan kekuatan sosial politik.
4. Pedoman penghayatan dan pengamalan Pancasila (P-4)
Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P-4) atau Ekaprasetia Pancakarsa, mempunyai tujuan untuk memberi pemahaman pada semua lapisan masyarakat tentang Pancasila. Seluruh organisasi tidak diperkenankan memakai ideologi selain Pancasila, bahkan dilaksanakan penataran P4 bagi para pegawai negeri sipil.
Comment Author Avatar
1) dampak positif : dapat memberantas PKI, indonesia kembali memjadi anggota PBB
Dampak negatif :politik luar negeri Indonesia lebih mendukung ke negara-negara barat

2.kebijakan awal dalam negeri pemerintahan Orde Baru :
1. Pelaksanaan pemilu 1971

Pemilu yang sudah diatur melalui SI MPR 1967 yang menetapkan pemilu akan dilaksanakan pada tahun 1971 ini, berbeda dengan pemilu pada tahun 1955 (orde revolusi atau orde lama). Pada pemilu ini para pejabat pemerintah hanya berpihak kepada salah satu peserta Pemilu yaitu Golkar. Dan kamu tahu? Golkar lah yang selalu memenangkan pemilu di tahun selanjutnya yaitu tahun 1977, 1982, 1987, 1992, hingga 1997.

2. Penyederhanaan partai politik

Penyederhanaan partai politik menjadi dua partai dan satu golongan karya yaitu:

penyederhanaan partai politik orde baru (1)

3. Dwifungsi ABRI

Dwifungsi ABRI adalah peran ganda ABRI sebagai kekuatan pertahanan keamanan dan sebagai kekuatan sosial politik. Sebagai kekuatan sosial politik ABRI diarahkan untuk mampu berperan secara aktif dalam pembangunan nasional. ABRI juga memiliki wakil dalam MPR yang dikenal sebagai Fraksi ABRI, sehingga kedudukannya pada masa Orde Baru sangat dominan.

4. Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P-4)

Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila atau P-4 atau Ekaprasetya Pancakarsa, bertujuan untuk memberi pemahaman kepada seluruh lapisan masyarakat mengenai Pancasila. Semua organisasi tidak boleh menggunakan ideologi selain Pancasila, bahkan dilakukan penataran P4 untuk para pegawai negeri sipil.
Comment Author Avatar
1. Dampak yang ditimbulkan adalah sebagai berikut :
- Perpindahan kekuasaan Soekarno menjadi Soeharto. Hal ini terjadi akibat peristiwa 30 September 1965 yang menjadi titik awal bagi keruntuhan Soekarno dari panggung politik Indonesia.
- Pembubaran Partai Komunis Indonesia (PKI) dan ormas-ormasnya. Hancurnya komunisme ini menjadi keuntungan / dampak positif bagi Indonesia , karena segala bentuk komunisme di Indonesia telah dibubarkan. Bahkan cukup banyak anggota PKI atau yang berhubungan dengan PKI diberantas.

2. Perkembangan kebijakan awal dalam negeri yang dipimpin Soeharto berpengaruh cukup besar pada proses berjalannya Negara Indonesia. Kebijakan yang dikeluarkan ialah memberi manfaat serta memajukan kepentingan rakyat banyak. Kebijakan politik dalam negeri terdiri dari :
1) Pelaksanaan pemilu 1971. Dalam pemilu ini para pejabat pemerintah hanya berpihak pada salah satu peserta pemilu yakni Golkar
2) Penyederhanaan politik, terdiri atas :
- Partai Persatuan Pembangunan/PPP koalisi dari partai Nahdlatul Ulama, Perti, PSII dan Permusi.
- Partai Demokrasi Indonesia koalisi dari partai Nasional Indonesia, partai Murba, partai Katolik, IPKI, dan Parkindo.
- Golongan Karya atau Golkar.
3) Dwifungsi ABRI merupakan peran ganda ABRI sebagai kekuatan pertahanan keamanan dan kekuatan sosial politik yang mampu berperan aktif dalam pembangunan nasional.
4) Pedoman penghayatan dan pengamalan Pancasila (P-4) mempunyai tujuan untuk memberi pemahaman pada semua lapisan masyarakat tentang Pancasila.
Comment Author Avatar
Nama: Siti Sopiah
Kelas: 12 IPA 3

1. Dampak supersemar terhadap pemerintahan soekarno:
• Dampak Positif: Memberantas anggota PKI dan keturunannya.
• Dampak Negatif: - pada Januari 1966 telah terjadi demonstrasi besar-besaran di Jakarta yang menuntut pemerintah untuk menurunkan harga dan membersihkan kabinet dari unsur - unsur PKI tuntutan rakyat tersebut dikenal dengan sebutan Tritura (tiga tuntutan rakyat).
- Pengalihan kekuasaan menimbulkan kekerasan terhadap masyarakat.
- Indonesia lebih mendukung Negara-negara Barat Seperti Amerika Serikat.
2. Perkembangan kebijakan awal dalam negeri :
1. Pelaksanaan pemilu 1971
2. Penyederhanaan Partai Politik
terdiri dari dua partai serta satu golongan karya yaitu:
• Partai Persatuan Pembangunan/PPP koalisi dari partai Nahdlatul Ulama, Perti, PSII dan Parmusi.
• Partai Demokrasi Indonesia koalisi dari partai Nasional Indonesia, partai Murba, partai Katolik, IPKI dan Parkindo.
• Golongan Karya atau Golkar.
3. Dwifungsi ABRI
Dwifungsi ABRI merupakan peran ganda ABRI sebagai kekuatan pertahanan keamanan dan kekuatan sosial politik. Peran sebagai kekuatan sosial politik ABRI ditugaskan untuk mampu berperan aktif dalam pembangunan nasional.
4. Pedoman penghayatan dan pengamalan Pancasila (P-4)
Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P-4) atau Ekaprasetia Pancakarsa, mempunyai tujuan untuk memberi pemahaman pada semua lapisan masyarakat tentang Pancasila.
Comment Author Avatar
Nama : Fenti Fatmawati
Kelas : XII IPA 3

1. Dampak Supersemar:
- Munculnya dualisme kepemimpinan Nasional yang menimbulkan pertentangan politik dalam masyarakat
- ‎Pembubaran PKI dalam waktu kurang dari 24 jam
- ‎Posisi Letjen Soeharto semakin menguat dan posisi Presiden Soekarno semakin melemah
- ‎MRPS yang telah diatur oleh Soeharto akhirnya berani menolak pidato pertanggungjawaban Presiden Soekarno (Pidato Nawaksara) berikut perbaikannya, dan akhirnya memberhentikan Presiden Soekarno sebagai Presiden Indonesia
- ‎Indonesia menjadi negara yang pro terhadap Bangsa Barat
- ‎Indonesia kembali bergabung dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)

2. Kebijakan awal dalam negeri pemerintahan Orde Baru:
1.) Pelaksanaan pemilu 1971
2.) Penyederhanaan Partai Politik
Penyederhanaan partai politik terdiri dari dua partai serta satu golongan karya yaitu:
•Partai Persatuan Pembangunan/PPP koalisi dari partai Nahdlatul Ulama, Perti, PSII dan Parmusi.
•Partai Demokrasi Indonesia koalisi dari partai Nasional Indonesia, partai Murba, partai Katolik, IPKI dan Parkindo.
•Golongan Karya atau Golkar.
3.) Dwifungsi ABRI
Dwifungsi ABRI merupakan peran ganda ABRI sebagai kekuatan pertahanan keamanan dan kekuatan sosial politik. 
4.) Pedoman penghayatan dan pengamalan Pancasila (P-4)
Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P-4) atau Ekaprasetia Pancakarsa, mempunyai tujuan untuk memberi pemahaman pada semua lapisan masyarakat tentang Pancasila. Seluruh organisasi tidak diperkenankan memakai ideologi selain Pancasila, bahkan dilaksanakan penataran P4 bagi para pegawai negeri sipil.
Comment Author Avatar
Nama :inal mahpud
Kelas:12 ipa 1

1. Dampak supersemar terhadap pemerintahan soekarno:
kebijakan dan keputusan politik, seperti pembubaran Partai Komunis Indonesia (PKI) dan ormas-ormasnya

2.Perkembangan kebijakan awal dalam negeri:
-pelaksanaan pemilu 1971
-penyerdehanaan partai politik
-Dwifungsi ABRI
-Pedoman penghayatan dan pengamalan Pancasila (P-4)
Comment Author Avatar
Nama : Natasya Nur S
Kelas: XII IPA 3

1.Dampak Supersemar
•Pembubaran PKI dan Ormas-ormasnya
•Posisi Soeharto semakin menguat dan
posisi Soekarno semakin melemah
•Indonesia menjadi negara pro terhadap
bangsa barat
•Indonesia kembali bergabung dengan
Perserikatan Bangsa-Bangsa(PBB)

2. Kebijakan awal dalam negeri pemerintahan Orde Baru:
1.) Pelaksanaan pemilu 1971
2.) Penyederhanaan Partai Politik
Penyederhanaan partai politik terdiri dari dua partai serta satu golongan karya yaitu:
•Partai Persatuan Pembangunan/PPP koalisi dari partai Nahdlatul Ulama, Perti, PSII dan Parmusi.
•Partai Demokrasi Indonesia koalisi dari partai Nasional Indonesia, partai Murba, partai Katolik, IPKI dan Parkindo.
•Golongan Karya atau Golkar.
3.) Dwifungsi ABRI
Dwifungsi ABRI merupakan peran ganda ABRI sebagai kekuatan pertahanan keamanan dan kekuatan sosial politik.
4.) Pedoman penghayatan dan pengamalan Pancasila (P-4)
Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P-4) atau Ekaprasetia Pancakarsa, mempunyai tujuan untuk memberi pemahaman pada semua lapisan masyarakat tentang Pancasila. Seluruh organisasi tidak diperkenankan memakai ideologi selain Pancasila, bahkan dilaksanakan penataran P4 bagi para pegawai negeri sipil.

