Menganalisis Sifat Pendudukan Jepang dan Respon Bangsa Indonesia | Sejarah Indonesia Kelas 11
A. Kedatangan Jepang ke Indonesia
1. Restorasi Meiji Awal Modernisasi Jepang
Pemerintahan Jepang dilaksanakan oleh Shogun Tokugawa
atau Keshogunan Edo (Edo Bakufu) yang menjalankan politik sakoku atau politik
isolasi. Terjadi persaingan antara Shogun dengan Daimyo yang semakin ketat. Pada
31 Maret 1854, Komodor Matthew C. Perry datang dan berhasil memaksa Jepang
menandatangani Perjanjian Kanagawa (1854). Antara Amerika Serikat dan pemerintah
Jepang. Dalam apa yang kemudian dikenal sebagai "pembukaan Jepang",
kedua negara sepakat untuk terlibat dalam perdagangan terbatas dan menyetujui
pengembalian aman para pelaut Amerika yang telah terdampar di perairan Jepang. Perry memaksa Jepang membuka
pelabuhan-pelabuhan untuk kapal-kapal asing yang ingin berdagang. Komodor Perry
datang ke Jepang menaiki kapal super besar yang dilengkapi persenjataan dan
teknologi yang jauh lebih superior dibandingkan milik Jepang saat itu.
Pada tanggal 6
April 1868, Meiji Tenno memproklamasikan Charter Outh (Sumpah
Setia) menuju Jepang baru yang terdiri atas lima pasal, seperti berikut:
1. Akan dibentuk parlemen.
2. Seluruh bangsa harus bersatu untuk
mencapai kesejahateraan.
3. Adat istiadat yang kolot dan yang
menghalangi kemajuan Jepang harus dihapuskan.
4. Semua jabatan terbuka untuk siapa
saja.
5. Mendapatkan ilmu pengetahuan
sebanyak mungkin untuk pembangunan bangsa dan negara.
Untuk mencapai
cita-cita tersebut maka Meiji Tenno melaksanakan pembaharuan restorasi. Itulah
sebabnya Kaisar Meiji kemudian dikenal dengan Meiji Restorasi. Restorasi yang
dilakukan meliputi segala bidang, yakni politik, ekonomi, pendidikan dan
militer.
Pada
tanggal 7 Desember 1941, Jepang mengadakan serangan terhadap pangkalan militer Amerika
Serikat di Pearl Harbor, Hawaii. Jepang berhasil menenggelamkan kapal Angkatan laut
Amerika. Sejak saat itu, Amerika menyatakan perang terhadap Jepang dalam perang
dunia II. Pasukan tantara berhasil juga menguasai basis militer Amerika di
Filipina, kemudian serangan itu diarahkan ke Indonesia. Serangan ini
dimaksudkan untuk mendapatkan cadangan logistik dan bahan industri perang,
seperti minyak bumi, timah, dan alumunium. Sebab, persediaan minyak di Indonesia
diperkirakan dapat mencukupi kebutuhan Jepang selama Perang Pasifik.
Dalam
rangka menguasai Indonesia, Jepang menyerang markas-markas Belanda di Tarakan
di Kalimantan Timur dan Balikpapan pada 12 Januari 1942, kemudian Sumatra, dan
Jawa pada Februari 1942. Tanggal 5 Maret 1942 Batavia dan Bogor berhasil dikuasai
Jepang. Pada tanggal 8 Maret 1942, Panglima Angkatan Perang Hindia Belanda
Letnan Jenderal H. Ter Poorten, atas nama Angkatan Perang Sekutu di Indonesia,
menyerah tanpa syarat kepada pimpinan tentara Jepang, Letnan Jenderal Hitoshi
Imamura.
Penyerahan
tanpa syarat tersebut ditandai dengan persetujuan Kalijati yang diadakan di
Subang, Jawa Barat. Isi persetujuan tersebut adalah penyerahan hak atas tanah
jajahan Belanda di Indonesia kepada pemerintahan pendudukan Jepang. Artinya,
bangsa Indonesia memasuki periode penjajahan yang baru.
