Menganalisis Sifat Pendudukan Jepang dan Respon Bangsa Indonesia | Sejarah Indonesia Kelas 11
A. Kedatangan Jepang ke Indonesia
1. Restorasi Meiji Awal Modernisasi Jepang
Pemerintahan Jepang dilaksanakan oleh Shogun Tokugawa
atau Keshogunan Edo (Edo Bakufu) yang menjalankan politik sakoku atau politik
isolasi. Terjadi persaingan antara Shogun dengan Daimyo yang semakin ketat. Pada
31 Maret 1854, Komodor Matthew C. Perry datang dan berhasil memaksa Jepang
menandatangani Perjanjian Kanagawa (1854). Antara Amerika Serikat dan pemerintah
Jepang. Dalam apa yang kemudian dikenal sebagai "pembukaan Jepang",
kedua negara sepakat untuk terlibat dalam perdagangan terbatas dan menyetujui
pengembalian aman para pelaut Amerika yang telah terdampar di perairan Jepang. Perry memaksa Jepang membuka
pelabuhan-pelabuhan untuk kapal-kapal asing yang ingin berdagang. Komodor Perry
datang ke Jepang menaiki kapal super besar yang dilengkapi persenjataan dan
teknologi yang jauh lebih superior dibandingkan milik Jepang saat itu.
Pada tanggal 6
April 1868, Meiji Tenno memproklamasikan Charter Outh (Sumpah
Setia) menuju Jepang baru yang terdiri atas lima pasal, seperti berikut:
1. Akan dibentuk parlemen.
2. Seluruh bangsa harus bersatu untuk
mencapai kesejahateraan.
3. Adat istiadat yang kolot dan yang
menghalangi kemajuan Jepang harus dihapuskan.
4. Semua jabatan terbuka untuk siapa
saja.
5. Mendapatkan ilmu pengetahuan
sebanyak mungkin untuk pembangunan bangsa dan negara.
Untuk mencapai
cita-cita tersebut maka Meiji Tenno melaksanakan pembaharuan restorasi. Itulah
sebabnya Kaisar Meiji kemudian dikenal dengan Meiji Restorasi. Restorasi yang
dilakukan meliputi segala bidang, yakni politik, ekonomi, pendidikan dan
militer.
Pada
tanggal 7 Desember 1941, Jepang mengadakan serangan terhadap pangkalan militer Amerika
Serikat di Pearl Harbor, Hawaii. Jepang berhasil menenggelamkan kapal Angkatan laut
Amerika. Sejak saat itu, Amerika menyatakan perang terhadap Jepang dalam perang
dunia II. Pasukan tantara berhasil juga menguasai basis militer Amerika di
Filipina, kemudian serangan itu diarahkan ke Indonesia. Serangan ini
dimaksudkan untuk mendapatkan cadangan logistik dan bahan industri perang,
seperti minyak bumi, timah, dan alumunium. Sebab, persediaan minyak di Indonesia
diperkirakan dapat mencukupi kebutuhan Jepang selama Perang Pasifik.
Dalam
rangka menguasai Indonesia, Jepang menyerang markas-markas Belanda di Tarakan
di Kalimantan Timur dan Balikpapan pada 12 Januari 1942, kemudian Sumatra, dan
Jawa pada Februari 1942. Tanggal 5 Maret 1942 Batavia dan Bogor berhasil dikuasai
Jepang. Pada tanggal 8 Maret 1942, Panglima Angkatan Perang Hindia Belanda
Letnan Jenderal H. Ter Poorten, atas nama Angkatan Perang Sekutu di Indonesia,
menyerah tanpa syarat kepada pimpinan tentara Jepang, Letnan Jenderal Hitoshi
Imamura.
Penyerahan
tanpa syarat tersebut ditandai dengan persetujuan Kalijati yang diadakan di
Subang, Jawa Barat. Isi persetujuan tersebut adalah penyerahan hak atas tanah
jajahan Belanda di Indonesia kepada pemerintahan pendudukan Jepang. Artinya,
bangsa Indonesia memasuki periode penjajahan yang baru.
3.
Sambutan Rakyat Indonesia
Meski
kedatangannya, seperti juga Belanda, adalah untuk tujuan menjajah, Jepang
diterima dan disambut lebih baik oleh bangsa Indonesia. Berikut alasan yang
melatarbelakangi perbedaan sikap tersebut.
- Jepang menyatakan bahwa
kedatangannya di Indonesia tidak untuk menjajah, bahkan bermaksud untuk
membebaskan rakyat Indonesia dari belenggu penjajahan
- Jepang melakukan propaganda melalui
Gerakan 3A (Jepang cahaya Asia, Jepang pelindung Asia, dan Jepang pemimpin
Asia).
- Jepang mengaku sebagai saudara tua
bangsa Indonesia yang datang dengan maksud hendak membebaskan rakyat
- Adanya semboyan Hakko Ichiu,
yakni dunia dalam satu keluarga dan Jepang adalah pemimpin keluarga
tersebut yang berusaha menciptakan kemakmuran
Pihak
Jepang terus melakukan propaganda untuk
menggerakkan dukungan rakyat Indonesia. Setiap kali radio Tokyo memperdengarkan
lagu Indonesia Raya, disamping lagu Kimogayo. Bendera yang berwarna Merah Putih
juga boleh dikibarkan berdampingan dengan bendera Jepang Hinomaru. Melalui
siaran radio, juga dipropagandakan bahwa barang-barang buatan Jepang itu
menarik dan murah harganya, sehingga mudah bagi rakyat Indonesia untuk
membelinya.
Pendudukan
Jepang di Indonesia dibagi dalam tiga wilayah, antara lain:
- Pemerintahan Militer Angkatan Darat
ke-25 (Tomi Shudan), wilayah kekuasaannya meliputi Sumatra dengan pusat
pemerintahan di Bukittinggi
- Pemerintahan Militer Angkatan Darat
ke-16 (Asamu Sudan), wilayah kekuasaannya meliputi Jawa dan Madura dengan
pusat pemerintahan di Jakarta.
- Pemerintahan Militer Angkatan Laut II (Armada Selatan Kedua), wilayah kekuasaannya meliputi Sulawesi, Kalimantan, dan Maluku dengan pusat pemerintahan di Makassar.
Pemerintahan militer di Sumatra yang berada di bawah Panglima Tentara Keduapuluhlima membentuk sepuluh karesidenan (syu) yang terdiri dari bungsyu (subkaresidenan), gun, dan son. Kesepuluh syu tersebut adalah Aceh, Sumatra Timur, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Bengkulu, Jambi, Palembang, Lampung, dan Bangka Bilitan (Belitung). Jabatan syucokan dipegang oleh orang Jepang. Selain pemerintahan militer (gunsei) angkatan darat, Armada Selatan Kedua juga membentuk suatu pemerintahan yang disebut Minseibu. Pemerintahan ini terdapat di tiga tempat, yaitu Kalimantan, Sulawesi, dan Seram. Daerah bawahannya meliputi syu, ken, bunken (subkabupaten), gun, dan son.
Seperti di Pulau Jawa dan Sumatra, tidak lama setelah pendaratan tentara Jepang, orang-orang Indonesia mendapatkan jabatan-jabatan tinggi. Namun, setelah bulan Agustus 1942, jabatan- jabatan yang disediakan untuk orang Indonesia hanya terbatas sampai gunco dan sanco, sedangkan jabatan wali kota untuk Makassar, Manado, Banjarmasin, dan Pontianak dipegang oleh orang Jepang.Pemerintahan pendudukan militer di Jawa sifatnya hanya sementara, sesuai dengan Osamu Seirei Nomor 1 Pasal 1 yang dikeluarkan tanggal 7 Maret 1942 oleh Panglima Tentara Keenam belas. Undang-undang tersebut menjadi pokok dari peraturan-peraturan ketatanegaraan pada masa pendudukan Jepang. Jabatan gubernur jenderal di zaman Hindia Belanda dihapuskan. Segala kekuasaan yang dahulu dipegang gubernur jenderal sekarang dipegang oleh panglima tentara Jepang di Jawa.
Undang-undang tersebut juga mengisyaratkan bahwa pemerintahan pendudukan Jepang berkeinginan untuk terus menggunakan aparat pemerintah sipil yang lama beserta para pegawainya. Hal ini dimaksudkan agar pemerintahan dapat terus berjalan dan kekacauan dapat dicegah. Adapun pimpinan pusat tetap dipegang tentara Jepang.
Susunan
pemerintahan militer Jepang sebagai berikut.
a. Gunshireikan (panglima tentara) disebut Saiko
Shikikan (panglima tertinggi), merupakan pucuk pimpinan panglima tentara
yang pertama dijabat oleh Jenderal Hitoshi Imamura. Bertugas menetapkan peraturan
yang dikeluarkan oleh Gunseikan. Peraturan itu disebut Osamu
Kanrei. Peraturan-peraturan tersebut diumumkan dalam Kan Po (berita
pemerintahan), sebuah penerbitan resmi yang dikeluarkan oleh Gunseikanbu.
b.