Comment Author Avatar
Nama:Siti Rohmah
Kelas:XII IPA 2


1.Dampak Supersemar bagi pemerintah Soekarno:
•Dampak positif:bisa memberantas anggota PKI
•Dampak negatif: Indonesia lebih mendukung negara barat, seperti Amerika serikat serta pengalihan kekuasaan
2.Perkembangan kebijakan awal dalam
-partai demokrasi
-penyerdehanaan partai politik
-Pertai persatuan pembangunan/ppp
3.Dwifungsi ABRI merupakan ganda sbagai pertahanan dan keamanan dan kekuatan politik
4.Pedoman penghayatan dan pengamalan Pancasila (P-4) tujuannya untuk memberi pemahaman semua lapisan tentang pancasila,diperkenakan ideologi selain pacasila dilaksankam perantara.
Comment Author Avatar
Nama : Rinrin Triana
Kelas: XII IPA 3

1. Dampak dari Supersemar/SP 11 maret 1966 sebagai pengemban surat sakti, dengan mengambil kebijakan dan keputusan politik, seperti pembubaran politik Partai Komunis Indonesia (PKI) dan ormas-ormasnya pada pemerintahan soekarno.

2. Perkembangan kebijakan awal dalam negeri :
1. Pelaksanaan pemilu 1971
2. Penyederhanaan Partai Politik
Penyederhanaan partai politik terdiri dari dua partai serta satu golongan karya yaitu:
•Partai Persatuan Pembangunan/PPP koalisi dari partai Nahdlatul Ulama, Perti, PSII dan Parmusi.
•Partai Demokrasi Indonesia koalisi dari partai Nasional Indonesia, partai Murba, partai Katolik, IPKI dan Parkindo.
•Golongan Karya atau Golkar.
3. Dwifungsi ABRI
Dwifungsi ABRI merupakan peran ganda ABRI sebagai kekuatan pertahanan keamanan dan kekuatan sosial politik.
4. Pedoman penghayatan dan pengamalan Pancasila (P-4)
Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P-4) atau Ekaprasetia Pancakarsa, mempunyai tujuan untuk memberi pemahaman pada semua lapisan masyarakat tentang Pancasila. Seluruh organisasi tidak diperkenankan memakai ideologi selain Pancasila, bahkan dilaksanakan penataran P4 bagi para pegawai negeri sipil.
Comment Author Avatar
Nama : Sri mustika
Kelas : 12 ipa 4
1. Dampak yang ditimbulkan adalah sebagai berikut :
- Perpindahan kekuasaan Soekarno menjadi Soeharto. Hal ini terjadi akibat peristiwa 30 September 1965 yang menjadi titik awal bagi keruntuhan Soekarno dari panggung politik Indonesia.
2. Kebijakan awal dalam negeri pemerintahan Orde Baru:
1.) Pelaksanaan pemilu 1971
2.) Penyederhanaan Partai Politik
Penyederhanaan partai politik terdiri dari dua partai serta satu golongan karya yaitu:
•Partai Persatuan Pembangunan/PPP koalisi dari partai Nahdlatul Ulama, Perti, PSII dan Parmusi.
•Partai Demokrasi Indonesia koalisi dari partai Nasional Indonesia, partai Murba, partai Katolik, IPKI dan Parkindo.
•Golongan Karya atau Golkar.
3.) Dwifungsi ABRI
Dwifungsi ABRI merupakan peran ganda ABRI sebagai kekuatan pertahanan keamanan dan kekuatan sosial politik.
4.) Pedoman penghayatan dan pengamalan Pancasila (P-4)
Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P-4) atau Ekaprasetia Pancakarsa, mempunyai tujuan untuk memberi pemahaman pada semua lapisan masyarakat tentang Pancasila. Seluruh organisasi tidak diperkenankan memakai ideologi selain Pancasila, bahkan dilaksanakan penataran P4 bagi para pegawai negeri sipil.
Comment Author Avatar
Nama : Sri mustika
Kelas : 12 ipa 4
1. Dampak yang ditimbulkan adalah sebagai berikut :
- Perpindahan kekuasaan Soekarno menjadi Soeharto. Hal ini terjadi akibat peristiwa 30 September 1965 yang menjadi titik awal bagi keruntuhan Soekarno dari panggung politik Indonesia.
2. Kebijakan awal dalam negeri pemerintahan Orde Baru:
1.) Pelaksanaan pemilu 1971
2.) Penyederhanaan Partai Politik
Penyederhanaan partai politik terdiri dari dua partai serta satu golongan karya yaitu:
•Partai Persatuan Pembangunan/PPP koalisi dari partai Nahdlatul Ulama, Perti, PSII dan Parmusi.
•Partai Demokrasi Indonesia koalisi dari partai Nasional Indonesia, partai Murba, partai Katolik, IPKI dan Parkindo.
•Golongan Karya atau Golkar.
3.) Dwifungsi ABRI
Dwifungsi ABRI merupakan peran ganda ABRI sebagai kekuatan pertahanan keamanan dan kekuatan sosial politik.
4.) Pedoman penghayatan dan pengamalan Pancasila (P-4)
Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P-4) atau Ekaprasetia Pancakarsa, mempunyai tujuan untuk memberi pemahaman pada semua lapisan masyarakat tentang Pancasila. Seluruh organisasi tidak diperkenankan memakai ideologi selain Pancasila, bahkan dilaksanakan penataran P4 bagi para pegawai negeri sipil.
Comment Author Avatar
1. Dampak Supersemar Bagi pemerintahan Soekarno:
•Dampak positif : bisa memberantas anggota PKI
•Dampak negatif : Indonesia menjadi lebih mendukung negara negara barat,seperti Amerika Serikat

2. Perkembangan kebijakan awal dalam negeri :
1. Pelaksanaan pemilu 1971
2. Penyederhanaan Partai Politik
Penyederhanaan partai politik terdiri dari dua partai serta satu golongan karya yaitu:
•Partai Persatuan Pembangunan/PPP koalisi dari partai Nahdlatul Ulama, Perti, PSII dan Parmusi.
•Partai Demokrasi Indonesia koalisi dari partai Nasional Indonesia, partai Murba, partai Katolik, IPKI dan Parkindo.
•Golongan Karya atau Golkar.
3. Dwifungsi ABRI
Dwifungsi ABRI merupakan peran ganda ABRI sebagai kekuatan pertahanan keamanan dan kekuatan sosial politik.
4. Pedoman penghayatan dan pengamalan Pancasila (P-4)
Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P-4) atau Ekaprasetia Pancakarsa, mempunyai tujuan untuk memberi pemahaman pada semua lapisan masyarakat tentang Pancasila. Seluruh organisasi tidak diperkenankan memakai ideologi selain Pancasila, bahkan dilaksanakan penataran P4 bagi para pegawai negeri sipil.
Comment Author Avatar
Wulan sari a 12 ipa 2
1.Hancurnya Komunisme, Pembubaran dan Pembersihan PKI,Pengalihan kekuasaan yang menimbulkan kekerasan terhadap masyarakat,kebijakan luar negeri Indonesia menjadi mendukung Negara-negara Barat seperti Amerika Serikat.
2.kebijakan awal dalam negeri pemerintahan orde baru terdapat pada bidang ekonomi,politik dan Sosial.
Salah satu isi dari kebijakan tersebut adalah
1. pembentukan kabinet pembangunan
2. pembubaran pki dan organisasi massanya
3. penyederhanaan partai politik
4. pemilu
5. dwifungsi abri
6. penentuan pendapat rakyat
Kebijakan baru ini membuat masyarakat awalnya sangat keberatan karena pada masanpemerintahan soekarno berbeda tetapi dengan berjalannya waktu masyarakat mulai melakukannya dan malah sekarang lebih mendukung negara nega
Comment Author Avatar
Nama: Salma Arif sanita putri
Kelas: Xll IPA 2


1.Dampak Supersemar bagi pemerintah Soekarno
•Dampak positif:bisa memberantas anggota PKI
•Dampak negatif: Indonesia menjadi lebih mendukung negara barat, seperti Amerika serikat serta pengalihan kekuasaan.
2.Perkembangan kebijakan awal dalam negeri:
-pelaksanaan pemilu 1971
-penyerdehanaan partai politik
-Dwifungsi ABRI
-Pedoman penghayatan dan pengamalan Pancasila (P-4)
Comment Author Avatar
Nama: Dadi Ramdani
Kelas : XII IBB

1. Dampak Supersemar bagi pemerintah Soekarno, dari dampak positifnya yaitu seperti pembubaraan Partai Komunis Indonesia (PKI) dan ormas-ormas yang bersangkutan dengan PKI. Sedangkan dampak negatifnya yaitu kebijakan luar negri Indonesia menjadi mendukung negara-negara barat seperti Amerika Serikat.

2. Perkembangan kebijakan awal dalam negri yatu:
1. Pelaksanaan pemilu 1971
Dalam pemilu ini, para pejabat hanya berpihak pada salah satu pemilu yakni Golkar. Jadi Golkar yang selalu menang di tahun berikutnya.
2. Penyederhanaan partai politik
Penyederhanaan partai politik terdiri dari dua partai serta satu golongan karya yaitu:
-Partai Persatuan Pembangunan/PPP koalisi dari partai Nahdlatul Ulama, Perti, PSII dan Parmusi.
-Partai Demokrasi Indonesia koalisi dari partai Nasional Indonesia, partai Murba, partai Katolik, IPKI dan Parkindo.
-Golongan Karya atau
3. Dwi fungsi ABRI
Dwifungsi ABRI merupakan peran ganda ABRI sebagai kekuatan pertahanan keamanan dan kekuatan sosial politik.
4. Pedoman penghayatan dan pengamalan pancasila (P-4)
Fungsinya untuk memberi pemahaman pada semua masyarakat tentang Pancasila.
Comment Author Avatar
1.Dampak positif dari Supersemar adalah hancurnya komunisme. Supersemar ini memberantas hampir semua anggota PKI
2.Perkembangan kebijakan awal dalam negeri:
-pelaksanaan pemilu 1971
-penyerdehanaan partai politik
-Dwifungsi ABRI
-Pedoman penghayatan dan pengamalan Pancasila (P-4)
Comment Author Avatar
Nama: Ningrum Muthma'innah
Kelas : XII IPA 2


1).Dampak Supersemar terhadap pemerintahan Soekarno:
-Dampak positif : memberantas anggota PKI dan keturunannya
-Dampak negatif : Indonesia lebih mendukung negara-negara barat,dan pengalihan kekuasaan tersebut menimbulkan kekerasan terhadap masyarakat

2). Perkembangan kebijakan awal dalam negeri:
a.Pelaksanaan pemilu 1971 diatur dengan SI MPR 1967 yang diselenggarakan pada tahun 1971.
b.penyederhanaan partai politik
Penyederhanaan partai politik terdiri dari dua partai serta satu golongan karya yaitu:
-Partai Persatuan Pembangunan/PPP koalisi dari partai Nahdlatul Ulama, Perti, PSII dan Parmusi.
-Partai Demokrasi Indonesia koalisi dari partai Nasional Indonesia, partai Murba, partai Katolik, IPKI dan Parkindo.
-Golongan Karya atau Golkar.
c.Dwifungsi ABRI sbagai pertahanan dan keamanan dan kekuatan politik
d.Pedoman penghayatan dan pengamalan Pancasila (P-4) tujuannya untuk memberi pemahaman pada masyarakat tentang pancasila.
Comment Author Avatar
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Comment Author Avatar
Nama: Selvia Agusni
Kls: XII IPA2


1. Dampak dari supersemar
-Dampak positif : Memberantas anggota PKI dan keturunannya.
-Dampak negatif: kebijakan luar negeri Indonesia menjadi mendukung Negara-negara Barat seperti Amerika Serikat.