3.
Sambutan Rakyat Indonesia
Meski
kedatangannya, seperti juga Belanda, adalah untuk tujuan menjajah, Jepang
diterima dan disambut lebih baik oleh bangsa Indonesia. Berikut alasan yang
melatarbelakangi perbedaan sikap tersebut.
- Jepang menyatakan bahwa
kedatangannya di Indonesia tidak untuk menjajah, bahkan bermaksud untuk
membebaskan rakyat Indonesia dari belenggu penjajahan
- Jepang melakukan propaganda melalui
Gerakan 3A (Jepang cahaya Asia, Jepang pelindung Asia, dan Jepang pemimpin
Asia).
- Jepang mengaku sebagai saudara tua
bangsa Indonesia yang datang dengan maksud hendak membebaskan rakyat
- Adanya semboyan Hakko Ichiu,
yakni dunia dalam satu keluarga dan Jepang adalah pemimpin keluarga
tersebut yang berusaha menciptakan kemakmuran
Pihak
Jepang terus melakukan propaganda untuk
menggerakkan dukungan rakyat Indonesia. Setiap kali radio Tokyo memperdengarkan
lagu Indonesia Raya, disamping lagu Kimogayo. Bendera yang berwarna Merah Putih
juga boleh dikibarkan berdampingan dengan bendera Jepang Hinomaru. Melalui
siaran radio, juga dipropagandakan bahwa barang-barang buatan Jepang itu
menarik dan murah harganya, sehingga mudah bagi rakyat Indonesia untuk
membelinya.
Pendudukan
Jepang di Indonesia dibagi dalam tiga wilayah, antara lain:
- Pemerintahan Militer Angkatan Darat
ke-25 (Tomi Shudan), wilayah kekuasaannya meliputi Sumatra dengan pusat
pemerintahan di Bukittinggi
- Pemerintahan Militer Angkatan Darat
ke-16 (Asamu Sudan), wilayah kekuasaannya meliputi Jawa dan Madura dengan
pusat pemerintahan di Jakarta.
- Pemerintahan Militer Angkatan Laut II (Armada Selatan Kedua), wilayah kekuasaannya meliputi Sulawesi, Kalimantan, dan Maluku dengan pusat pemerintahan di Makassar.
Pemerintahan militer di Sumatra yang berada di bawah Panglima Tentara Keduapuluhlima membentuk sepuluh karesidenan (syu) yang terdiri dari bungsyu (subkaresidenan), gun, dan son. Kesepuluh syu tersebut adalah Aceh, Sumatra Timur, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Bengkulu, Jambi, Palembang, Lampung, dan Bangka Bilitan (Belitung). Jabatan syucokan dipegang oleh orang Jepang. Selain pemerintahan militer (gunsei) angkatan darat, Armada Selatan Kedua juga membentuk suatu pemerintahan yang disebut Minseibu. Pemerintahan ini terdapat di tiga tempat, yaitu Kalimantan, Sulawesi, dan Seram. Daerah bawahannya meliputi syu, ken, bunken (subkabupaten), gun, dan son.
Seperti di Pulau Jawa dan Sumatra, tidak lama setelah pendaratan tentara Jepang, orang-orang Indonesia mendapatkan jabatan-jabatan tinggi. Namun, setelah bulan Agustus 1942, jabatan- jabatan yang disediakan untuk orang Indonesia hanya terbatas sampai gunco dan sanco, sedangkan jabatan wali kota untuk Makassar, Manado, Banjarmasin, dan Pontianak dipegang oleh orang Jepang.Pemerintahan pendudukan militer di Jawa sifatnya hanya sementara, sesuai dengan Osamu Seirei Nomor 1 Pasal 1 yang dikeluarkan tanggal 7 Maret 1942 oleh Panglima Tentara Keenam belas. Undang-undang tersebut menjadi pokok dari peraturan-peraturan ketatanegaraan pada masa pendudukan Jepang. Jabatan gubernur jenderal di zaman Hindia Belanda dihapuskan. Segala kekuasaan yang dahulu dipegang gubernur jenderal sekarang dipegang oleh panglima tentara Jepang di Jawa.