Gunseikan (kepala pemerintahan militer), yang dirangkap oleh
kepala staf. Kepala staf yang pertama adalah Mayor Jenderal Seizaburo Okasaki. Gunseikanbu adalah
staf pemerintahan militer pusat yang terdiri dari lima bu (departemen):
Sumabu (Departemen Urusan Umum), Zaimubu (Departemen Keuangan), Sangyobu
(Departemen Perusahaan, Industri, dan Kerajinan), Kotsubu (Departemen Lalu
Lintas), dan Shihobu (Departemen Kehakiman).
c. Koordinator pemerintahan militer setempat disebut gunseibu. Pusat-pusat koordinator militer tersebut berada di Bandung (Jawa Barat), Semarang (Jawa Tengah), dan Surabaya (Jawa Timur). Selain itu, dibentuk pula dua daerah istimewa (koci), yaitu Surakarta dan Yogyakarta. Untuk setiap gunseibu ditempatkan beberapa komandan militer setempat. Mereka bertugas memulihkan ketertiban dan keamanan, menanamkan kekuasaan, dan membentuk pemerintahan setempat. Mereka juga diberi wewenang untuk memecat para pegawai yang berkebangsaan Belanda. Akan tetapi, usaha untuk membentuk pemerintahan setempat ternyata tidak berjalan lancar.
Jepang masih sangat kekurangan tenaga pemerintah. Jepang telah berusaha mengirimkan tenaga yang dibutuhkan, namun tidak sampai ke tujuan karena kapal yang mengangkut tenaga-tenaga pemerintahan tersebut tenggelam setelah terkena serangan torpedo sekutu. Akhirnya, Jepang terpaksa mengangkat pegawai-pegawai dari bangsa Indonesia asli. Hal ini memberi keuntungan bagi pihak Indonesia karena memperoleh pengalaman dalam bidang pemerintahan.
5.
Pemerintahan Sipil
Menurut
Undang-Undang No. 27 tentang Perubahan Tata Pemerintahan Daerah, seluruh Pulau
Jawa dan Madura (kecuali kedua kochi, Surakarta dan Yogyakarta)
dibagi atas enam wilayah pemerintahan.
- Syu (karesidenan), dipimpin oleh seorang syuco.
- Syi (kotapraja), dipimpin oleh seorang syico.
- Ken (kabupaten), dipimpin oleh seorang kenco.
- Gun (kawedanan atau distrik), dipimpin oleh
seorang gunco.
- Son (kecamatan), dipimpin oleh seorang sonco.
- Ku (kelurahan atau desa), dipimpin oleh
seorang kuco.
Dalam menjalankan pemerintahan, syucokan dibantu oleh Cokan Kanbo (Majelis Pemusyawaratan Cokan) yang terdiri dari tiga bu (bagian), yaitu Naiseibu (bagian pemerintahan umum), Keizaibu (bagian ekonomi), dan Keisatsubu (bagian kepolisian). Para syucokan secara resmi dilantik oleh gunseikan pada bulan September 1942. Pelantikan ini merupakan awal dari pelaksanaan organisasi pemerintahan daerah dan menyingkirkan pegawai-pegawai Indonesia yang pernah menduduki kedudukan tinggi pada masa pemerintahan sementara.
Pemerintah Jepang juga membentuk Tonarigumi, yang pada masa sekarang ini kita kenal dengan Rukun Tetangga (RT). Tonarigumi ini digunakan oleh pemerintah Jepang untuk mengawasi gerak-gerik rakyat agar dapat dipantau oleh pemerintah Jepang.
B. Organisasi Pergerakan Masa Pendudukan Jepang
Selama masa pendudukan Jepang, bangsa Indonesia dilarang membentuk organisasi sendiri. Akan tetapi, Jepang sendiri membentuk organisasi-organisasi bagi rakyat Indonesia dengan maksud dipersiapkan untuk membantu Jepang. Organisasi-organisasi ini pada akhirnya berbalik melawan Jepang.
1.
Organisasi yang bersifat sosial Kemasyarakatan
a. Gerakan Tiga A
Gerakan
Tiga A merupakan organisasi propaganda untuk kepentingan perang Jepang.
Organisasi ini berdiri pada 29 Maret 1942. Pimpinannya adalah Mr. Syamsuddin.
Tujuan berdirinya Gerakan Tiga A adalah agar rakyat dengan sukarela
menyumbangkan tenaga bagi perang Jepang.
Semboyannya
adalah Nippon cahaya Asia, Nippon pemimpin Asia, Nippon pelindung Asia. Untuk
menunjang gerakan ini, dibentuk Barisan Pemuda Asia Raya yang dipimpin Sukarjo
Wiryopranoto. Adapun untuk menyebarluaskan propaganda, diterbitkan surat kabar
Asia Raya.
Setelah kedok organisasi ini diketahui, rakyat kehilangan simpati dan meninggalkan organisasi tersebut. Pada tanggal 20 November 1942, organisasi ini dibubarkan.
b. Putera (Pusat Tenaga Rakyat)
Pada
tanggal 16 April 1943, diumumkan lahirnya gerakan baru yang disebut Pusat
Tenaga Rakyat atau Putera. Pemimpinnya adalah empat serangkai, yaitu Ir.
Soekarno, Moh. Hatta, Ki Hadjar Dewantara, dan Mas Mansyur.
Menurut
SoekarnotTujuan Putera adalah untuk membangun dan menghidupkan segala sesuatu
yang telah dihancurkan oleh Belanda. Adapun tujuan bagi Jepang adalah untuk
memusatkan segala potensi masyarakat Indonesia dalam rangka membantu usaha
perangnya.
Oleh
karena itu, telah digariskan sebelas macam kegiatan yang harus dilakukan
sebagaimana tercantum dalam peraturan dasarnya. Di antaranya yang terpenting
adalah memengaruhi rakyat supaya kuat rasa tanggung jawabnya untuk menghapuskan
pengaruh Amerika, Inggris, dan Belanda, mengambil bagian dalam mempertahankan
Asia Raya, memperkuat rasa persaudaraan antara Indonesia dan Jepang, serta
mengintensifkan pelajaran-pelajaran bahasa Jepang. Di samping itu, Putera juga
mempunyai tugas di bidang sosial-ekonomi.
Jadi,
Putera dibentuk untuk membujuk para kaum nasionalis dan golongan intelektual
agar mengerahkan tenaga dan pikirannya guna membantu Jepang dalam rangka
menyukseskan Perang Asia Timur Raya. Organisasi Putera tersusun dari pemimpin
pusat dan pemimpin daerah. Pemimpin pusat terdiri dari pejabat bagian usaha
budaya dan pejabat bagian propaganda.
Akan
tetapi, organisasi Putera di daerah semakin hari semakin mundur. Hal ini
disebabkan, antara lain,
- keadaan sosial masyarakat di daerah
ternyata masih terbelakang, termasuk dalam bidang pendidikan, sehingga
kurang maju dan dinamis;
- keadaan ekonomi masyarakat yang
kurang mampu berakibat mereka tidak dapat membiayai gerakan
Dalam perkembangannya, Putera lebih banyak dimanfaatkan untuk perjuangan dan kepentingan bangsa Indonesia. Mengetahui hal ini, Jepang membubarkan Putera dan mementingkan pembentukan organisasi baru, yaitu Jawa Hokokai.
c. Majelis Islam A’la Indonesia (MIAI) dan Majelis
Syura Muslimin (Masyumi)
MIAI merupakan organisasi yang berdiri pada masa penjajahan Belanda, tepatnya pada tahun 1937 di Surabaya. Pendirinya adalah K. H. Mas Mansyur dan kawan-kawan. Organisasi ini tetap diizinkan berdiri pada masa pendudukan Jepang sebab merupakan gerakan anti-Barat dan hanya bergerak dalam bidang amal (sebagai baitulmal) serta penyelenggaraan hari-hari besar Islam saja. Meskipun demikian, pengaruhnya yang besar menyebabkan Jepang merasa perlu untuk membatasi ruang gerak MIAI.
Pada awal pendudukan, Jepang membentuk Bagian Pengajaran dan Agama yang dipimpin oleh Kolonel Horie. Ia mengadakan pertemuan dengan sejumlah pemuka agama di Surabaya. Dalam pertemuan tersebut, Horie meminta agar umat Islam tidak melakukan kegiatan- kegiatan yang bersifat politik. Permintaan ini disetujui oleh peserta pertemuan tersebut yang kemudian membuat pernyataan sikap di akhir pertemuan. Pada akhir Desember 1942, hasil pertemuan di Surabaya itu ditingkatkan dengan mengundang 32 orang kiai di seluruh Jawa Timur untuk menghadap Letnan Jenderal Imamura dan Gunseikan, Mayor Jenderal Okasaki. Dalam pertemuan tersebut, Gunseikan menyatakan bahwa Jepang akan tetap menghargai Islam dan akan mengikutsertakan golongan Islam dalam pemerintahan.
Pemerintah militer Jepang memilih MIAI sebagai satu-satunya wadah bagi organisasi gabungan golongan Islam. Akan tetapi, organisasi ini baru diakui oleh Jepang setelah mengubah anggaran dasarnya, khususnya mengenai asas dan tujuannya. Pada asas dan tujuan MIAI ditambahkan kalimat: “… turut bekerja dengan sekuat tenaga dalam pekerjaan membangun masyarakat baru untuk mencapai kemakmuran bersama di lingkungan Asia Raya di bawah pimpinan Dai Nippon.”
Sebagai organisasi tunggal golongan Islam, MIAI mendapat simpati yang luar biasa dari kalangan umat Islam sehingga organisasi ini berkembang semakin maju. Melihat perkembangan ini, Jepang mulai merasa curiga. Tokoh-tokoh MIAI di berbagai daerah mulai diawasi. Untuk mengantisipasi agar gerakan para pemuka agama Islam tidak menjurus pada kegiatan yang berbahaya bagi Jepang, diadakan pelatihan para kiai. Para kiai yang menjadi peserta pelatihan tersebut dipilih berdasarkan syarat-syarat memiliki pengaruh yang luas di lingkungannya dan mempunyai watak yang baik. Pelatihan tersebut berlangsung di Balai Urusan Agama di Jakarta selama satu bulan.