2. Perkembangan kebijakan awal dalam negeri :
(1). Pelaksanaan pemilu 1971
(2). Penyederhanaan Partai Politik
Penyederhanaan partai politik terdiri dari dua partai serta satu golongan karya yaitu:
-Partai Persatuan Pembangunan/PPP koalisi dari partai Nahdlatul Ulama, Perti, PSII dan Parmusi.
-Partai Demokrasi Indonesia koalisi dari partai Nasional Indonesia, partai Murba, partai Katolik, IPKI dan Parkindo.
-Golongan Karya atau Golkar.
(3). Dwifungsi ABRI
Peran ganda ABRI sebagai kekuatan pertahanan keamanan dan kekuatan sosial politik.
(4). Pedoman penghayatan dan pengamalan Pancasila (P-4)Yang bertujuan untuk memberi pemahaman pada semua lapisan masyarakat tentang Pancasila.
Comment Author Avatar
Nama : endan setiawan
Kelas: 12 ipa 1

1.- Dampak positif dari Supersemar yaitu pembubaran partai komunis Indonesia (PKI) dan ormas-ormasnya.
- Sedangkan dampak negatif nya yaitu Indonesia lebih mendukung negara-negara barat, serta pengalihan kekuasaan tersebut menimbulkan kekerasan terhadap masyarakat.
2. Perkembangan kebijakan awal pemerintahan orde baru meliputi kebijakan politik dan ekonomi.

Kebijakan politik dalam negeri yaitu:
- Pelaksanaan pemilu 1971.
Dalam pemilu ini, para pejabat pemerintah hanya berpihak pada salah satu peserta Pemilu yakni Golkar. Jadi, Golkar lah yang selalu memenangkan pemilu di tahun berikutnya yaitu tahun 1977, 1982, 1987, 1992, sampai 1997.
- Penyederhanaan partai politik.

Penyederhanaan partai politik terdiri dari dua partai serta satu golongan karya yaitu:

1.) Partai Persatuan Pembangunan/PPP koalisi dari partai Nahdlatul Ulama, Perti, PSII dan Parmusi.

2.) Partai Demokrasi Indonesia koalisi dari partai Nasional Indonesia, partai Murba, partai Katolik, IPKI dan Parkindo.

3.) Golongan Karya atau Golkar.

- Dwifungsi ABRI: Peran ganda ABRI sebagai kekuatan pertahanan keamanan dan kekuatan sosial politik.
- Pedoman penghayatan dan pengamalan Pancasila (P-4): Bertujuan untuk memberi pemahaman pada semua lapisan masyarakat tentang Pancasila.
Comment Author Avatar
Nama; Sipa Amelia
kelas;Xll IPA 1

1.Dampak positif dari supersemar adalah
Memberantas anggota PKI dan keturunannya. Hal tersebut dalam rangka memberantas paham komunisme di Indonesia. Contohnya :
Dalam pemilihan pejabat eselon I, harus terdapat memo dari Badan Intelijen Negara (BIN) terkait rekam jejaknya, apakah keturunan Partai Komunis Indonesia (PKI) atau tidak. Hal tersebut tercantum dalamTap MPRS Nomor 25 Tahun 1966.
2.Dampak negatif dari supersemar adalah
1.pada Januari 1966 telah terjadi demonstrasi besar-besaran di Jakarta yang menuntut pemerintah untuk menurunkan harga dan membersihkan kabinet dari unsur - unsur PKI tuntutan rakyat tersebut dikenal dengan sebutan Tritura (tiga tuntutan rakyat).
2.Pengalihan kekuasaan tersebut menimbulkan kekerasan terhadap masyarakat.
Sejarah awal lahirnya Supersemar terjadi pada tanggal 11 Maret 1966. Saat itu, Presiden Soekarno mengadakan sidang pelantikan cabinet Dwikora yang disempurnakan yang juga dikenal dengan istilah Kabinet Seratus Menteri.
3. Indonesia lebih mendukung Negara-negara Barat.

2.indonesia telah mengalami beberapa periode sistem pemerintahan semenjak proklamasi kemerdekaan semenjak tahun 1945.sampai saat ini,salah satu sistem pemerintahan yang cukup lama bertahan di indonesia yakni selama 32 tahun adalah masa orde baru(orba).

Comment Author Avatar
Nama :Mia Hanipah
Kelas :12 ipa1

1.surat perintah yang ditandatangani oleh Bung Karno pada tanggal 11 Maret 1966 yang waktu itu menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia yang pertama. ... Dampak positif dari Supersemar adalah hancurnya komunisme. Supersemar ini memberantas hampir semua anggota PKI

2. surat perintah yang ditandatangani oleh Bung Karno pada tanggal 11 Maret 1966 yang waktu itu menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia yang pertama. ... Dampak positif dari Supersemar adalah hancurnya komunisme. Supersemar ini memberantas hampir semua anggota PKI
Comment Author Avatar
Nama: jeepa kayga
Kls : 12 IPA 4

UnknownRabu, 11 November, 2020
1.Dampak positif dari Supersemar adalah hancurnya komunisme. Supersemar ini memberantas hampir semua anggota PKI
2.Perkembangan kebijakan awal dalam negeri:
-pelaksanaan pemilu 1971
-penyerdehanaan partai politik
-Dwifungsi ABRI
-Pedoman penghayatan dan pengamalan Pancasila (P-4)
Comment Author Avatar
Bagus Dewantoro Putra
12 IPA 4
.
1. Dampak Supersemar Bagi pemerintahan Soekarno:
•Dampak positif : bisa memberantas anggota PKI
•Dampak negatif : Indonesia menjadi lebih mendukung negara negara barat,seperti Amerika Serikat

2. Perkembangan kebijakan awal dalam negeri :
1. Pelaksanaan pemilu 1971
2. Penyederhanaan Partai Politik
Penyederhanaan partai politik terdiri dari dua partai serta satu golongan karya yaitu:
•Partai Persatuan Pembangunan/PPP koalisi dari partai Nahdlatul Ulama, Perti, PSII dan Parmusi.
•Partai Demokrasi Indonesia koalisi dari partai Nasional Indonesia, partai Murba, partai Katolik, IPKI dan Parkindo.
•Golongan Karya atau Golkar.
3. Dwifungsi ABRI
Dwifungsi ABRI merupakan peran ganda ABRI sebagai kekuatan pertahanan keamanan dan kekuatan sosial politik.
4. Pedoman penghayatan dan pengamalan Pancasila (P-4)
Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P-4) atau Ekaprasetia Pancakarsa, mempunyai tujuan untuk memberi pemahaman pada semua lapisan masyarakat tentang Pancasila. Seluruh organisasi tidak diperkenankan memakai ideologi selain Pancasila, bahkan dilaksanakan penataran P4 bagi para pegawai negeri sipil.
Comment Author Avatar
1).Dampak Supersemar terhadap pemerintahan Soekarno:
-Dampak positif : memberantas anggota PKI dan keturunannya
-Dampak negatif : Indonesia lebih mendukung negara-negara barat,dan pengalihan kekuasaan tersebut menimbulkan kekerasan terhadap masyarakat

2). Perkembangan kebijakan awal dalam negeri:
a.Pelaksanaan pemilu 1971 diatur dengan SI MPR 1967 yang diselenggarakan pada tahun 1971.
b.penyederhanaan partai politik
Penyederhanaan partai politik terdiri dari dua partai serta satu golongan karya yaitu:
-Partai Persatuan Pembangunan/PPP koalisi dari partai Nahdlatul Ulama, Perti, PSII dan Parmusi.
-Partai Demokrasi Indonesia koalisi dari partai Nasional Indonesia, partai Murba, partai Katolik, IPKI dan Parkindo.
-Golongan Karya atau Golkar.
c.Dwifungsi ABRI sbagai pertahanan dan keamanan dan kekuatan politik
d.Pedoman penghayatan dan pengamalan Pancasila (P-4) tujuannya untuk memberi pemahaman pada masyarakat tentang pancasila.

Comment Author Avatar
Nama : Salsa Azahra
Kelas : 12 IPA 3

1. Dampak dari supersemar
2. -Dampak positif dari supersemar adalah
3. Memberantas anggota PKI dan keturunannya.
4. -Dampak negatif dari Supersemar yaitu kebijakan luar negeri Indonesia menjadi mendukung Negara-negara Barat seperti Amerika Serikat

2). Perkembangan kebijakan awal dalam negeri
- Pelaksanaan pemilu 1971 diatur dengan SI MPR 1967 yang diselenggarakan pada tahun 1971.
- - Parpol PPP, PDI dan Golkar.
- Dwifungsi ABRI merupakan suatu peran ganda kekuatan pertahanan keamanan sosial politik yang berperan aktif pembangunan nasional.
- - Pedoman penghayatan dan pengamalan pancasila
Comment Author Avatar
Nama: putri mulyawati
Kelas :12 IPA 4

1.- Dampak positif yaitu pembubaran partai komunis Indonesia (PKI) dan ormas-ormasnya.
- Sedangkan dampak negatif nya yaitu Indonesia lebih mendukung negara-negara barat, serta pengalihan kekuasaan tersebut menimbulkan kekerasan terhadap masyarakat.
2.Meliputi kebijakan politik dan ekonomi.
- Pelaksanaan pemilu 1971.
Dalam pemilu ini, para pejabat pemerintah hanya berpihak pada salah satu peserta Pemilu yakni Golkar.
- Penyederhanaan partai politik.
Penyederhanaan partai politik terdiri dari dua partai serta satu golongan karya yaitu:
1.) Partai Persatuan Pembangunan/PPP koalisi dari partai Nahdlatul Ulama, Perti, PSII dan Parmusi.
2.) Partai Demokrasi Indonesia koalisi dari partai Nasional Indonesia, partai Murba, partai Katolik, IPKI dan Parkindo.
3.) Golongan Karya atau Golkar.
- Dwifungsi ABRI: Peran ganda ABRI sebagai kekuatan pertahanan keamanan dan kekuatan sosial politik.
- Pedoman penghayatan dan pengamalan Pancasila (P-4): Bertujuan untuk memberi pemahaman pada semua lapisan masyarakat tentang Pancasila.
Comment Author Avatar
Nama:Hepi Hapidoh
Kelas:XII-ipa 4