Undang-undang tersebut juga mengisyaratkan bahwa pemerintahan pendudukan Jepang berkeinginan untuk terus menggunakan aparat pemerintah sipil yang lama beserta para pegawainya. Hal ini dimaksudkan agar pemerintahan dapat terus berjalan dan kekacauan dapat dicegah. Adapun pimpinan pusat tetap dipegang tentara Jepang.
Susunan
pemerintahan militer Jepang sebagai berikut.
a. Gunshireikan (panglima tentara) disebut Saiko
Shikikan (panglima tertinggi), merupakan pucuk pimpinan panglima tentara
yang pertama dijabat oleh Jenderal Hitoshi Imamura. Bertugas menetapkan peraturan
yang dikeluarkan oleh Gunseikan. Peraturan itu disebut Osamu
Kanrei. Peraturan-peraturan tersebut diumumkan dalam Kan Po (berita
pemerintahan), sebuah penerbitan resmi yang dikeluarkan oleh Gunseikanbu.
b.
Gunseikan (kepala pemerintahan militer), yang dirangkap oleh
kepala staf. Kepala staf yang pertama adalah Mayor Jenderal Seizaburo Okasaki. Gunseikanbu adalah
staf pemerintahan militer pusat yang terdiri dari lima bu (departemen):
Sumabu (Departemen Urusan Umum), Zaimubu (Departemen Keuangan), Sangyobu
(Departemen Perusahaan, Industri, dan Kerajinan), Kotsubu (Departemen Lalu
Lintas), dan Shihobu (Departemen Kehakiman).
c. Koordinator pemerintahan militer setempat disebut gunseibu. Pusat-pusat koordinator militer tersebut berada di Bandung (Jawa Barat), Semarang (Jawa Tengah), dan Surabaya (Jawa Timur). Selain itu, dibentuk pula dua daerah istimewa (koci), yaitu Surakarta dan Yogyakarta. Untuk setiap gunseibu ditempatkan beberapa komandan militer setempat. Mereka bertugas memulihkan ketertiban dan keamanan, menanamkan kekuasaan, dan membentuk pemerintahan setempat. Mereka juga diberi wewenang untuk memecat para pegawai yang berkebangsaan Belanda. Akan tetapi, usaha untuk membentuk pemerintahan setempat ternyata tidak berjalan lancar.
Jepang masih sangat kekurangan tenaga pemerintah. Jepang telah berusaha mengirimkan tenaga yang dibutuhkan, namun tidak sampai ke tujuan karena kapal yang mengangkut tenaga-tenaga pemerintahan tersebut tenggelam setelah terkena serangan torpedo sekutu. Akhirnya, Jepang terpaksa mengangkat pegawai-pegawai dari bangsa Indonesia asli. Hal ini memberi keuntungan bagi pihak Indonesia karena memperoleh pengalaman dalam bidang pemerintahan.
5.
Pemerintahan Sipil
Menurut
Undang-Undang No. 27 tentang Perubahan Tata Pemerintahan Daerah, seluruh Pulau
Jawa dan Madura (kecuali kedua kochi, Surakarta dan Yogyakarta)
dibagi atas enam wilayah pemerintahan.
- Syu (karesidenan), dipimpin oleh seorang syuco.
- Syi (kotapraja), dipimpin oleh seorang syico.
- Ken (kabupaten), dipimpin oleh seorang kenco.
- Gun (kawedanan atau distrik), dipimpin oleh
seorang gunco.
- Son (kecamatan), dipimpin oleh seorang sonco.
- Ku (kelurahan atau desa), dipimpin oleh
seorang kuco.