Arah
perkembangan MIAI ini mulai dipahami oleh Jepang sebagai organisasi yang tidak
memberikan kontibusi terhadap Jepang. Hal tersebut tidak sesuai dengan harapan
Jepang sehingga pada November 1943 MIAI dibubarkan. Sebagai penggantinya,
Jepang membentuk Masyumi (Majelis Syura Muslimin Indonesia.
Organisasi ini disahkan oleh Gunseikan pada tanggal 22 November 1943. Susunan kepengurusan Masyumi adalah ketua pengurus besar dipegang oleh K.H. Hasyim Asy’ari, wakil dari Muhammadiyah adalah K.H. Mas Mansur, K.H. Farid Ma’ruf, K.H. Mukti, K.H. Hasyim, dan Kartosudarmo. Adapun wakil dari NU adalah K.H. Nachrowi, Zainul Arifin, dan K.H. Mochtar.
d. Himpunan Kebaktian Rakyat Jawa (Jawa Hokokai)
Tahun 1944, situasi Perang Asia Timur mulai berbalik, tentara sekutu dapat mengalahkan tantara Jepang di berbagai tempat. Hal ini menyebabkan kedudukan Jepang di Indonesia semakin mengkhawatirkan. Jepang mendirikan Jawa Hokokai pada tanggal 1 Januari 1944. Organisasi ini diperintah langsung oleh kepala pemerintahan militer Jepang (Gunseikan). Latar belakang dibentuknya Jawa Hokokai adalah Jepang menyadari bahwa Putera lebih bermanfaat bagi pihak Indonesia daripada bagi pihak Jepang. Oleh karena itu, Jepang merancang pembentukan organisasi baru yang mencakup semua golongan masyarakat, termasuk golongan Cina dan Arab. Berdirinya Jawa Hokokai diumumkan oleh Panglima Tentara Keenambelas, Jenderal Kumakichi Harada.
Sebelum mendirikan Jawa Hokokai, pemerintah pendudukan Jepang lebih dahulu meminta pendapat empat serangkai. Alasan yang diajukan adalah semakin hebatnya Perang Asia Timur Raya sehingga Jepang perlu membentuk organisasi baru untuk lebih menggiatkan dan mempersatukan segala kekuatan rakyat. Dasar organisasi ini adalah pengorbanan dalam hokoseiskin (semangat kebaktian) yang meliputi pengorbanan diri, mempertebal rasa persaudaraan, dan melaksanakan sesuatu dengan bakti.
Secara
tegas, Jawa Hokokai dinyatakan sebagai organisasi resmi pemerintah. Jika pucuk
pimpinan Putera diserahkan kepada golongan nasionalis Indonesia, kepemimpinan
Jawa Hokokai pada tingkat pusat dipegang langsung oleh Gunseikan.
Adapun
pimpinan daerah diserahkan kepada pejabat setempat mulai dari Shucokan sampai
Kuco. Kegiatan-kegiatan Jawa Hokokai sebagaimana digariskan dalam anggaran
dasarnya sebagai berikut.
- Melaksanakan segala Tindakan dengan
nyata dan ikhlas demi pemerintah Jepang.
- Memimpin rakyat untuk mengembangkan
tenaganya berdasarkan semangat persaudaraan.
- Memperkokoh pembelaan tanah air
Anggota Jawa Hokokai adalah bangsa Indonesia yang berusia minimal 14 tahun, bangsa Jepang yang menjadi pegawai negeri, dan orang-orang dari berbagai kelompok profesi misalnya Kyoiku Hokokai (Kebaktian para pendidik guru-guru) dan Isi Hokokai (wadah kebaktian pada dokter). Jawa Hokokai juga memiliki anggota istimewa seperti Fujinkai (organisasi wanita), dan Keimin Bunka Shidosho (Pusat Kebudayaan).
Jawa Hokokai merupakan pelaksana utama usaha pengerahan barang-barang dan padi. Pada tahun 1945, semua kegiatan pemerintah dalam bidang pergerakan dilaksanakan oleh Jawa Hokokai sehingga organisasi ini harus melaksanakan tugas dengan nyata dan menjadi alat bagi kepentingan Jepang.
Organisasi ini tidak berkembang di luar Jawa, sehingga golongan nasionalis di luar Jawa kurang mendapatkan wadah. Penguasa di luar Jawa seperti di Sumatera berpendapat bahwa di Sumatera terdapat banyak suku, Bahasa, dan adat istiadat, sehingga sulit dibentuk organisasi besar dan memusat, kalau ada hanya local di tingkat daerah saja. Dengan demikian, organisasi Jawa Hokokai ini juga dapat berkembang sesuai yang diinginkan Jepang.
Setelah membaca materi awal kedatangan Jepang ke Indonesia silakan jawab pertanyaan berikut pada kolom komentar
"Mengapa Jepang sangat bersemangat membentuk organisasi pergerakan di Indonesia?"
322 komentar untuk "Menganalisis Sifat Pendudukan Jepang dan Respon Bangsa Indonesia | Sejarah Indonesia Kelas 11"
Kelas: XI MIPA 1
Absen: 28
----
Jepang begitu semangat untuk membentuk organisasi-organisasi militer dan semi militer di Indonesia, karena ingin organisasi ini dapat membantu pasukan Jepang dalam melawan kemungkinan invasi oleh Sekutu ke Indonesia dalam Perang Dunia II serta untuk menarik simpati dan mencari dukungan dari rakyat Indonesia. Sumber daya manusia dari para pemuda waktu itu akan sangat membantu memperkuat pasukan Jepang dalam menghadapi Perang Pasifik.
Kelas : 11 MIPA 6
Absen : 29
Jepang sangat bersemangat membentuk organisasi pergerakan di Indonesia yaitu karena jepang ingin menarik simpati dari masyarakat Indonesia. Dan Dengan dibentuknya organisasi-organisasi ini maka masyarakat indonesia akan melihat jepang sangat mendukung indonesia menuju jalan kemerdekaanya. Dan dengan alasan ini pula pastinya akan membantu dan mempermudah Jepang untuk lebih menguatkan dan memperlancar propagandanya di Indonesia
Absen : 33
Kelas : XI MIPA 3
SOAL : Mengapa Jepang sangat bersemangat membentuk organisasi pergerakan di Indonesia?
JAWABAN :
Pada pertengahan tahun 1942, timbul pemikiran dari Markas Besar Tentara Jepang untuk membuat pemerintahan militer agar penduduk di daerah pendudukan dilibatkan dalam aktivitas pertahanan dan kemiliteran (termasuk semimiliter). Hal tersebut bertujuan untuk dapat mempergunakannya dalam kepentingan di Perang Pasifik melawan negara-negara Barat. Hal tersebutlah yang membuat Jepang begitu bersemangat untuk membentuk organisasi-organisasi pergerakan di Indonesia, karena ingin organisasi ini dapat membantu pasukan Jepang dalam melawan kemungkinan invasi oleh Sekutu ke Indonesia dalam Perang Dunia II serta menggunakan propagandanya untuk menarik simpati dan mencari dukungan dari rakyat Indonesia. Untuk menggalang dukungan dari rakyat Indonesia dan mempertahankan wilayah kekuasaannya di Indonesia dari ancaman Sekutu, Jepang membentuk organisasi militer, seperti Heiho, Seinendan, Funjinkai, Keibodan, terutama PETA (Pembela Tanah Air) yaitu pasukan sukarelawan demi mempertahankan wilayahnya. Dengan organisasi militer, para pemuda yang dipandang memiliki jumlah yang cukup besar dan rakyat mendapatkan pendidikan ketentaraan di PETA, yang kemudian dimanfaatkan kelebihan sumber daya manusia tersebut untuk digunakan dalam memperkuat posisi Jepang dalam menghadapi perang di Asia Timur Raya ( perang pasifik ) untuk melawan sekutu dan agar dapat mempertahankan kemerdekaan Indonesia dari upaya Belanda merebut kembali kekuasaan
Kelas : XI MIPA 6
Jepang sangat bersemangat membentuk organisasi pergerakan di Indonesia yaitu karena jepang ingin menarik simpati dari masyarakat Indonesia. Dan Dengan dibentuknya organisasi-organisasi ini maka masyarakat indonesia akan melihat jepang sangat mendukung indonesia menuju jalan kemerdekaanya. Dan dengan alasan ini pula pastinya akan membantu dan mempermudah Jepang untuk lebih menguatkan dan memperlancar propagandanya di Indonesia
Absen : 33
Kelas : XI MIPA 3
SOAL : Mengapa Jepang sangat bersemangat membentuk organisasi pergerakan di Indonesia?
JAWABAN :
Pada pertengahan tahun 1942, timbul pemikiran dari Markas Besar Tentara Jepang untuk membuat pemerintahan militer agar penduduk di daerah pendudukan dilibatkan dalam aktivitas pertahanan dan kemiliteran (termasuk semimiliter). Hal tersebut bertujuan untuk dapat mempergunakannya dalam kepentingan di Perang Pasifik melawan negara-negara Barat. Hal tersebutlah yang membuat Jepang begitu bersemangat untuk membentuk organisasi-organisasi pergerakan di Indonesia, karena ingin organisasi ini dapat membantu pasukan Jepang dalam melawan kemungkinan invasi oleh Sekutu ke Indonesia dalam Perang Dunia II serta menggunakan propagandanya untuk menarik simpati dan mencari dukungan dari rakyat Indonesia. Untuk menggalang dukungan dari rakyat Indonesia dan mempertahankan wilayah kekuasaannya di Indonesia dari ancaman Sekutu, Jepang membentuk organisasi militer, seperti Heiho, Seinendan, Funjinkai, Keibodan, terutama PETA (Pembela Tanah Air) yaitu pasukan sukarelawan demi mempertahankan wilayahnya. Dengan organisasi militer, para pemuda yang dipandang memiliki jumlah yang cukup besar dan rakyat mendapatkan pendidikan ketentaraan di PETA, yang kemudian dimanfaatkan kelebihan sumber daya manusia tersebut untuk digunakan dalam memperkuat posisi Jepang dalam menghadapi perang di Asia Timur Raya ( perang pasifik ) untuk melawan sekutu dan agar dapat mempertahankan kemerdekaan Indonesia dari upaya Belanda merebut kembali kekuasaan.