1.Dampak dari supersemar
•dampak positif->memberantas anggota PKI dan keturunannya
•damoak negatif->kebijakan luar negeri indonesia menjadi mendukung negara negara barat seperti amerika serikat
2.Perkembangan kebijakan awal negeri
1)pelaksanaan pemilu 1971
2)penyederhanaan partai politik terdiri dari dua partai yaitu:
•partai persaruan pembangunan/PPP koalisi dari partai nadhlatul ulama,perti,PSII dan parmusi
•partai demokrasi indonesia koalisi dari partai nasional indonesia,paetai murba,partai katolik,IPKI dan parkindo
•golongan karya atau golkar
3.Dwifungsi ABRI
Peran ganda ABRI sebagai kekuatan pemerintahan keamanan dan kekuatan sosial politik
4.Pedoman penghayatan dan pengamatan pancasila(P-4) bertujuan untuk memberi pemahaman pada semua lapisam masyarakat tentang pancasila.
Comment Author Avatar
Nama : Restina Anggraeni
Kelas : XII IPA 3

1. Dampak Supersemar:
- Munculnya dualisme kepemimpinan Nasional yang menimbulkan pertentangan politik dalam masyarakat
- ‎Pembubaran PKI dalam waktu kurang dari 24 jam
- ‎Posisi Letjen Soeharto semakin menguat dan posisi Presiden Soekarno semakin melemah
- ‎MRPS yang telah diatur oleh Soeharto akhirnya berani menolak pidato pertanggungjawaban Presiden Soekarno (Pidato Nawaksara) berikut perbaikannya, dan akhirnya memberhentikan Presiden Soekarno sebagai Presiden Indonesia
- ‎Indonesia menjadi negara yang pro terhadap Bangsa Barat
- ‎Indonesia kembali bergabung dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)

2. Kebijakan awal dalam negeri pemerintahan Orde Baru:
1.) Pelaksanaan pemilu 1971
2.) Penyederhanaan Partai Politik
Penyederhanaan partai politik terdiri dari dua partai serta satu golongan karya yaitu:
•Partai Persatuan Pembangunan/PPP koalisi dari partai Nahdlatul Ulama, Perti, PSII dan Parmusi.
•Partai Demokrasi Indonesia koalisi dari partai Nasional Indonesia, partai Murba, partai Katolik, IPKI dan Parkindo.
•Golongan Karya atau Golkar.
3.) Dwifungsi ABRI
Dwifungsi ABRI merupakan peran ganda ABRI sebagai kekuatan pertahanan keamanan dan kekuatan sosial politik.
4.) Pedoman penghayatan dan pengamalan Pancasila (P-4)
Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P-4) atau Ekaprasetia Pancakarsa, mempunyai tujuan untuk memberi pemahaman pada semua lapisan masyarakat tentang Pancasila. Seluruh organisasi tidak diperkenankan memakai ideologi selain Pancasila, bahkan dilaksanakan penataran P4 bagi para pegawai negeri sipil.
Comment Author Avatar
Nama : Fitri Malviani
Kelas: XII IPA 4


1.Dampak Supersemar atau SP 11 Maret 1966
-dampak positif : pembubaran partai komunis atau PKI
-dampak negatif : Indonesia lebih mendukung negara negara barat.
2.perkembangan kebijakan awal negeri yakni :
-Pelaksanaan pemilihan umum atau pemilu pada tahun 1971
-Dwifungsi ABRI
-penyederhanaan partai politik
-pedoman penghayatan dan pengamalanPancasila no 4
Comment Author Avatar
Nama: Sinta Karmila
Kelas:XII IPA 3


1. Dampak dari Supersemar/SP 11 maret 1966 sebagai pengemban surat sakti, dengan mengambil kebijakan dan keputusan politik, seperti pembubaran politik Partai Komunis Indonesia (PKI) dan ormas-ormasnya pada pemerintahan soekarno.

2. Perkembangan kebijakan awal dalam negeri :
1. Pelaksanaan pemilu 1971
2. Penyederhanaan Partai Politik
Penyederhanaan partai politik terdiri dari dua partai serta satu golongan karya yaitu:
•Partai Persatuan Pembangunan/PPP koalisi dari partai Nahdlatul Ulama, Perti, PSII dan Parmusi.
•Partai Demokrasi Indonesia koalisi dari partai Nasional Indonesia, partai Murba, partai Katolik, IPKI dan Parkindo.
•Golongan Karya atau Golkar.
3. Dwifungsi ABRI
Dwifungsi ABRI merupakan peran ganda ABRI sebagai kekuatan pertahanan keamanan dan kekuatan sosial politik.
4. Pedoman penghayatan dan pengamalan Pancasila (P-4)
Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P-4) atau Ekaprasetia Pancakarsa, mempunyai tujuan untuk memberi pemahaman pada semua lapisan masyarakat tentang Pancasila. Seluruh organisasi tidak diperkenankan memakai ideologi selain Pancasila, bahkan dilaksanakan penataran P4 bagi para pegawai negeri sipil.
Comment Author Avatar
Nama: Sinta Karmila
Kelas:XII IPA 3


1. Dampak dari Supersemar/SP 11 maret 1966 sebagai pengemban surat sakti, dengan mengambil kebijakan dan keputusan politik, seperti pembubaran politik Partai Komunis Indonesia (PKI) dan ormas-ormasnya pada pemerintahan soekarno.

2. Perkembangan kebijakan awal dalam negeri :
1. Pelaksanaan pemilu 1971
2. Penyederhanaan Partai Politik
Penyederhanaan partai politik terdiri dari dua partai serta satu golongan karya yaitu:
•Partai Persatuan Pembangunan/PPP koalisi dari partai Nahdlatul Ulama, Perti, PSII dan Parmusi.
•Partai Demokrasi Indonesia koalisi dari partai Nasional Indonesia, partai Murba, partai Katolik, IPKI dan Parkindo.
•Golongan Karya atau Golkar.
3. Dwifungsi ABRI
Dwifungsi ABRI merupakan peran ganda ABRI sebagai kekuatan pertahanan keamanan dan kekuatan sosial politik.
4. Pedoman penghayatan dan pengamalan Pancasila (P-4)
Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P-4) atau Ekaprasetia Pancakarsa, mempunyai tujuan untuk memberi pemahaman pada semua lapisan masyarakat tentang Pancasila. Seluruh organisasi tidak diperkenankan memakai ideologi selain Pancasila, bahkan dilaksanakan penataran P4 bagi para pegawai negeri sipil.
Comment Author Avatar
Nama: Yani Agustin
Kelas: 12 IPA 4
1. _Dampak positif: Dibubarkannya Patai komunis Indonesia (PKI)
_ Dampak negatif: Indonesia lebih mendukung negara barat seperti Amerika serikat
2. Perkembangan kebijakan awal dalam negeri:
1).Pelaksanaan pemilu 1971 diatur dengan SI MPR 1967 yang diselenggarakan pada tahun 1971.
2)penyederhanaan partai politik
Penyederhanaan partai politik terdiri dari dua partai serta satu golongan karya yaitu:
-Partai Persatuan Pembangunan/PPP koalisi dari partai Nahdlatul Ulama, Perti, PSII dan Parmusi.
-Partai Demokrasi Indonesia koalisi dari partai Nasional Indonesia, partai Murba, partai Katolik, IPKI dan Parkindo.
-Golongan Karya atau Golkar.
3).Dwifungsi ABRI sbagai pertahanan dan keamanan dan kekuatan politik
4).Pedoman penghayatan dan pengamalan Pancasila (P-4) tujuannya untuk memberi pemahaman pada masyarakat tentang pancasila.
Comment Author Avatar
Nama:Tiara Amelia
Kelas:XII IPA 4




1. Dampak Supersemar Bagi pemerintahan Soekarno:
•Dampak positif : bisa memberantas anggota PKI
•Dampak negatif : Indonesia menjadi lebih mendukung negara negara barat,seperti Amerika Serikat

2. Perkembangan kebijakan awal dalam negeri :
1. Pelaksanaan pemilu 1971
2. Penyederhanaan Partai Politik
Penyederhanaan partai politik terdiri dari dua partai serta satu golongan karya yaitu:
•Partai Persatuan Pembangunan/PPP koalisi dari partai Nahdlatul Ulama, Perti, PSII dan Parmusi.
•Partai Demokrasi Indonesia koalisi dari partai Nasional Indonesia, partai Murba, partai Katolik, IPKI dan Parkindo.
•Golongan Karya atau Golkar.
3. Dwifungsi ABRI
Dwifungsi ABRI merupakan peran ganda ABRI sebagai kekuatan pertahanan keamanan dan kekuatan sosial politik.
4. Pedoman penghayatan dan pengamalan Pancasila (P-4)
Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P-4) atau Ekaprasetia Pancakarsa, mempunyai tujuan untuk memberi pemahaman pada semua lapisan masyarakat tentang Pancasila. Seluruh organisasi tidak diperkenankan memakai ideologi selain Pancasila, bahkan dilaksanakan penataran P4 bagi para pegawai negeri sipil.
Comment Author Avatar
Nama:windi fitriani
Kelas:XII IPA 1
jawab:
1. Dampak dari supersemar
-Dampak positif dari supersemar adalah
Memberantas anggota PKI dan keturunannya.
-Dampak negatif dari Supersemar yaitu kebijakan luar negeri Indonesia menjadi mendukung Negara-negara Barat seperti Amerika Serikat. 