Dalam menjalankan pemerintahan, syucokan dibantu oleh Cokan Kanbo (Majelis Pemusyawaratan Cokan) yang terdiri dari tiga bu (bagian), yaitu Naiseibu (bagian pemerintahan umum), Keizaibu (bagian ekonomi), dan Keisatsubu (bagian kepolisian). Para syucokan secara resmi dilantik oleh gunseikan pada bulan September 1942. Pelantikan ini merupakan awal dari pelaksanaan organisasi pemerintahan daerah dan menyingkirkan pegawai-pegawai Indonesia yang pernah menduduki kedudukan tinggi pada masa pemerintahan sementara.
Pemerintah Jepang juga membentuk Tonarigumi, yang pada masa sekarang ini kita kenal dengan Rukun Tetangga (RT). Tonarigumi ini digunakan oleh pemerintah Jepang untuk mengawasi gerak-gerik rakyat agar dapat dipantau oleh pemerintah Jepang.
B. Organisasi Pergerakan Masa Pendudukan Jepang
Selama masa pendudukan Jepang, bangsa Indonesia dilarang membentuk organisasi sendiri. Akan tetapi, Jepang sendiri membentuk organisasi-organisasi bagi rakyat Indonesia dengan maksud dipersiapkan untuk membantu Jepang. Organisasi-organisasi ini pada akhirnya berbalik melawan Jepang.
1.
Organisasi yang bersifat sosial Kemasyarakatan
a. Gerakan Tiga A
Gerakan
Tiga A merupakan organisasi propaganda untuk kepentingan perang Jepang.
Organisasi ini berdiri pada 29 Maret 1942. Pimpinannya adalah Mr. Syamsuddin.
Tujuan berdirinya Gerakan Tiga A adalah agar rakyat dengan sukarela
menyumbangkan tenaga bagi perang Jepang.
Semboyannya
adalah Nippon cahaya Asia, Nippon pemimpin Asia, Nippon pelindung Asia. Untuk
menunjang gerakan ini, dibentuk Barisan Pemuda Asia Raya yang dipimpin Sukarjo
Wiryopranoto. Adapun untuk menyebarluaskan propaganda, diterbitkan surat kabar
Asia Raya.
Setelah kedok organisasi ini diketahui, rakyat kehilangan simpati dan meninggalkan organisasi tersebut. Pada tanggal 20 November 1942, organisasi ini dibubarkan.
b. Putera (Pusat Tenaga Rakyat)
Pada
tanggal 16 April 1943, diumumkan lahirnya gerakan baru yang disebut Pusat
Tenaga Rakyat atau Putera. Pemimpinnya adalah empat serangkai, yaitu Ir.
Soekarno, Moh. Hatta, Ki Hadjar Dewantara, dan Mas Mansyur.
Menurut
SoekarnotTujuan Putera adalah untuk membangun dan menghidupkan segala sesuatu
yang telah dihancurkan oleh Belanda. Adapun tujuan bagi Jepang adalah untuk
memusatkan segala potensi masyarakat Indonesia dalam rangka membantu usaha
perangnya.
Oleh
karena itu, telah digariskan sebelas macam kegiatan yang harus dilakukan
sebagaimana tercantum dalam peraturan dasarnya. Di antaranya yang terpenting
adalah memengaruhi rakyat supaya kuat rasa tanggung jawabnya untuk menghapuskan
pengaruh Amerika, Inggris, dan Belanda, mengambil bagian dalam mempertahankan
Asia Raya, memperkuat rasa persaudaraan antara Indonesia dan Jepang, serta
mengintensifkan pelajaran-pelajaran bahasa Jepang. Di samping itu, Putera juga
mempunyai tugas di bidang sosial-ekonomi.
Jadi,
Putera dibentuk untuk membujuk para kaum nasionalis dan golongan intelektual
agar mengerahkan tenaga dan pikirannya guna membantu Jepang dalam rangka
menyukseskan Perang Asia Timur Raya. Organisasi Putera tersusun dari pemimpin
pusat dan pemimpin daerah. Pemimpin pusat terdiri dari pejabat bagian usaha
budaya dan pejabat bagian propaganda.