Kelas : 11 MIPA 4
Absen : 14
Sebagai bangsa penjajah Jepang ingin memanfaatkan tidak hanya sumber daya alam negri jajahannya tetapi memanfaatkan juga sumber daya manusianya. Hal ini dilihat dari banyaknya organisasi yang dibuat Jepang untuk diikuti oleh rakyat Indonesia khususnya golongan pemuda. Jepang ingin memanfaatkan rakyat Indonesia di bidang militer maupun semi militer untuk melindungi Jepang dari invasi sekutu pada perang dunia kedua, selain itu rencana Jepang ini merupakan salah satu bentuk propaganda mereka yaitu menarik simpati masyarakat Indonesia
Kelas : 11 IPS 3
NO.ABSEN: 06
Karena jepang melihat kelompok pemuda Indonesia yang jumlahnya cukup besar,maka dari itu, jepang memanfaatkan kelebihan sumber daya manusia itu untuk membantu memperkuat posisi Jepang dalam menghadapi kemungkinan invasi oleh sekutu ke Indonesia dan perang dunia ke 2 dan juga untuk menarik simpati rakyat Indonesia.
Kelas: XI IPS 2
Absen: 17
Mengapa jepang sangat bersemangat membangun organisasi di Indonesia dikarenakan jepang melihat potensi besar yang di miliki dari para pemuda Indonesia, lalu juga hal ini dapat membantu Jepang jika nanti ada peperangan, selain itu sebagai bangsa yang menjajah, jepang ingin mengambil kekayaan yang di miliki Indonesia dengan sebaik mungkin
Kelas: 11 IPS
Absen: 20
Karena Jepang melihat potensi besar yang di miliki dari para pemuda Indonesia, lalu juga hal ini dapat membantu Jepang jika nanti ada peperangan, selain itu sebagai bangsa yang menjajah, jepang ingin mengambil kekayaan yang di miliki Indonesia dengan sebaik mungkin.
Kelas: XI MIPA 7
No Absen: 18
Jawaban:
Jepang begitu semangat untuk membentuk organisasi-organisasi militer dan semi militer di Indonesia, karena ingin organisasi ini dapat membantu pasukan Jepang dalam melawan kemungkinan invasi oleh Sekutu ke Indonesia dalam Perang Dunia II serta untuk menarik simpati dan mencari dukungan dari rakyat Indonesia
Kelas : XI MIPA 4
Absen : 22
karena jepang melihat kelompok pemuda indonesia yang jumlahnya cukup besar. Maka dari itu jepang memanfaatkan kelebihan sumber daya manusia itu untuk membantu memperkuan posisi jepang dengan menghadapi perang di asia timur raya atau perang pasifik untuk melawan sekutu
Kelas: XI MIPA 4
Absen : 08
Alasan Jepang sangat bersemangat membentuk organisasi pergerakan di Indonesia adalah agar organisasi tersebut dapat membantu pasukan Jepang dalam melawan kemungkinan invasi oleh Sekutu ke Indonesia dalam Perang Dunia II dan mempergunakannya dalam kepentingan di Perang Pasifik melawan negara-negara Barat.Disamping itu, pembuatan organisasi ini bertujuan untuk menarik simpati dan mencari dukungan dari rakyat Indonesia.
Kelas : 11 MIPA 7
Absen : 33
Alasan Jepang sangat bersemangat membentuk organisasi pergerakan di Indonesia adalah karena Jepang berharap negara jajahannya dapat membantu Jepang melawan ancaman sekutu. Ide ini awalnya muncul tahun 1942 dari Markas Besar Tentara Jepang bahwa penduduk dari negara jajahan Jepang dilibatkan dalam aktivitas militer untuk melindungi wilayahnya. Ide ini juga memungkinkan adanya simpati dari rakyat Indonesia untuk mengakui Jepang
Menurut saya, karena Jepang ingin mengawasi pergerakan Indonesia seperti sistem tonarigumi, tujuan Jepang membentuk sistem tersebut yaitu untuk mengetahui pergerakan Bangsa Indonesia dan untuk mengawasi kehidupan Bangsa Indonesia dengan lebih dalam dan mendetail.
alasan keduanya yaitu, mungkin untuk menarik simpati para warga Indonesia agar menyimpulkan bahwa Jepang adalah 'saudara tua' yang membantu 'saudara muda'nya dari keterpurukan, dan membangun Negeri Indonesia bersama - sama.
Nurhamdalah (24)
XI IPS-1
Kelas : 11 MIPA 4
Absen : 18
Alasan Jepang begitu semangat untuk membentuk organisasi-organisasi militer dan semi militer di Indonesia, karena Jepang melihat kelompok pemuda Indonesia yang jumlahnya cukup besar. Kemudian Angkatan Laut dengan Armada Selatan Kedua nya untuk daerah Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku. Selain itu, Jepang pun membentuk sejumlah organisasi militer dan semimiliter seperti Heiho, Seinendan, Funjinkai, Keibodan, dan PETA untuk mempersiapkan kaum muda menjaga pertahanan Jepang. Maka dari itu, Jepang memanfaatkan sumber daya manusia itu untuk membantu memperkuat posisi Jepang dalam menghadapi kemungkinan invasi oleh Sekutu ke Indonesia dalam Perang Dunia II serta untuk menarik simpati dan mencari dukungan dari rakyat Indonesia.
ABSEN : 08
KELAS : XI MIPA 7
Jepang begitu semangat untuk membentuk organisasi organisasi militer dan semi militer di Indonesia, karena ingin organisasi ini dapat membantu pasukan jepang dalam melawan kemungkinan invasi oleh Sekutu ke Indonesia dalam Perang Dunia II serta untuk menarik simpati dan mencari dukungan dari rakyat Indonesia. Jepang juga sangat bersemangat membentuk organisasi pergerakan di Indonesia, karena jepang melihat kelompok pemuda Indonesia ia yang jumlahnya cukup besar. Maka dari itu, Jepang memanfaatkan kelebihan sumber daya manusia itu untuk membantu memperkuat posisi Jepang dalam menghadapi perang di Asia timur raya (perang Pasifik) untuk melawan sekutu.
Kelas : xi mipa 4
Absen : 19
Jawaban :
Jepang begitu semangat untuk membentuk organisasi-organisasi militer dan semi militer di Indonesia, karena ingin organisasi ini dapat membantu pasukan Jepang dalam melawan kemungkinan invasi oleh Sekutu ke Indonesia dalam Perang Dunia II serta untuk menarik simpati dan mencari dukungan dari rakyat Indonesia.
Kelas : XI MIPA 7
Absen : 12
Jepang begitu semangat untuk membentuk organisasi-organisasi militer dan semi militer di Indonesia, karena ingin organisasi ini dapat membantu pasukan Jepang dalam melawan kemungkinan invasi oleh Sekutu ke Indonesia dalam Perang Dunia II serta untuk menarik simpati dan mencari dukungan dari rakyat Indonesia.
Kelas : XI MIPA 4
Absen : 19
Jawaban :
Jepang begitu semangat untuk membentuk organisasi-organisasi militer dan semi militer di Indonesia, karena ingin organisasi ini dapat membantu pasukan Jepang dalam melawan kemungkinan invasi oleh Sekutu ke Indonesia dalam Perang Dunia II serta untuk menarik simpati dan mencari dukungan dari rakyat Indonesia.
Kelas: XI MIPA 7
Nomor Absen: 17
Jepang begitu semangat untuk membentuk organisasi-organisasi militer dan semi militer di Indonesia karena ingin organisasi ini dapat membantu pasukan Jepang dalam melawan kemungkinan invasi oleh Sekutu ke Indonesia dalam Perang Dunia II serta untuk menarik simpati dan mencari dukungan dari rakyat Indonesia.
Pada pertengahan tahun 1942, timbul pemikiran dari Markas Besar Tentara Jepang untuk membuat pemerintahan militer agar penduduk di daerah pendudukan dilibatkan dalam aktivitas pertahanan dan kemiliteran (termasuk semimiliter). Hal tersebut bertujuan untuk dapat mempergunakannya dalam kepentingan di Perang Pasifik melawan negara-negara Barat. Hal tersebut lah yang membuat Jepang semangat membentuk wilayah militer yang terdiri dari tiga yakni, Angkatan Darat dengan Tentara Kedua Puluh Lima (Tomi Shudan) untuk Sumatera.
Kelas: XI MIPA 7
Absen:05
Dari sumber yang saya baca, Jepang sangat antusias untuk membentuk organisasi pergerakan di Indonesia dikarenakan Jepang berniat untuk memanfaatkan pemuda Indonesia yang jumlahnya sangat banyak untuk membantu Jepang melawan invasi yang dilakukan oleh sekutu pada perang dunia II, selain itu Jepang juga menarik dukungan dan simpati dari rakyat Indonesia untuk membantu Jepang mempertahankan posisinya saat perang lain.