2. Perkembangan kebijakan awal dalam negeri :
1) Pelaksanaan pemilu 1971
2) Penyederhanaan Partai Politik
Penyederhanaan partai politik terdiri dari dua partai serta satu golongan karya yaitu:
-Partai Persatuan Pembangunan/PPP koalisi dari partai Nahdlatul Ulama, Perti,
3) Dwifungsi ABRI
Dwifungsi ABRI merupakan peran ganda ABRI sebagai kekuatan pertahanan keamanan dan kekuatan sosial politik. 
4) Pedoman penghayatan dan pengamalan Pancasila (P-4)
(P-4) atau Ekaprasetia Pancakarsa, mempunyai tujuan untuk memberi pemahaman pada semua lapisan masyarakat tentang Pancasila.
Comment Author Avatar
Nama : Tia Amalia Pebrianti
Kelas: XII IPA 1

1. Dampak Supersemar Bagi pemerintahan Soekarno:
•Dampak positif : bisa memberantas anggota PKI
•Dampak negatif : Indonesia menjadi lebih mendukung negara negara barat,seperti Amerika Serikat

2. Perkembangan kebijakan awal dalam negeri :
1. Pelaksanaan pemilu 1971
2. Penyederhanaan Partai Politik
Penyederhanaan partai politik terdiri dari dua partai serta satu golongan karya yaitu:
•Partai Persatuan Pembangunan/PPP koalisi dari partai Nahdlatul Ulama, Perti, PSII dan Parmusi.
•Partai Demokrasi Indonesia koalisi dari partai Nasional Indonesia, partai Murba, partai Katolik, IPKI dan Parkindo.
•Golongan Karya atau Golkar.
3. Dwifungsi ABRI
Dwifungsi ABRI merupakan peran ganda ABRI sebagai kekuatan pertahanan keamanan dan kekuatan sosial politik.
4. Pedoman penghayatan dan pengamalan Pancasila (P-4)
Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P-4) atau Ekaprasetia Pancakarsa, mempunyai tujuan untuk memberi pemahaman pada semua lapisan masyarakat tentang Pancasila. Seluruh organisasi tidak diperkenankan memakai ideologi selain Pancasila, bahkan dilaksanakan penataran P4 bagi para pegawai negeri sipil.
Comment Author Avatar
Nama:shelina komara putri
Kelas:12 ipa 1
Jawaban

Perintah Sebelas Maret (Supersemar/SP 11 Maret) 1966, benar-benar dimanfaatkan oleh Soeharto sebagai pengemban surat sakti, dengan mengambil kebijakan dan keputusan politik, seperti pembubaran Partai Komunis Indonesia (PKI) dan ormas-ormasnya. Padahal dictum dari Supersemar sendiri lebih menekankan pada penyerahan kekuasaan militer (dalam artian pengamanan jalannya pemerintahan) dan bukan sebagai penyerahan kekuasaan politik. Supersemar bukanlah transfer of authority (pengalihan kekuasaan) dari presiden Soekarno kepada Soeharto. Hal-hal inilah yang mengindikasikan adanya kudeta perlahan dalam proses peralihan kekuasaan dari Soekarno kepada Soeharto.

Klimaks dari segela permasalah berujung pada sidang Istimewa MPRS. Pada tanggal 23 Februari 1967, Seokarno secara resmi menyerahkan kekuasaan pemerintah kepada pengemban Supersemar. Sehubungan dengan hal tersebut, maka pada sidang MPRS tanggal 7-12 Maret 1967 memutuskan:

Pidato Nawaksara berserta pelengkapnya tidak memenuhi harapan rakyat dikarenakan tidak secara jelas mengenai pemberontakan Gerakan 30 September. Presiden telah menyerahkan kekuasaaan kepada pengemban Supersemar. Presiden telah melakukan kebijakan yang secara tidak langsung menguntungkan bagi Gerakan 30 September

Pada 12 Maret 1967, Seoharto akhirnya diambil sumpah dan dilantik sebagai presiden Republik Indonesia yang ke-2 berdesarkan ketetapan MPRS No. XXXIII/MPRS/1967.



Kehidupan Politik pada Masa Orde Baru
Orde baru yang dipimpin oleh Soeharto selama 32 tahun. Dalam masa 32 tahun dalam kepemimpinannya, banyak kebijakan yang berpengaruh cukup besar pada proses berjalannya Negara Indonesia. Mulai dari kebijakan politik ataupun kebijakan ekonomi. Kebijakan politik yang digunakan terbagi menjadi dua, yakni kebijakan politik dalam negeri dan luar negeri. Masing-masing dari kebijakan dikeluarkan berdasar kebutuhan Negara. Jadi, kebijakan yang dikeluarkan ialah yang memberi manfaat serta memajukan kepentingan rakyat banyak.

1. Kebijakan politik dalam negeri
Kebijakan dalam Negeri, dapat kita lihat sebagai berikut :

1. Pelaksanaan pemilu 1971
Pemilu yang telah diatur dengan SI MPR 1967 yang menetapkan pemilu akan diselenggarakan pada tahun 1971 ini, berbeda halnya dengan pemilu tahun 1955 pada orde revolusi atau orde lama. Dalam pemilu ini, para pejabat pemerintah hanya berpihak pada salah satu peserta Pemilu yakni Golkar. Jadi, Golkar lah yang selalu memenangkan pemilu di tahun berikutnya yaitu tahun 1977, 1982, 1987, 1992, sampai 1997.


2. Penyederhanaan Partai Politik
Penyederhanaan partai politik terdiri dari dua partai serta satu golongan karya yaitu:

1.) Partai Persatuan Pembangunan/PPP koalisi dari partai Nahdlatul Ulama, Perti, PSII dan Parmusi.

2.) Partai Demokrasi Indonesia koalisi dari partai Nasional Indonesia, partai Murba, partai Katolik, IPKI dan Parkindo.

3.) Golongan Karya atau Golkar.

3. Dwifungsi ABRI
Dwifungsi ABRI merupakan peran ganda ABRI sebagai kekuatan pertahanan keamanan dan kekuatan sosial politik. Peran sebagai kekuatan sosial politik ABRI ditugaskan untuk mampu berperan aktif dalam pembangunan nasional. ABRI juga mempunyai wakil dalam MPR yang diketahui sebagai Fraksi ABRI, sehingga posisinya pada masa Orde Baru sangat dominan.

4. Pedoman penghayatan dan pengamalan Pancasila (P-4)
Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P-4) atau Ekaprasetia Pancakarsa, mempunyai tujuan untuk memberi pemahaman pada semua lapisan masyarakat tentang Pancasila. Seluruh organisasi tidak diperkenankan memakai ideologi selain Pancasila, bahkan dilaksanakan penataran P4 bagi para pegawai negeri sipil.
Comment Author Avatar
Nama:Trisna
Kelas:12 IPA 2
Jawaban:
1. Dampak dari supersemar
-Dampak positif dari supersemar adalah
Memberantas anggota PKI dan keturunannya.
-Dampak negatif dari Supersemar yaitu kebijakan luar negeri Indonesia menjadi mendukung Negara-negara Barat seperti Amerika Serikat.
2. Perkembangan kebijakan awal dalam negeri :
1) Pelaksanaan pemilu 1971
2) Penyederhanaan Partai Politik
Penyederhanaan partai politik terdiri dari dua partai serta satu golongan karya yaitu:
-Partai Persatuan Pembangunan/PPP koalisi dari partai Nahdlatul Ulama, Perti, PSII dan Parmusi.
-Partai Demokrasi Indonesia koalisi dari partai Nasional Indonesia, partai Murba, partai Katolik, IPKI dan Parkindo.
-Golongan Karya atau Golkar.
3) Dwifungsi ABRI
Dwifungsi ABRI merupakan peran ganda ABRI sebagai kekuatan pertahanan keamanan dan kekuatan sosial politik.
4) Pedoman penghayatan dan pengamalan Pancasila (P-4)
(P-4) atau Ekaprasetia Pancakarsa, mempunyai tujuan untuk memberi pemahaman pada semua lapisan masyarakat tentang Pancasila.
Comment Author Avatar
1. Dampak dari supersemar
-Dampak positif dari supersemar adalah
Memberantas anggota PKI dan keturunannya.
-Dampak negatif dari Supersemar yaitu kebijakan luar negeri Indonesia menjadi mendukung Negara-negara Barat seperti Amerika Serikat.
2. Perkembangan kebijakan awal dalam negeri :
1) Pelaksanaan pemilu 1971
2) Penyederhanaan Partai Politik
Penyederhanaan partai politik terdiri dari dua partai serta satu golongan karya yaitu:
-Partai Persatuan Pembangunan/PPP koalisi dari partai Nahdlatul Ulama, Perti, PSII dan Parmusi.
-Partai Demokrasi Indonesia koalisi dari partai Nasional Indonesia, partai Murba, partai Katolik, IPKI dan Parkindo.
-Golongan Karya atau Golkar.
3) Dwifungsi ABRI
Dwifungsi ABRI merupakan peran ganda ABRI sebagai kekuatan pertahanan keamanan dan kekuatan sosial politik.
4) Pedoman penghayatan dan pengamalan Pancasila (P-4)
(P-4) atau Ekaprasetia Pancakarsa, mempunyai tujuan untuk memberi pemahaman pada semua lapisan masyarakat tentang Pancasila.
Comment Author Avatar
Nama : Astri Maharani
Kelas : 12 IPA 2

Jawaban

1. Dampak dari supersemar
- Dampak positif,yaitu hancurnya dan pembubaran komunisme
- Dampak negatif, yaitu Supersemar memiliki pengaruh yang cukup kuat dalam menentukan kebijakan dalam dan luar negeri dan Pengalihan kekuasaan tersebut menimbulkan kekerasan terhadap masyarakat serta indonesia lebih mendukung negara negara barat.