Kelas: XI MIPA 7
Absen: 05
Dari sumber yang saya baca, Jepang sangat antusias dalam pembentukan organisasi pergerakan di Indonesia dikarenakan Jepang memiliki niat untuk memanfaatkan pemuda Indonesia dalam peperangan yang dilakukan oleh Jepang dan menjadikan Indonesia sebsgai benteng untuk mempertahankan diri. Sebagai contoh Jepang ingin Indonesia membantunya jika Sekutu melakukan invasi, juga dalam perang pasifik
Kelas : XI IPS 1
No. Presensi : 22
Mengapa Jepang sangat bersemangat membentuk organisasi pergerakan di Indonesia?
-> Pada tahun 1943 terjadi perubahan politik dunia, di mana blok As (Jerman, dkk.) telah menderita kekakalahan di mana-mana. Karena itu Jepang pun mulai cemas terhadap serangan balasan sekutu yang semakin ofensif dalam perang pasifik.
Perang Pasifik yang semakin mendesak kekuatan Jepang, membuat Jepang mulai kembali memutar otak dan menemukan cara untuk setidaknya menghambat laju nya tentara sekutu, yaitu dengan meminta bantuan dari rakyat untuk menahan laju ofensif tentara sekutu. Akhirnya, pemerintah Jepang mulai memikirkan pengerahan pemuda-pemuda Indonesia guna membantu usaha peperangannya. Tetapi di akhir, Jepang mulai beralih ke strategi defensif di mana Indonesia menjadi front depan. Karena itu, semakin banyak pula personil personil militer maupun semi militer Indonesia yang dibuat oleh Jepang, dengan cara merekrut dan melatih rakyat" Indonesia untuk dijadikan personil militer dan semi militer secara cuma-cuma dalam menghadapi perang Asia-Pasifik.
Alasan lain Jepang sanagt bersemangat karena mereka tahu bahwa SDM Indonesia sangatlah banyak, oleh karena itu cukup menguntungkan mereka jika mereka melatih rakyat Indonesia dengan benar. Karena mereka tau, mereka punya cadangan tentara yang cukup.
Kelas:XI IPS 2
Absen:27
Mengapa Jepang sangat bersemangat membentuk organisasi pergerakan di Indonesia?
karena ingin organisasi ini dapat membantu pasukan Jepang dalam melawan kemungkinan invasi oleh Sekutu ke Indonesia dalam Perang Dunia II serta untuk menarik simpati dan mencari dukungan dari rakyat Indonesia.
Kelas : XI MIPA 7
JAWABAN : karena ingin organisasi ini dapat membantu pasukan Jepang dalam melawan kemungkinan invasi oleh Sekutu ke Indonesia dalam Perang Dunia II serta untuk menarik simpati dan mencari dukungan dari rakyat Indonesia.
Kelas : xi mipa 7
Absen 23
Jwaban karena ingin organisasi ini dapat membantu pasukan Jepang dalam melawan kemungkinan invasi oleh Sekutu ke Indonesia dalam Perang Dunia II serta untuk menarik simpati dan mencari dukungan dari rakyat Indonesia
Kelas: XI IPS 4
Absen: 29
Jepang begitu semangat untuk membentuk organisasi-organisasi militer dan semi militer di Indonesia, karena ingin organisasi ini dapat membantu pasukan Jepang dalam melawan kemungkinan invasi oleh Sekutu ke Indonesia dalam Perang Dunia II serta untuk menarik simpati dan mencari dukungan dari rakyat Indonesia.
Kelas : XI IPS 4
Absen : 22
Karena Jepang melihat kelompok pemuda Indonesia yang jumlahnya banyak lalu mereka memanfaatkan banyaknya sumber daya manusia itu untuk membantu memperkuat posisinya dalam menghadapi perang Pasifik di Asia Timur raya dalam melawan Sekutu. selain itu Jepang sangat semangat dalam membentuk organisasi organisasi militer dan semi militer di Indonesia untuk menarik simpati dan dukungan lebih dari rakyat Indonesia dan mengharapkan organisasi ini akan membantu Jepang dalam melawan kemungkinan invasi dari Sekutu ke Indonesia dalam perang Dunia II.
Kelas : XI IPS 4
No. Absen : 06
pertengahan tahun 1942, timbul pemikiran dari Markas Besar Tentara Jepang untuk membuat pemerintahan militer. Tujuan Jepang bersemangat membentuk organisasi pergerakan di Indonesia karena untuk membantu Jepang dalam mempertahankan posisi Jepang saat berperang dengan Asia timur raya atau perang Pasifik untuk melawan sekutu. Hal ini juga merupakan propaganda untuk mengambil simpati rakyat Indonesia
Kelas : XI IPS 4
No. Absen : 06
pertengahan tahun 1942, timbul pemikiran dari Markas Besar Tentara Jepang untuk membuat pemerintahan militer. Tujuan Jepang bersemangat membentuk organisasi pergerakan di Indonesia karena untuk membantu Jepang dalam mempertahankan posisi Jepang saat berperang dengan Asia timur raya atau perang Pasifik untuk melawan sekutu. Hal ini juga merupakan propaganda untuk mengambil simpati rakyat Indonesia
Kelas : XI IPS 2
Absen : 13
Jepang semangat membentuk wilayah militer agar penduduk di daerah dilibatkan dalam aktivitas pertahanan dan kemiliteran (termasuk semimiliter). Hal tersebut bertujuan untuk dapat mempergunakannya dalam kepentingan di Perang Pasifik melawan negara-negara Barat
Kelas : XI IPS 2
Absen :13
Jepang semangat membentuk wilayah militer agar penduduk di daerah dilibatkan dalam aktivitas pertahanan dan kemiliteran (termasuk semimiliter). Hal tersebut bertujuan untuk dapat mempergunakannya dalam kepentingan di Perang Pasifik melawan negara-negara Barat
Kelas: XI MIPA 2
Absen 22
Karena jepang melihat kelompok pemuda Indonesia yang jumlahnya Cukup besar. Maka dari itu,jepang memanfaatkan kelebihan sumber daya manusia itu untuk membantu memperkuat posisi Jepang dalam menghadapi perang di asia timur raya (perang pasifik) untuk melawan sekutu.
Kelas:XI MIPA 1
Absen:04
Jepang membentuk organisasi militer dan semi-militer adalah untuk membantu Jepang dalam menghadapi perang Pasifik untuk membuat pemerintahan militer agar penduduk di daerah pendudukan dilibatkan dalam aktivitas pertahanan dan kemiliteran (termasuk semimiliter). Hal tersebut bertujuan untuk dapat mempergunakannya dalam kepentingan di Perang Pasifik melawan negara-negara Barat.
Kelas: XI MIPA 1
Absen:04
Jepang membentuk organisasi militer dan semi-militer adalah untuk membantu Jepang dalam menghadapi perang Pasifik untuk membuat pemerintahan militer agar penduduk di daerah pendudukan dilibatkan dalam aktivitas pertahanan dan kemiliteran (termasuk semimiliter). Hal tersebut bertujuan untuk dapat mempergunakannya dalam kepentingan di Perang Pasifik melawan negara-negara Barat.
Kelas: 11 MIPA 1
Absen: 08
Alasan mengapa Jepang begitu semangat untuk membentuk organisasi militer dan semi milter di Indonesia agar penduduk di daerah pendudukan dilibatkan dalam aktivitas pertahanan dan kemiliteran (termasuk semimiliter). Hal tersebut bertujuan untuk dapat mempergunakannya dalam kepentingan di Perang Pasifik melawan negara-negara Barat.Maka dari itu, Jepang semangat membentuk wilayah militer.
Kelas: 11 MIPA 1
ABSEN: 08
Alasannya adalah karena Jepang ingin menarik simpati rakyat Indonesia yang berada dibawah daerah jajahannya dan hal itu didukung dengan sambutan baik bangsa Indonesia terhadap kedatangan Jepang. Selain itu, Jepang juga ingin organisasi tersebut dapat membantu kebutuhan perang Jepang di Pasifik.
Kelas : XI IPS 1
Absen : 11
Mengapa Jepang sangat bersemangat membentuk organisasi pergerakan di Indonesia? karena Jepang melihat kelompok pemuda Indonesia yang jumlahnya cukup besar. Maka dari itu, Jepang memanfaatkan sumber daya manusia itu untuk membantu memperkuat posisi Jepang dalam menghadapi kemungkinan invasi oleh Sekutu ke Indonesia dalam Perang Dunia II serta untuk menarik simpati dan mencari dukungan dari rakyat Indonesia.
Kelas XI MIPA 1
No Absen 027.
Jepang begitu semangat untuk membentuk organisasi-organisasi militer dan semi militer di Indonesia, karena ingin organisasi ini dapat membantu pasukan Jepang dalam melawan kemungkinan invasi oleh Sekutu ke Indonesia dalam Perang Dunia II serta untuk menarik simpati dan mencari dukungan dari rakyat Indonesia.
Kelas: 11 ips 3
No absen:36
" Jepang sangat bersemangat untuk membentuk organisasi pergerakan di Indonesia karena ingin organisasi ini dapat membantu pasukan Jepang dalam melawan kemungkinan invasi oleh Sekutu ke Indonesia dalam perang Dunia ke 2 serta untuk menarik simpati dalam mencari dukungan dari rakyat Indonesia. "
Kelas: XI MIPA 4
Jepang sangat bersemangat untuk membentuk berbagai organisasi di Indonesia baik organisasi semi militer mau pun organisasi militer, karena beberapa hal.
Karena pada pertengahan tahun 1942, timbul pemikiran dari Markas Besar Tentara Jepang untuk membuat pemerintahan militer agar penduduk di daerah pendudukan dilibatkan dalam aktivitas pertahanan dan kemiliteran (termasuk semimiliter).
Selama menduduki Indonesia, Jepang membentuk sejumlah organisasi militer dan semimiliter untuk mempersiapkan kaum muda menjaga pertahanan Jepang dan dapat membantu pasukan Jepang dalam melawan kemungkinan invasi oleh Sekutu ke Indonesia dalam Perang Dunia II. Hal lainnya adalar memicu simpati rakyat Indonesia untuk selalu mendukung jepang.
Kelas : XI mipa 1
Nomor absen : 21
Jepang begitu semangat untuk membentuk organisasi-organisasi militer dan semi militer di Indonesia, karena ingin organisasi ini dapat membantu pasukan Jepang dalam melawan kemungkinan invasi oleh Sekutu ke Indonesia dalam Perang Dunia II serta untuk menarik simpati dan mencari dukungan dari rakyat Indonesia
Kelas: XI IPS 1
No. Absen: 19
Jepang begitu bersemangat dalam membentuk organisasi pergerakan di Indonesia dikarenakan untuk mempersiapkan bangsa Indonesia untuk membantu Jepang dalam perang Pasifik dan untuk menarik simpati serta dukungan dari rakyat Indonesia. Namun, rencana jepang tidak berjalan dengan mulus karena organisasi yang dibuat tersebut malah berbalik melawan Jepang dan beberapa tidak berguna bagi Jepang sehingga organisasi tersebut dibubarkan.
Kelas : XI MIPA 2
Pada pertengahan tahun 1942, timbul pemikiran dari Markas Besar Tentara Jepang untuk membuat pemerintahan militer agar penduduk di daerah pendudukan dilibatkan dalam aktivitas pertahanan dan kemiliteran (termasuk semimiliter). Hal tersebut bertujuan untuk dapat mempergunakannya dalam kepentingan di Perang Pasifik melawan negara-negara Barat.Kemudian Angkatan
Laut dengan Armada Selatan Kedua nya untuk daerah Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku. Selain itu, Jepang pun membentuk sejumlah organisasi militer dan semimiliter seperti Heiho, Seinendan, Funjinkai, Keibodan, dan PETA untuk mempersiapkan kaum muda menjaga pertahanan Jepang.
Dengan demikian, pembentukan organisasi militer dan semi-militer adalah untuk membantu Jepang dalam menghadapi perang Pasifik.
Kelas: XI MIPA 3
No. Absen: 03
Alasan mengapa Jepang sangat bersemangat membentuk organisasi pergerakan di Indonesia agar penduduk di Indonesia tertarik dan penduduk di daerah pendudukan dilibatkan dalam aktivitas pertahanan dan kemiliteran (termasuk semimiliter). Hal tersebut bertujuan untuk dapat mempergunakannya dalam kepentingan di Perang Pasifik melawan negara-negara Barat.
Kelas : XI MIPA 4
Pertanyaan : Mengapa saat kependudukan Jepang di Indonesia, Jepang sangat bersemangat untuk membangun berbagai organisasi lokal?
Jawaban : Karena pada saat itu Jepang sedang mempertahankan kekuatan militernya dalam perang dunia 2. Juga Jepang melihat banyak potensi dari pribumi untuk membuat sebuah gerakan. Maka pada saat itu Jepang bersemangat untuk membuat banyak organisasi adalah untuk memperkuat pasukan Jepang. Organisasi-organisasi itulah yang nantinya Jepang manfaatkan untuk memperkuat militernya, seperti organisasi gerakan 3A untuk menarik simpati pribumi supaya mau rela berkorban untuk jepang.
Kelas : XI MIPA 4
Pertanyaan : Mengapa pada masa kependudukan Jepang, Jepang sangat bersemangat dalam membentuk organisasi lokal?
Jawab : Karena pada saat kependudukan Jepang di Indonesia, Jepang masih berusaha mempertahankan kekuatan militernya di perang dunia 2. Setelah pengeboman pearl harbor, itu tidak memberi efek yang begitu kuat pada Amerika. Kemudian Jepang juga melihat potensi yang besar dari pribumi untuk ikut berperang. Maka untuk membantu kekuatan militernya Jepang membentuk berbagai organisasi pribumi untuk membantu Jepang dalam berperang. Sebagai conto, organisasi 3A yang bertujuan untuk menarik simpati pribumi ikut berperang untuk Jepang.
Kelas : XI MIPA 1
No absen:04
Jepang membentuk organisasi militer dan semi-militer adalah untuk membantu Jepang dalam menghadapi perang Pasifik untuk membuat pemerintahan militer agar penduduk di daerah pendudukan dilibatkan dalam aktivitas pertahanan dan kemiliteran (termasuk semimiliter). Hal tersebut bertujuan untuk dapat mempergunakannya dalam kepentingan di Perang Pasifik melawan negara-negara Barat.
Kelas : 11 Mipa 3
Jepang begitu semangat untuk membentuk organisasi-organisasi militer dan semi militer di Indonesia, karena ingin organisasi ini dapat membantu pasukan Jepang dalam melawan kemungkinan invasi oleh Sekutu ke Indonesia dalam Perang Dunia II serta untuk menarik simpati dan mencari dukungan dari rakyat Indonesia.
Kelas : 11 Mipa 3
Jepang begitu semangat untuk membentuk organisasi-organisasi militer dan semi militer di Indonesia, karena ingin organisasi ini dapat membantu pasukan Jepang dalam melawan kemungkinan invasi oleh Sekutu ke Indonesia dalam Perang Dunia II serta untuk menarik simpati dan mencari dukungan dari rakyat Indonesia.
11 IPS 2
32
Karna untuk membantu dalam menghadapi perang Pasifik
Kelas: XI MIPA 7
Absen: 27
Jawaban:
Alasan Jepang begitu bersemangat dalam membentuk organisasi pergerakan di Indonesia dikarenakan untuk membantu mempertahankan daerah kekuasaan Jepang di Indonesia,mempersiapkan bangsa Indonesia untuk membantu Jepang dalam perang Pasifik dan untuk menarik simpati serta dukungan dari rakyat Indonesia.
Kelas : XI MIPA 4
No Absen : 16
Alasan Jepang sangat bersemangat untuk membentuk organisasi pergerakan di Indonesia adalah karena Jepang melihat potensi dari sumber daya manusia yang dapat dimanfaatkan. Maka membentuk organisasi dapat menjadi cara efektif bagi Jepang untuk menciptakan pasukan dari bangsa Indonesia untuk melindungi wilayah jajahan Jepang
Kelas : XI MIPA 7
Absen : 26
Pada pertengahan tahun 1942, timbul pemikiran dari Markas Besar Tentara Jepang untuk membuat pemerintahan militer agar penduduk di daerah pendudukan dilibatkan dalam aktivitas pertahanan dan kemiliteran (termasuk semimiliter). Hal tersebut bertujuan untuk dapat mempergunakannya dalam kepentingan di Perang Pasifik melawan negara-negara Barat. Hal tersebut lah yang membuat Jepang semangat membentuk wilayah militer yang terdiri dari tiga yakni, Angkatan Darat dengan Tentara Kedua Puluh Lima (Tomi Shudan) untuk Sumatera. Lalu Angkatan Darat berikutnya dengan Tentara Keenam Belas (Asamu Shudan) untuk Jawa & Madura. Kemudian Angkatan Laut dengan Armada Selatan Kedua nya untuk daerah Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku. Selain itu, Jepang pun membentuk sejumlah organisasi militer dan semimiliter seperti Heiho, Seinendan, Funjinkai, Keibodan, dan PETA untuk mempersiapkan kaum muda menjaga pertahanan Jepang.
Dengan demikian, pembentukan organisasi militer dan semi-militer adalah untuk membantu Jepang dalam menghadapi perang Pasifik.
Kelas: XI IPS 1
Jepang begitu semangat untuk membentuk organisasi militer dan semi militer di Indonesia, karena Jepang menyadari pemuda Indonesia yang jumlahnya cukup besar yang Maka dari itu, Jepang memanfaatkan hal itu untuk membantu memperkuat posisi Jepang dalam menghadapi kemungkinan invasi oleh Sekutu ke Indonesia dalam Perang Dunia II serta untuk menarik simpati dan mencari dukungan dari rakyat Indonesia.
Kelas: XI MIPA 5
Absen: 21
karena ingin organisasi ini dapat membantu pasukan Jepang dalam melawan kemungkinan invasi oleh Sekutu ke Indonesia dalam Perang Dunia II serta untuk menarik simpati dan mencari dukungan dari rakyat Indonesia.
kelas: XI IPS 3
Jepang begitu bersemangat dalam membentuk organisasi pergerakan di Indonesia dikarenakan untuk mempersiapkan bangsa Indonesia untuk membantu Jepang dalam perang Pasifik dan untuk menarik simpati serta dukungan dari rakyat Indonesia. Namun, rencana jepang tidak berjalan dengan mulus karena organisasi yang dibuat tersebut malah berbalik melawan Jepang dan beberapa tidak berguna bagi Jepang sehingga organisasi tersebut dibubarkan.
kelas : 11 MIPA 6
NO absen 09
Jepang begitu semangat untuk membentuk organisasi militer dan semi militer di Indonesia karena Jepang melihat kelompok pemuda Indonesia yang jumlahnya cukup besar. Maka dari itu, Jepang memanfaatkan sumber daya manusia itu untuk membantu memperkuat posisi Jepang dalam menghadapi kemungkinan invasi oleh Sekutu ke Indonesia dalam Perang Dunia II serta untuk menarik simpati dan mencari dukungan dari rakyat Indonesia. Namun justru hal tersebut malah menyerang Jepang kembali sehingga organisasi tersebut dibubarkan
KELAS:XI IPS 1
ABSEN:13
Jawaban:
Jepang begitu semangat untuk membentuk organisasi-organisasi militer dan semi militer di Indonesia, karena ingin organisasi ini dapat membantu pasukan Jepang dalam melawan kemungkinan invasi oleh Sekutu ke Indonesia dalam Perang Dunia II serta untuk menarik simpati dan mencari dukungan dari rakyat Indonesia.