2. Perkembangan kebijakan awal dalam negeri :
1. Pelaksanaan pemilu 1971
2. Penyederhanaan Partai Politik
Penyederhanaan partai politik terdiri dari dua partai serta satu golongan karya yaitu:
•Partai Persatuan Pembangunan/PPP koalisi dari partai Nahdlatul Ulama, Perti, PSII dan Parmusi.
•Partai Demokrasi Indonesia koalisi dari partai Nasional Indonesia, partai Murba, partai Katolik, IPKI dan Parkindo.
•Golongan Karya atau Golkar.
3. Dwifungsi ABRI
Dwifungsi ABRI merupakan peran ganda ABRI sebagai kekuatan pertahanan keamanan dan kekuatan sosial politik.
4. Pedoman penghayatan dan pengamalan Pancasila (P-4)
Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P-4) atau Ekaprasetia Pancakarsa, mempunyai tujuan untuk memberi pemahaman pada semua lapisan masyarakat tentang Pancasila. Seluruh organisasi tidak diperkenankan memakai ideologi selain Pancasila, bahkan dilaksanakan penataran P4 bagi para pegawai negeri sipil
Comment Author Avatar
Nama:Salwa Salsabila
Kelas:XII IPA 1
Jawab:

1. Dampak dari supersemar
-Dampak positif dari supersemar adalah
Memberantas anggota PKI dan keturunannya.
-Dampak negatif dari Supersemar yaitu kebijakan luar negeri Indonesia menjadi mendukung Negara-negara Barat seperti Amerika Serikat.
2. Perkembangan kebijakan awal dalam negeri :
1) Pelaksanaan pemilu 1971
2) Penyederhanaan Partai Politik
Penyederhanaan partai politik terdiri dari dua partai serta satu golongan karya yaitu:
-Partai Persatuan Pembangunan/PPP koalisi dari partai Nahdlatul Ulama, Perti, PSII dan Parmusi.
-Partai Demokrasi Indonesia koalisi dari partai Nasional Indonesia, partai Murba, partai Katolik, IPKI dan Parkindo.
-Golongan Karya atau Golkar.
3) Dwifungsi ABRI
Dwifungsi ABRI merupakan peran ganda ABRI sebagai kekuatan pertahanan keamanan dan kekuatan sosial politik.
4) Pedoman penghayatan dan pengamalan Pancasila (P-4)
(P-4) atau Ekaprasetia Pancakarsa, mempunyai tujuan untuk memberi pemahaman pada semua lapisan masyarakat tentang Pancasila.
Comment Author Avatar
Nama:Nur Anisa
Kelas:XII IPA 4
jawab:
1. Dampak dari supersemar
-Dampak positif dari supersemar adalah
Memberantas anggota PKI dan keturunannya.
-Dampak negatif dari Supersemar yaitu kebijakan luar negeri Indonesia menjadi mendukung Negara-negara Barat seperti Amerika Serikat. 

2. Perkembangan kebijakan awal dalam negeri :
1) Pelaksanaan pemilu 1971
2) Penyederhanaan Partai Politik
Penyederhanaan partai politik terdiri dari dua partai serta satu golongan karya yaitu:
-Partai Persatuan Pembangunan/PPP koalisi dari partai Nahdlatul Ulama, Perti,
3) Dwifungsi ABRI
Dwifungsi ABRI merupakan peran ganda ABRI sebagai kekuatan pertahanan keamanan dan kekuatan sosial politik. 
4) Pedoman penghayatan dan pengamalan Pancasila (P-4)
(P-4) atau Ekaprasetia Pancakarsa, mempunyai tujuan untuk memberi pemahaman pada semua lapisan masyarakat tentang Pancasila.
Comment Author Avatar
Nama:Dean Adikara
Kelas:12 IPA 1
1.Dampak dari surat perintah 11 Maret 1966/SUPERSEMAR:
•Dampak positif dari SUPERSEMAR adalah memberantas anggota PKI dan keturunannya.
•Dampak negatif dari SUPERSEMAR adalah pada Januari 1966 telah terjadi demonstrasi besar-besaran di Jakarta yang menuntut pemerintah untuk  menurunkan harga dan membersihkan kabinet dari unsur - unsur PKI, tuntutan rakyat tersebut dikenal dengan sebutan Tritura (tiga tuntutan rakyat).
2.Perkembangan kebijakan awal dalam negeri:
•Pelaksanaan pemilu 1971
•Penyederhanaan partai politik
•Dwifungsi ABRI
•Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P-4)

Comment Author Avatar
Nama: wulan Rahmawati
Kelas:12 Mia 1



1.Dampak Supersemar bagi pemerintah Soekarno:
•Dampak positif:bisa memberantas anggota PKI
•Dampak negatif: Indonesia menjadi lebih mendukung negara barat, seperti Amerika serikat
2.Perkembangan kebijakan awal dalam negeri:
-pelaksanaan pemilu 1971
-penyerdehanaan partai politik
3.Dwifungsi ABRI
4.Pedoman penghayatan dan pengamalan Pancasila (P-4)
Comment Author Avatar
Nama:Wida Renita
Kelas:12 IPA 1

1.Dampak supersemar bagi pemerintah soekarno :
•Dampak positif :Bisa memberantas anggota PKI
•Dampak negatif :Indonesia menjadi lebih mendukung negara barat,seperti Amerika serikat serta pengalihan kekuasaan

2.Perkembangan kebijakan awal dalam negeri :
-Pelaksanaan pemilu 1971
-Penyederhanaan partai politik

3.Dwifungsi ABRI sebagai pertahanan, keamanan dan kekuatan politik

4.Pedoman penghayatan dan pengamalan pancasila (p-4) tujuannya untuk memberi pemahaman pada masyarakat tentang pancasila.
Comment Author Avatar
1. Dampak Supersemar Bagi pemerintahan Soekarno:
•Dampak positif : bisa memberantas anggota PKI
•Dampak negatif : Indonesia menjadi lebih mendukung negara negara barat,seperti Amerika Serikat

2. Perkembangan kebijakan awal dalam negeri :
1. Pelaksanaan pemilu 1971
2. Penyederhanaan Partai Politik
Penyederhanaan partai politik terdiri dari dua partai serta satu golongan karya yaitu:
•Partai Persatuan Pembangunan/PPP koalisi dari partai Nahdlatul Ulama, Perti, PSII dan Parmusi.
•Partai Demokrasi Indonesia koalisi dari partai Nasional Indonesia, partai Murba, partai Katolik, IPKI dan Parkindo.
•Golongan Karya atau Golkar.
3. Dwifungsi ABRI
Dwifungsi ABRI merupakan peran ganda ABRI sebagai kekuatan pertahanan keamanan dan kekuatan sosial politik.
4. Pedoman penghayatan dan pengamalan Pancasila (P-4)
Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P-4) atau Ekaprasetia Pancakarsa, mempunyai tujuan untuk memberi pemahaman pada semua lapisan masyarakat tentang Pancasila. Seluruh organisasi tidak diperkenankan memakai ideologi selain Pancasila, bahkan dilaksanakan penataran P4 bagi para pegawai negeri sipil.
Comment Author Avatar
Nama :Delia Putri
Kelas:12 IPA 4
Comment Author Avatar
Nama :Delia Putri
Kelas:12 IPA 4

1. Dampak Supersemar Bagi pemerintahan Soekarno:
•Dampak positif : bisa memberantas anggota PKI
•Dampak negatif : Indonesia menjadi lebih mendukung negara negara barat,seperti Amerika Serikat

2. Perkembangan kebijakan awal dalam negeri :
1. Pelaksanaan pemilu 1971
2. Penyederhanaan Partai Politik
Penyederhanaan partai politik terdiri dari dua partai serta satu golongan karya yaitu:
•Partai Persatuan Pembangunan/PPP koalisi dari partai Nahdlatul Ulama, Perti, PSII dan Parmusi.
•Partai Demokrasi Indonesia koalisi dari partai Nasional Indonesia, partai Murba, partai Katolik, IPKI dan Parkindo.
•Golongan Karya atau Golkar.
3. Dwifungsi ABRI
Dwifungsi ABRI merupakan peran ganda ABRI sebagai kekuatan pertahanan keamanan dan kekuatan sosial politik.
4. Pedoman penghayatan dan pengamalan Pancasila (P-4)
Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P-4) atau Ekaprasetia Pancakarsa, mempunyai tujuan untuk memberi pemahaman pada semua lapisan masyarakat tentang Pancasila. Seluruh organisasi tidak diperkenankan memakai ideologi selain Pancasila, bahkan dilaksanakan penataran P4 bagi para pegawai negeri sipil.
Comment Author Avatar
Hilda wulan cahyani XII IPA 1

1. Dampak Supersemar bagi pemerintah Soekarno, dari dampak positifnya yaitu seperti pembubaraan Partai Komunis Indonesia (PKI) dan ormas-ormas yang bersangkutan dengan PKI. Sedangkan dampak negatifnya yaitu kebijakan luar negri Indonesia menjadi mendukung negara-negara barat seperti Amerika Serikat.

2. Perkembangan kebijakan awal dalam negri yatu:
1. Pelaksanaan pemilu 1971
Dalam pemilu ini, para pejabat hanya berpihak pada salah satu pemilu yakni Golkar. Jadi Golkar yang selalu menang di tahun berikutnya.
2. Penyederhanaan partai politik
Penyederhanaan partai politik terdiri dari dua partai serta satu golongan karya yaitu:
-Partai Persatuan Pembangunan/PPP koalisi dari partai Nahdlatul Ulama, Perti, PSII dan Parmusi.
-Partai Demokrasi Indonesia koalisi dari partai Nasional Indonesia, partai Murba, partai Katolik, IPKI dan Parkindo.
-Golongan Karya atau
3. Dwi fungsi ABRI
Dwifungsi ABRI merupakan peran ganda ABRI sebagai kekuatan pertahanan keamanan dan kekuatan sosial politik.
4. Pedoman penghayatan dan pengamalan pancasila (P-4)
Fungsinya untuk memberi pemahaman pada semua masyarakat tentang Pancasila
Comment Author Avatar
Nama:Laelasari
Kelas:12 Ipa 1

1.Dampak supersemar bagi pemerintah soekarno :
•Dampak positif :Bisa memberantas anggota PKI
•Dampak negatif :Indonesia menjadi lebih mendukung negara barat,seperti Amerika serikat serta pengalihan kekuasaan
2.Perkembangan kebijakan awal dalam negeri:
•Pelaksanaan pemilu 1971
•Penyederhanaan partai politik
•Dwifungsi ABRI
•Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P-4)


Comment Author Avatar
Nama:Sri Ane
Kelas:12 IPA 1

1.Hancurnya komunisme, pembubaran dan pembersihan PKI, pengalihan kekuasaan yang menimbulkan kekerasan terhadap masyarakat, kebijakan luar negeri Indonesia menjadi mendukung negara negara barat seperti Amerika serikat.

2.Kebijakan awal dalam negeri pemerintahan orde baru terdapat pada bidang ekonomi, politik, dan sosial.
Salah satu isi dari kebijakan tersebut adalah
1.pembentukan kabinet pembangunan
2.pembubaran PKI dan organisasi massanya
3.penyederhanaan partai politik
4.pemilu
5.dwifungsi ABRI
6.penentuan pendapat rakyat
Kebijakan baru ini membuat masyarakat awalnya sangat keberatan karena pada masa pemerintahan Soekarno berbeda tetapi dengan berjalannya waktu masyarakat akhirnya mulai melakukannya dan malah sekarang lebih mendukung negara negara barat.
Comment Author Avatar
Nama:Sri Ane
Kelas:12 IPA 1

1.Hancurnya komunisme, pembubaran dan pembersihan PKI, pengalihan kekuasaan yang menimbulkan kekerasan terhadap masyarakat, kebijakan luar negeri Indonesia menjadi mendukung negara negara barat seperti Amerika serikat.