KELAS: 11 IPS 1
Jepang sangat bersemangat membentuk organisasi pergerakan di Indonesia karena untuk mengambil dukungan dari rakyat Indonesia dan mempertahankan wilayah kekuasaannya di Indonesia dari ancaman Sekutu. Pada pertengahan tahun 1942, timbul pemikiran dari Markas Besar Tentara Jepang untuk membuat pemerintahan militer agar penduduk di daerah pendudukan dilibatkan dalam aktivitas pertahanan dan kemiliteran (termasuk semimiliter). Hal tersebut bertujuan untuk dapat mempergunakannya dalam kepentingan di Perang Pasifik melawan negara-negara Barat. Hal tersebut lah yang membuat Jepang semangat membentuk wilayah militer.
kelas: XI MIPA 6
Absen: 02
Jawaban: Pada pertengahan tahun 1942, timbul pemikiran dari Markas Besar Tentara Jepang untuk membuat pemerintahan militer agar penduduk di daerah pendudukan dilibatkan dalam aktivitas pertahanan dan kemiliteran (termasuk semimiliter). Hal tersebut bertujuan untuk dapat mempergunakannya dalam kepentingan di Perang Pasifik melawan negara-negara Barat. Hal tersebut lah yang membuat Jepang semangat membentuk wilayah militer yang terdiri dari tiga yakni, Angkatan Darat dengan Tentara Kedua Puluh Lima (Tomi Shudan) untuk Sumatera. Lalu Angkatan Darat berikutnya dengan Tentara Keenam Belas (Asamu Shudan) untuk Jawa & Madura. Kemudian Angkatan Laut dengan Armada Selatan Kedua nya untuk daerah Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku. Selain itu, Jepang pun membentuk sejumlah organisasi militer dan semimiliter seperti Heiho, Seinendan, Funjinkai, Keibodan, dan PETA untuk mempersiapkan kaum muda menjaga pertahanan Jepang. Dengan demikian, pembentukan organisasi militer dan semi-militer adalah untuk membantu Jepang dalam menghadapi perang Pasifik.
KELAS: XI IPS 4
NO ABSEN: 02
Jepang begitu semangat untuk membentuk organisasi-organisasi militer dan semi militer di Indonesia, karena ingin organisasi ini dapat membantu pasukan Jepang dalam melawan kemungkinan invasi oleh Sekutu ke Indonesia dalam Perang Dunia II serta untuk menarik simpati dan mencari dukungan dari rakyat Indonesia.
Kelas: XI IPS 4
NO ABSEN: 02
Jepang begitu semangat untuk membentuk organisasi-organisasi militer dan semi militer di Indonesia, karena ingin organisasi ini dapat membantu pasukan Jepang dalam melawan kemungkinan invasi oleh Sekutu ke Indonesia dalam Perang Dunia II serta untuk menarik simpati dan mencari dukungan dari rakyat Indonesia.
Kelas : 11 MIPA 4
Jepang sangat bersemangat membentuk organisasi pergerakan di Indonesia karena Jepang melihat potensi sumber daya manusia yang bisa dimanfaatkan untuk membantu Jepang dalam perang Asia Pasifik. Jepang juga mencari dukungan dari rakyat Indonesia jika kemungkinan terjadi invansi sekutu di Perang Dunia II
Kelas : 11 MIPA 4
Jepang sangat bersemangat membentuk organisasi pergerakan di Indonesia karena Jepang melihat potensi sumber daya manusia yang bisa dimanfaatkan untuk membantu Jepang dalam perang Pasifik. Jepang juga mencari dukungan dari masyarakat Indonesia untuk melawan kemungkinan invansi di Perang Dunia II
Kelas : 11 IPS 2
Pembentukan organisasi militer dan semi-militer adalah untuk membantu Jepang dalam menghadapi perang Pasifik.
Kelas: XI MIPA 1
Absen:20
Jepang begitu semangat untuk membentuk organisasi-organisasi militer dan semi militer di Indonesia, karena Jepang melihat kelompok pemuda Indonesia yang jumlahnya cukup besar. Maka dari itu, Jepang memanfaatkan sumber daya manusia itu untuk membantu memperkuat posisi Jepang dalam menghadapi kemungkinan invasi oleh Sekutu ke Indonesia dalam Perang Dunia II serta untuk menarik simpati dan mencari dukungan dari rakyat Indonesia
Kelas:XI MIPA 2
Absen:01
Jepang begitu semangat untuk membentuk organisasi-organisasi militer dan semi militer di Indonesia, karena ingin organisasi ini dapat membantu pasukan Jepang dalam melawan kemungkinan invasi oleh Sekutu ke Indonesia dalam Perang Dunia II serta untuk menarik simpati dan mencari dukungan dari rakyat Indonesia.
Kelas : 11 MIPA 2
Absen : 16
Karena jumlah pemuda Indonesia yang banyak dan nantinya dapat membantu Jepang untuk menghadapi invasi oleh Sekutu dalam Perang Dunia 2 serta untuk menarik simpati dan dukungan dari rakyat Indonesia.
Kelas: XI Mipa 6
absen: 17
Jepang sangat bersemangat membentuk organisasi pergerakan di Indonesia karena untuk mengambil dukungan dari rakyat Indonesia dan mempertahankan wilayah kekuasaannya dari ancaman sekutu. Pada tahun 1942, timbul pemikiran dari Markas Besar Tentara Jepang untuk membuat pemerintahan militer agar penduduk di daerah pendudukan dilibatkan dalam aktivitas pertahanan dan kemiliteran. Hal tersebut bertujuan untuk dapat mempergunakannya dalam kepentingan di Perang Pasifik melawan negara - negara Barat. Maka dari itu, Jepang semangat membentuk wilayah militer.
KELAS:11 IPS 2
NO ABSEN: 36
Karena ingin organisasi ini dapat membantu pasukan jepang dalam melawan kemungkinan invasi oleh sekutu ke indonesia dalam perang dunia II serta untuk menarik simpati dan mencari dukungan dari rakyat indonesia.
Kelas: XI - MIPA 2
Absen: 02
Jepang begitu semangat untuk membentuk organisasi-organisasi militer dan semi militer di Indonesia, karena ingin organisasi ini dapat membantu pasukan Jepang dalam melawan kemungkinan invasi oleh Sekutu ke Indonesia dalam Perang Dunia II serta untuk menarik simpati dan mencari dukungan dari rakyat Indonesia.
Kelas : XI MIPA 6
Sebab, pada tahun 1942, terdapat pemikir dari Markas Besar Tentara Jepang agar penduduk di daerah dilibatkan dalam aktivitas pertahanan dan kemiliteran, jepang melihat kelompok pemuda Indonesia yang jumlahnya cukup besar. Maka dari itu, jepang memanfaatkan kelebihan sumber daya manusia itu untuk membantu memperkuat posisi Jepang dalam menghadapi perang di asia timur raya (perang pasifik) untuk melawan sekutu.
Kelas : XI MIPA 6
Absen : 15
Jawaban:
Alasan mengapa Jepang begitu semangat untuk membangun organisasi pergerakan di Indonesia, karena Jepang melihat SDM di Indonesia yang jumlahnya cukup besar dan karena penduduk di daerah pendudukan dilibatkan dalam aktivitas pertahanan dan kemiliteran (termasuk semimiliter). Hal tersebut bertujuan untuk dapat mempergunakannya dalam kepentingan di Perang Pasifik melawan negara-negara Barat. Serta untuk menarik simpati dan mencari dukungan dari rakyat Indonesia.
Kelas : XI MIPA 1
Jepang membentuk organisasi militer dan semi-militer adalah untuk membantu Jepang dalam menghadapi perang Pasifik untuk membuat pemerintahan militer agar penduduk di daerah pendudukan dilibatkan dalam aktivitas pertahanan dan kemiliteran (termasuk semimiliter). Hal tersebut bertujuan untuk dapat mempergunakannya dalam kepentingan di Perang Pasifik melawan negara-negara Barat.
Kelas:XI MIPA 7
Absen:21
Jepang begitu semangat untuk membentuk organisasi-organisasi militer dan semi militer di Indonesia, karena ingin organisasi ini dapat membantu pasukan Jepang dalam melawan kemungkinan invasi oleh Sekutu ke Indonesia dalam Perang Dunia II serta untuk menarik simpati dan mencari dukungan dari rakyat Indonesia.
Kelas : XI IPS 4
NO. ABSEN : 10
Mengapa Jepang sangat bersemangat membentuk organisasi pergerakan di Indonesia?
Jawaban :
Karena jepang melihat kelompok pemuda Indonesia yang jumlahnya cukup besar. Maka dari itu, jepang memanfaatkan kelebihan sumber daya manusia itu untuk membantu memperkuat posisi Jepang dalam menghadapi perang di asia timur raya (perang pasifik) untuk melawan sekutu.
Kelas: XI MIPA 6
“Mengapa Jepang bersemangat membentuk organisasi pergerakan di Indonesia?”
Karena Jepang memiliki maksud memanfaatkan organisasi - organisasi tersebut untuk membantu Jepang dalam menghadapi perang, dengan banyaknya sumber daya manusia yang ada di Indonesia yang dipersiapkan untuk membantu memperkuat dan mempertahankan posisi daerah kekuasaan Jepang, Jepang menarik simpati dan dukungan di Indonesia terlebih dahulu dari rakyat Indonesia dengan melakukan propaganda.
11 IPS 2
Agar Jepang dibantu urusan" Nya oleh masyarakat Indonesia.
Kelas : XI MIPA 4
absen : 31
Jepang begitu semangat untuk membentuk organisasi-organisasi militer dan semi militer di Indonesia, karena Jepang melihat kelompok pemuda Indonesia yang jumlahnya cukup besar. Maka dari itu, jepang memanfaatkan kelompok pemuda itu untuk membantu memperkuat posisi Jepang dalam menghadapi perang di asia timur raya (perang pasifik) untuk melawan sekutu.
Kelas : XI MIPA 1
No. Absen : 09
Karena Jepang melihat pemuda di Indonesia yang jumlahnya cukup besar. Maka dari itu, Jepang memanfaatkan kelebihan Sumber Daya Manusia (SDM) itu dengan tujuan untuk membantu memperkuat posisi Jepang dalam menghadapi perang di Asia Timur Raya/Perang Pasifik untuk melawan sekutu. Dan semangat Jepang untuk membentuk organisasi-organisasi militer dan semi militer di Indonesia, tujuannya adalah agar organisasi ini dapat membantu pasukan Jepang dalam melawan kemungkinan invasi oleh Sekutu ke Indonesia dalam Perang Dunia || serta untuk menarik simpati dan mencari dukungan dari rakyat
Indonesia.
Kelas : XI MIPA 2
No absen : 33
✯ Alasan mengapa Jepang begitu semangat untuk membangun organisasi pergerakan di Indonesia, karena Jepang melihat SDM di Indonesia yang jumlahnya cukup besar dan karena penduduk di daerah pendudukan dilibatkan dalam aktivitas pertahanan dan kemiliteran (termasuk semimiliter). Hal tersebut bertujuan untuk dapat mempergunakannya dalam kepentingan di Perang Pasifik melawan negara-negara Barat. Serta untuk menarik simpati dan mencari dukungan dari rakyat Indonesia.
Kelas : 11 MIPA 1
No. Absen : 15
Karena jepang melihat kelompok pemuda Indonesia yang jumlahnya cukup besar. Maka dari itu, Jepang memanfaatkan kelebihan sumber daya manusia itu untuk membantu memperkuat posisi Jepang dalam menghadapi perang di asia timur raya (perang pasifik) untuk melawan sekutu
Kelas: XI MIPA 5
Absen: 27
Pada awal masa pendudukan Jepang, muncul gagasan untuk membentuk pemerintahan militer. Hal ini dimaksudkan agar penduduk dapat terlibat dalam aktivitas pertahanan dan kemiliteran serta untuk memanfaatkan kekuatan fisik warga sipil dalam perang pasifik melawan negara-negara Barat. Maka demi memenuhi kebutuhannya akan hal itu, Jepang menjadi bersemangat dalam hal membentuk organisasi-organisasi pergerakan seperti Heiho, Seinendan, Funjinkai, Keibodan, dan PETA demi mempertahankan wilayahnya.
kelas : 11 Ips 2
absen 6
Mengapa Jepang sangat bersemangat membentuk organisasi pergerakan di Indonesia?
Karena jepang ingin mengambil simpati rakyat indonesia dengan dibentuknya organisasi organisasi pergerakan kemerdekaan agar terlihatbseolah” jepang mendukung indonesia merdeka padahal mereka hanya ingin memanfaatkan sumber daya manusia indonesia untuk pertahanan dalam perang dunia ke dua
Kelas : XI IPS 4
Jepang begitu semangat untuk membentuk organisasi-organisasi militer dan semi militer di Indonesia, karena ingin organisasi ini dapat membantu pasukan Jepang dalam melawan kemungkinan invasi oleh Sekutu ke Indonesia dalam Perang Dunia II serta untuk menarik simpati dan mencari dukungan dari rakyat Indonesia.
Kelas: XI - IPS 2
Absen: 33
Jepang sangat bersemangat membentuk organisasi pergerakan di Indonesia karena untuk mengambil dukungan dari rakyat Indonesia dan mempertahankan wilayah kekuasaannya dari ancaman sekutu. Pada tahun 1942, timbul pemikiran dari Markas Besar Tentara Jepang untuk membuat pemerintahan militer agar penduduk di daerah pendudukan dilibatkan dalam aktivitas pertahanan dan kemiliteran. Hal tersebut bertujuan untuk dapat mempergunakannya dalam kepentingan di Perang Pasifik melawan negara - negara Barat. Maka dari itu, Jepang semangat membentuk wilayah militer.
Kelas: XI MIPA 4
Nomor Absen: 17
Mengapa Jepang bersemangat membentuk organisasi pergerakan di Indonesia?
Karena Jepang melihat jumlah kelompok pemuda Indonesia yang banyak maka dari itu Jepang memanfaatkannya untuk membantu Jepang dalam mempertahankan posisi Jepang saat berperang dengan Asia timur raya atau perang Pasifik untuk melawan sekutu. lalu membentuk organisasi-organisasi militer dan semi militer di Indonesia, agar dapat membantu pasukan Jepang dalam melawan kemungkinan invasi oleh Sekutu ke Indonesia dalam Perang Dunia II serta untuk menarik simpati dan mencari dukungan dari rakyat Indonesia.
Kelas : XI MIPA 7
Absen : 01
Jepang begitu semangat untuk membentuk organisasi-organisasi militer dan semi militer di Indonesia, karena ingin organisasi ini dapat membantu pasukan Jepang dalam melawan kemungkinan invasi oleh Sekutu ke Indonesia dalam Perang Dunia II serta untuk menarik simpati dan mencari dukungan dari rakyat Indonesia.
Kelas : XI MIPA 7
Absen : 1
Jepang begitu semangat untuk membentuk organisasi-organisasi militer dan semi militer di Indonesia, karena ingin organisasi ini dapat membantu pasukan Jepang dalam melawan kemungkinan invasi oleh Sekutu ke Indonesia dalam Perang Dunia II serta untuk menarik simpati dan mencari dukungan dari rakyat Indonesia.
Kelas : XI MIPA 4
Absen : 19
Alasannya, Karena jepang melihat kelompok pemuda Indonesia yang jumlahnya cukup besar. Maka dari itu, jepang memanfaatkan kelebihan sumber daya manusia itu untuk membantu memperkuat posisi Jepang dalam menghadapi perang di asia timur raya (perang pasifik) untuk melawan sekutu. Dan Jepang juga begitu semangat untuk membentuk organisasi-organisasi militer dan semi militer di Indonesia, karena ingin organisasi ini dapat membantu pasukan Jepang dalam melawan kemungkinan invasi oleh Sekutu ke Indonesia dalam Perang Dunia || serta untuk menarik simpati dan mencari dukungan dari rakyat
Indonesia.
Kelas: 11 MIPA 6
Jepang begitu semangat untuk membentuk organisasi-organisasi di Indonesia karena Jepang melihat kelompok pemuda Indonesia yang jumlahnya cukup besar. Sehingga Jepang ingin memanfaatkan sumber daya manusia pemuda Indonesia untuk membantu memperkuat posisi Jepang dalam menghadapi kemungkinan invasi oleh Sekutu ke Indonesia dalam Perang Dunia II dan mendapat dukungan dari rakyat RI
Kelas: XI-IPS 3
Absen: 24
karena ingin organisasi ini dapat membantu pasukan Jepang dalam melawan kemungkinan invasi oleh Sekutu ke Indonesia dalam Perang Dunia II serta untuk menarik simpati dan mencari dukungan dari rakyat Indonesia.
Kelas : XI MIPA 1
Absen : 30
Jawaban : karena ingin organisasi ini dapat membantu pasukan Jepang dalam melawan kemungkinan invasi oleh Sekutu ke Indonesia dalam Perang Dunia II serta untuk menarik simpati dan mencari dukungan dari rakyat Indonesia.
kelas : 11 IPS 1
karna Jepang ingin menginvasi oleh Sekutu. dan juga timbul pemikiran dari markas besar tentara Jepang yang bertujuan untuk membuat pemerintahan militer agar penduduk di daerah pendudukan dilibatkan dalam aktivitas pertahanan dan kemiliteran
Kelas: XI MIPA 6
Absen: 28
Jepang sangat bersemangat membentuk organisasi pergerakan di Indonesia karena organisasi-organisasi itu dapat membantu Jepang mempertahankan posisinya di Indonesia dari serangan Sekutu dan juga untuk menarik simpati dan dukungan rakyat Indonesia.
Kelas : 11 MIPA 3
Nomor Absen : 1
Jepang begitu semangat untuk membentuk organisasi-organisasi militer dan semi militer di Indonesia, karena ingin organisasi ini dapat membantu pasukan Jepang dalam melawan kemungkinan invasi oleh Sekutu ke Indonesia dalam Perang Dunia II serta untuk menarik simpati dan mencari dukungan dari rakyat Indonesia.
Kelas: XI IPS 1
No Absen: 09
Jepang begitu semangat untuk membentuk organisasi-organisasi militer dan semi militer di Indonesia, karena ingin organisasi ini dapat membantu Jepang dalam melawan kemungkinan invasi oleh sekutu ke Indonesia dalam perang dunia II serta untuk menarik simpati dan mencari dukungan dari rakyat Indonesia.
Kelas: XI IPS 1
No Absen: 09
Jepang begitu semangat untuk membentuk organisasi-organisasi militer dan semi militer di Indonesia, karena ingin organisasi ini dapat membantu pasukan Jepang dalam melawan kemungkinan invasi oleh Sekutu ke Indonesia dalam Perang Dunia II serta untuk menarik simpati dan mencari dukungan dari rakyat Indonesia.