2.Kebijakan awal dalam negeri pemerintahan orde baru terdapat pada bidang ekonomi, politik, dan sosial.
Salah satu isi dari kebijakan tersebut adalah
1.pembentukan kabinet pembangunan
2.pembubaran PKI dan organisasi massanya
3.penyederhanaan partai politik
4.pemilu
5.dwifungsi ABRI
6.penentuan pendapat rakyat
Kebijakan baru ini membuat masyarakat awalnya sangat keberatan karena pada masa pemerintahan Soekarno berbeda tetapi dengan berjalannya waktu masyarakat akhirnya mulai melakukannya dan malah sekarang lebih mendukung negara negara barat.
Comment Author Avatar
Nama :Andry Ardhiyanto T.U
Kelas:XII - IPA 2

1. Pada dasarnya supersemar lebih menekankan pada penyerahan kekuasaan politik, bukan pembubaran PKI dan Ormas - ormasnya.
Sehingga mengakibatkan adanya kudeta perlahan dalam proses peralihan kekuasaan. Yang kemudian presiden soekarno tergantikan oleh soeharto. Dari kebijakan Presiden telah membuat secara tidak langsung menguntungkan bagi Gerakan 30 September

2. Perkembangan kebijakan awal dalam Orde baru yaitu lebih menekankan pada sektor pembangunan, politik luar negeri , ekonomi, pertanian / industri dan lainnya.
Dimana hal tersebut merupakan sebuah gebrakan yang sangat besar dampaknya bagi kemajuan Negara Indonesia kedepannya.
Seperti rencana Pembangunan 5 tahun
Pelaksanaan pemilu 1971,Penyederhanaan partai politik,Dwifungsi ABRI,Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila .
Comment Author Avatar
1.Dampak positif:tidak ada lgi komunisme
Dampak negatif:Indonesia lebih mendukung negara barat

2.pelaksanaan Pemilu 1971 dan Penyederhanan partai politik

3.dwifungsi abri:peran ganda kekuatan pertahanan keamanan untuk sosial politik

4.pedoman penghayatan dan pengalaman pancasila P-4
Comment Author Avatar
ABDUL ROFI
12 IPA 4

1. Dampak Supersemar Bagi pemerintahan Soekarno:
Dampak positif SUPERSEMAR bisa memberantas anggota PKI Sedangkan Dampak negatif SUPERSEMAR, Indonesia menjadi lebih mendukung negara negara barat,seperti Amerika Serikat

2. Perkembangan kebijakan awal dalam negeri :
1. Pelaksanaan pemilu 1971
2. Penyederhanaan Partai Politik
Penyederhanaan partai politik terdiri dari dua partai serta satu golongan karya yaitu:
•Partai Persatuan Pembangunan/PPP koalisi dari partai Nahdlatul Ulama, Perti, PSII dan Parmusi.
•Partai Demokrasi Indonesia koalisi dari partai Nasional Indonesia, partai Murba, partai Katolik, IPKI dan Parkindo.
•Golongan Karya atau Golkar.
3. Dwifungsi ABRI
Dwifungsi ABRI merupakan peran ganda ABRI sebagai kekuatan pertahanan keamanan dan kekuatan sosial politik.
4. Pedoman penghayatan dan pengamalan Pancasila (P-4)
Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P-4) atau Ekaprasetia Pancakarsa, mempunyai tujuan untuk memberi pemahaman pada semua lapisan masyarakat tentang Pancasila. Seluruh organisasi tidak diperkenankan memakai ideologi selain Pancasila, bahkan dilaksanakan penataran P4 bagi para pegawai negeri sipil.
Comment Author Avatar
Hasan Ali 12 ipa 3

1.Dampaknya memberantas anggota pki beserta ormasnya.
2. Kebijakan politik dalam negeri
-pelaksanaan pemilu 1971
-penyederhanaan partai politik
-dwifungsi abri
Kebijakan politik luar negeri
-indonesia menjadi anggota pbb
Kembali
-pemulihan hubungan diplomatik antara
Malaysia dengan singapura serta
Pemusatan hubungan dengan tiongkok
-memperkuat kerja sama regional serta
Internasional
Comment Author Avatar
Nama:sumiyati
Kelas:12 bahasa

1.Dampak Supersemar bagi pemerintah Soekarno:
•Dampak positif:bisa memberantas anggota PKI
•Dampak negatif: Indonesia menjadi lebih mendukung negara barat, seperti Amerika serikat serta pengalihan kekuasaan
2.Perkembangan kebijakan awal dalam negeri:
-pelaksanaan pemilu 1971
-penyerdehanaan partai politik
3.Dwifungsi ABRI sbagai pertahanan dan keamanan dan kekuatan politik
4.Pedoman penghayatan dan pengamalan Pancasila (P-4) tujuannya untuk memberi pemahaman pada masyarakat tentang pancasila
Comment Author Avatar
Nama : Santi Melani
Kelas : 12 IPA 4

Dampak Surat Perintah 11 Maret 1966 bagi Pemerintahan Soekarno
1. Dampak Positif : Pembubaran Partai Komunis Indonesia (PKI) dan Ormas ormasnya.
dampak Negatif : Indonesia lebih mendukung negara negara Barat.
2. Kebijakan Politik Dalam Negeri :
- Pelaksanaan pemilu 1971 (Para pejabat pemerintah hanya berpihak pada salah satu peserta Pemilu yaitu Golkar. jadi, Golkar selalu memenangkan Pemilu pada tahun berikutnya yaitu pada tahun 1977, 1982, 1987, 1992, sampai 1997.
- Penyederhanaan partai Politik.
Penyederhanaan Partai Politik terdiri atas dua partai dan satu golongan karya yakni :
> Partai Persatuan Pembangunan/PPP koalisi dari Partai Nahdlatul Ulama, Perti, PSII dan Parmusi
> Partai Demokrasi Indonesia Koalisi dari Partai nasional Indonesia, Partai Murba, Partai Katolik, IPKI dan Parkindo
> Golongan Karya
- Dwifungsi ABRI
- Pedoman penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P-4)
Comment Author Avatar
Nama : Siska Wulandari
Kelas : 12 ipa 1
1. Dampak yang ditimbulkan adalah sebagai berikut :
- Perpindahan kekuasaan Soekarno menjadi Soeharto. Hal ini terjadi akibat peristiwa 30 September 1965 yang menjadi titik awal bagi keruntuhan Soekarno dari panggung politik Indonesia.
2. Kebijakan awal dalam negeri pemerintahan Orde Baru:
1.) Pelaksanaan pemilu 1971
2.) Penyederhanaan Partai Politik
Penyederhanaan partai politik terdiri dari dua partai serta satu golongan karya yaitu:
•Partai Persatuan Pembangunan/PPP koalisi dari partai Nahdlatul Ulama, Perti, PSII dan Parmusi.
•Partai Demokrasi Indonesia koalisi dari partai Nasional Indonesia, partai Murba, partai Katolik, IPKI dan Parkindo.
•Golongan Karya atau Golkar.
3.) Dwifungsi ABRI
Dwifungsi ABRI merupakan peran ganda ABRI sebagai kekuatan pertahanan keamanan dan kekuatan sosial politik.
4.) Pedoman penghayatan dan pengamalan Pancasila (P-4)
Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P-4) atau Ekaprasetia Pancakarsa, mempunyai tujuan untuk memberi pemahaman pada semua lapisan masyarakat tentang Pancasila. Seluruh organisasi tidak diperkenankan memakai ideologi selain Pancasila, bahkan dilaksanakan penataran P4 bagi para pegawai negeri sipil.
Comment Author Avatar
1.Hancurnya Komunisme adalah Pembubaran dan Pembersihan PKI,Pengalihan kekuasaan yang menimbulkan kekerasan terhadap masyarakat,kebijakan luar negeri Indonesia menjadi mendukung Negara-negara Barat seperti Amerika Serikat.
2.kebijakan awal dalam negeri pemerintahan orde baru terdapat pada bidang ekonomi,politik dan Sosial.
Salah satu isi dari kebijakan tersebut adalah
1. pembentukan kabinet pembangunan
2. pembubaran pki dan organisasi massanya
3. penyederhanaan partai politik
4. pemilu
5. dwifungsi abri
6. penentuan pendapat rakyat
Kebijakan baru ini membuat masyarakat awalnya sangat keberatan karena pada masanpemerintahan soekarno berbeda tetapi dengan berjalannya waktu masyarakat mulai melakukannya dan malah sekarang lebih mendukung negara negara Barat.
Comment Author Avatar
Dea Kartika 12 IPA 1

1) dampak positif : dapat memberantas PKI, indonesia kembali memjadi anggota PBB
Dampak negatif :politik luar negeri Indonesia lebih mendukung ke negara-negara barat

2.kebijakan awal dalam negeri pemerintahan Orde Baru :
1. Pelaksanaan pemilu 1971

Pemilu yang sudah diatur melalui SI MPR 1967 yang menetapkan pemilu akan dilaksanakan pada tahun 1971 ini, berbeda dengan pemilu pada tahun 1955 (orde revolusi atau orde lama). Pada pemilu ini para pejabat pemerintah hanya berpihak kepada salah satu peserta Pemilu yaitu Golkar. Dan kamu tahu? Golkar lah yang selalu memenangkan pemilu di tahun selanjutnya yaitu tahun 1977, 1982, 1987, 1992, hingga 1997.

2. Penyederhanaan partai politik

Penyederhanaan partai politik menjadi dua partai dan satu golongan karya yaitu:

penyederhanaan partai politik orde baru (1)

3. Dwifungsi ABRI

Dwifungsi ABRI adalah peran ganda ABRI sebagai kekuatan pertahanan keamanan dan sebagai kekuatan sosial politik. Sebagai kekuatan sosial politik ABRI diarahkan untuk mampu berperan secara aktif dalam pembangunan nasional. ABRI juga memiliki wakil dalam MPR yang dikenal sebagai Fraksi ABRI, sehingga kedudukannya pada masa Orde Baru sangat dominan.

4. Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P-4)

Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila atau P-4 atau Ekaprasetya Pancakarsa, bertujuan untuk memberi pemahaman kepada seluruh lapisan masyarakat mengenai Pancasila. Semua organisasi tidak boleh menggunakan ideologi selain Pancasila, bahkan dilakukan penataran P4 untuk para pegawai negeri sipil
Comment Author Avatar
1. Dampak Supersemar yaitu hancurnya komunisme,pembubaran dan pembersihan PKI, Indonesia yang lebih condong ke blok barat
2. Perkembangan kebijakan awal dalam negeri pemerintahan orde baru
Dalam bidang politik yaitu pelaksanaan pemilu 1971,penyederhanaan partai politik dan dwifungsi ABRI.
Dalam bidang ekonomi adalah rencana pembangunan 5 tahun, dan revolusi hijau.
Comment Author Avatar
NAMA : LUTFIAH
KELAS: XII IPA 4

1. Dampak Supersemar Bagi pemerintahan Soekarno:
•Dampak positif : bisa memberantas anggota PKI
•Dampak negatif : Indonesia menjadi lebih mendukung negara negara barat,seperti Amerika Serikat

2. Perkembangan kebijakan awal dalam negeri :
1. Pelaksanaan pemilu 1971
2. Penyederhanaan Partai Politik
Penyederhanaan partai politik terdiri dari dua partai serta satu golongan karya yaitu:
•Partai Persatuan Pembangunan/PPP koalisi dari partai Nahdlatul Ulama, Perti, PSII dan Parmusi.
•Partai Demokrasi Indonesia koalisi dari partai Nasional Indonesia, partai Murba, partai Katolik, IPKI dan Parkindo.
•Golongan Karya atau Golkar.
3. Dwifungsi ABRI
Dwifungsi ABRI merupakan peran ganda ABRI sebagai kekuatan pertahanan keamanan dan kekuatan sosial politik.
4. Pedoman penghayatan dan pengamalan Pancasila (P-4)
Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P-4) atau Ekaprasetia Pancakarsa, mempunyai tujuan untuk memberi pemahaman pada semua lapisan masyarakat tentang Pancasila. Seluruh organisasi tidak diperkenankan memakai ideologi selain Pancasila, bahkan dilaksanakan penataran P4 bagi para pegawai negeri sipil.
Comment Author Avatar
1.Hancurnya Komunisme, Pembubaran dan Pembersihan PKI,Pengalihan kekuasaan yang menimbulkan kekerasan terhadap masyarakat,kebijakan luar negeri Indonesia menjadi mendukung Negara-negara Barat seperti Amerika Serikat.
2.kebijakan awal dalam negeri pemerintahan orde baru terdapat pada bidang ekonomi,politik dan Sosial.
Salah satu isi dari kebijakan tersebut adalah
1. pembentukan kabinet pembangunan
2. pembubaran pki dan organisasi massanya
3. penyederhanaan partai politik
4. pemilu
5. dwifungsi abri
6. penentuan pendapat rakyat
Kebijakan baru ini membuat masyarakat awalnya sangat keberatan karena pada masanpemerintahan soekarno berbeda tetapi dengan berjalannya waktu masyarakat mulai melakukannya dan malah sekarang lebih mendukung negara negara Barat

Comment Author Avatar
Nama :Dedeh jubaedah
Kelas: XII-IBN
Comment Author Avatar
Nama:Dedeh jubaedah
Kelas:XII- IBB
1.Hancurnya Komunisme, Pembubaran dan Pembersihan PKI,Pengalihan kekuasaan yang menimbulkan kekerasan terhadap masyarakat,kebijakan luar negeri Indonesia menjadi mendukung Negara-negara Barat seperti Amerika Serikat.
2.kebijakan awal dalam negeri pemerintahan orde baru terdapat pada bidang ekonomi,politik dan Sosial.
Salah satu isi dari kebijakan tersebut adalah
1. pembentukan kabinet pembangunan
2. pembubaran pki dan organisasi massanya
3. penyederhanaan partai politik
4. pemilu
5. dwifungsi abri
6. penentuan pendapat rakyat
Kebijakan baru ini membuat masyarakat awalnya sangat keberatan karena pada masanpemerintahan soekarno berbeda tetapi dengan berjalannya waktu masyarakat mulai melakukannya dan malah sekarang lebih mendukung negara negara Barat
Comment Author Avatar
Pepi siti sopiah
Xll-Bahasa

1. Dampak Supersemar Bagi pemerintahan Soekarno:
•Dampak positif : bisa memberantas anggota PKI
•Dampak negatif : Indonesia menjadi lebih mendukung negara negara barat,seperti Amerika Serikat 

2. Perkembangan kebijakan awal dalam negeri :
1. Pelaksanaan pemilu 1971
2. Penyederhanaan Partai Politik
Penyederhanaan partai politik terdiri dari dua partai serta satu golongan karya yaitu:
•Partai Persatuan Pembangunan/PPP koalisi dari partai Nahdlatul Ulama, Perti, PSII dan Parmusi.
•Partai Demokrasi Indonesia koalisi dari partai Nasional Indonesia, partai Murba, partai Katolik, IPKI dan Parkindo.
•Golongan Karya atau Golkar.
3. Dwifungsi ABRI
Dwifungsi ABRI merupakan peran ganda ABRI sebagai kekuatan pertahanan keamanan dan kekuatan sosial politik. 
4. Pedoman penghayatan dan pengamalan Pancasila (P-4)
Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P-4) atau Ekaprasetia Pancakarsa, mempunyai tujuan untuk memberi pemahaman pada semua lapisan masyarakat tentang Pancasila. Seluruh organisasi tidak diperkenankan memakai ideologi selain Pancasila, bahkan dilaksanakan penataran P4 bagi para pegawai negeri sipil.
Comment Author Avatar
Pepi siti sopiah
Xll-Bahasa

1. Dampak Supersemar Bagi pemerintahan Soekarno:
•Dampak positif : bisa memberantas anggota PKI
•Dampak negatif : Indonesia menjadi lebih mendukung negara negara barat,seperti Amerika Serikat 

2. Perkembangan kebijakan awal dalam negeri :
1. Pelaksanaan pemilu 1971
2. Penyederhanaan Partai Politik
Penyederhanaan partai politik terdiri dari dua partai serta satu golongan karya yaitu:
•Partai Persatuan Pembangunan/PPP koalisi dari partai Nahdlatul Ulama, Perti, PSII dan Parmusi.
•Partai Demokrasi Indonesia koalisi dari partai Nasional Indonesia, partai Murba, partai Katolik, IPKI dan Parkindo.
•Golongan Karya atau Golkar.
3. Dwifungsi ABRI
Dwifungsi ABRI merupakan peran ganda ABRI sebagai kekuatan pertahanan keamanan dan kekuatan sosial politik. 
4. Pedoman penghayatan dan pengamalan Pancasila (P-4)
Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P-4) atau Ekaprasetia Pancakarsa, mempunyai tujuan untuk memberi pemahaman pada semua lapisan masyarakat tentang Pancasila. Seluruh organisasi tidak diperkenankan memakai ideologi selain Pancasila, bahkan dilaksanakan penataran P4 bagi para pegawai negeri sipil.
Comment Author Avatar
Nama :Jajang Nurjaman
Kelas:12 IPA 2
1. Dampak Supersemar yaitu hancurnya komunisme,pembubaran dan pembersihan PKI, Indonesia yang lebih condong ke blok barat
2. Perkembangan kebijakan awal dalam negeri pemerintahan orde baru
Dalam bidang politik yaitu pelaksanaan pemilu 1971,penyederhanaan partai politik dan dwifungsi ABRI.
Dalam bidang ekonomi adalah rencana pembangunan 5 tahun, dan revolusi hijau.
Comment Author Avatar
Nama:Dodi Darmawan
Kelas:XII IPA 3

1.Dampak Supersemar terhadap pemerintahan Soekarno:
-Dampak positif : memberantas anggota PKI dan keturunannya
-Dampak negatif : Indonesia lebih mendukung negara-negara barat,dan pengalihan kekuasaan tersebut menimbulkan kekerasan terhadap masyarakat

2.perkembangan kebijakan awal dalam negeri:
1.pelaksanaan pemilu 1971
2.penyederhanaan partai politik
Penyederhanaan partai politik terdiri dari dua partai serta satu golongan karya yaitu:
-Partai Persatuan Pembangunan/PPP koalisi dari partai Nahdlatul Ulama, Perti, PSII dan Parmusi.
-Partai Demokrasi Indonesia koalisi dari partai Nasional Indonesia, partai Murba, partai Katolik, IPKI dan Parkindo.
-Golongan Karya atau Golkar.
3.Dwifungsi ABRI
4.Pedoman penghayatan dan pengamalan Pancasila (P-4)
Comment Author Avatar
Agnia siti Fatimah 12 IpA 3

1. Dampak Supersemar Bagi pemerintahan Soekarno:
•Dampak positif : bisa memberantas anggota PKI
•Dampak negatif : Indonesia menjadi lebih mendukung negara negara barat,seperti Amerika Serikat

2. Perkembangan kebijakan awal dalam negeri :
1. Pelaksanaan pemilu 1971
2. Penyederhanaan Partai Politik
Penyederhanaan partai politik terdiri dari dua partai serta satu golongan karya yaitu:
•Partai Persatuan Pembangunan/PPP koalisi dari partai Nahdlatul Ulama, Perti, PSII dan Parmusi.
•Partai Demokrasi Indonesia koalisi dari partai Nasional Indonesia, partai Murba, partai Katolik, IPKI dan Parkindo.
•Golongan Karya atau Golkar.
3. Dwifungsi ABRI
Dwifungsi ABRI merupakan peran ganda ABRI sebagai kekuatan pertahanan keamanan dan kekuatan sosial politik.
4. Pedoman penghayatan dan pengamalan Pancasila (P-4)
Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P-4) atau Ekaprasetia Pancakarsa, mempunyai tujuan untuk memberi pemahaman pada semua lapisan masyarakat tentang Pancasila. Seluruh organisasi tidak diperkenankan memakai ideologi selain Pancasila, bahkan dilaksanakan penataran P4 bagi para pegawai negeri sipil.
Comment Author Avatar
Keputusan Indonesia untuk bersikap netral selama Perang Dingin merupakan langkah strategis yang bertujuan untuk menjaga kepentingan nasional. Dengan tidak memihak salah satu pihak, Indonesia dapat fokus pada pembangunan dan pengembangan negara, serta berperan aktif dalam menjaga perdamaian dunia.