Akan
tetapi, organisasi Putera di daerah semakin hari semakin mundur. Hal ini
disebabkan, antara lain,
- keadaan sosial masyarakat di daerah
ternyata masih terbelakang, termasuk dalam bidang pendidikan, sehingga
kurang maju dan dinamis;
- keadaan ekonomi masyarakat yang
kurang mampu berakibat mereka tidak dapat membiayai gerakan
Dalam perkembangannya, Putera lebih banyak dimanfaatkan untuk perjuangan dan kepentingan bangsa Indonesia. Mengetahui hal ini, Jepang membubarkan Putera dan mementingkan pembentukan organisasi baru, yaitu Jawa Hokokai.
c. Majelis Islam A’la Indonesia (MIAI) dan Majelis
Syura Muslimin (Masyumi)
MIAI merupakan organisasi yang berdiri pada masa penjajahan Belanda, tepatnya pada tahun 1937 di Surabaya. Pendirinya adalah K. H. Mas Mansyur dan kawan-kawan. Organisasi ini tetap diizinkan berdiri pada masa pendudukan Jepang sebab merupakan gerakan anti-Barat dan hanya bergerak dalam bidang amal (sebagai baitulmal) serta penyelenggaraan hari-hari besar Islam saja. Meskipun demikian, pengaruhnya yang besar menyebabkan Jepang merasa perlu untuk membatasi ruang gerak MIAI.
Pada awal pendudukan, Jepang membentuk Bagian Pengajaran dan Agama yang dipimpin oleh Kolonel Horie. Ia mengadakan pertemuan dengan sejumlah pemuka agama di Surabaya. Dalam pertemuan tersebut, Horie meminta agar umat Islam tidak melakukan kegiatan- kegiatan yang bersifat politik. Permintaan ini disetujui oleh peserta pertemuan tersebut yang kemudian membuat pernyataan sikap di akhir pertemuan. Pada akhir Desember 1942, hasil pertemuan di Surabaya itu ditingkatkan dengan mengundang 32 orang kiai di seluruh Jawa Timur untuk menghadap Letnan Jenderal Imamura dan Gunseikan, Mayor Jenderal Okasaki. Dalam pertemuan tersebut, Gunseikan menyatakan bahwa Jepang akan tetap menghargai Islam dan akan mengikutsertakan golongan Islam dalam pemerintahan.
Pemerintah militer Jepang memilih MIAI sebagai satu-satunya wadah bagi organisasi gabungan golongan Islam. Akan tetapi, organisasi ini baru diakui oleh Jepang setelah mengubah anggaran dasarnya, khususnya mengenai asas dan tujuannya. Pada asas dan tujuan MIAI ditambahkan kalimat: “… turut bekerja dengan sekuat tenaga dalam pekerjaan membangun masyarakat baru untuk mencapai kemakmuran bersama di lingkungan Asia Raya di bawah pimpinan Dai Nippon.”
Sebagai organisasi tunggal golongan Islam, MIAI mendapat simpati yang luar biasa dari kalangan umat Islam sehingga organisasi ini berkembang semakin maju. Melihat perkembangan ini, Jepang mulai merasa curiga. Tokoh-tokoh MIAI di berbagai daerah mulai diawasi. Untuk mengantisipasi agar gerakan para pemuka agama Islam tidak menjurus pada kegiatan yang berbahaya bagi Jepang, diadakan pelatihan para kiai. Para kiai yang menjadi peserta pelatihan tersebut dipilih berdasarkan syarat-syarat memiliki pengaruh yang luas di lingkungannya dan mempunyai watak yang baik. Pelatihan tersebut berlangsung di Balai Urusan Agama di Jakarta selama satu bulan.
Arah
perkembangan MIAI ini mulai dipahami oleh Jepang sebagai organisasi yang tidak
memberikan kontibusi terhadap Jepang. Hal tersebut tidak sesuai dengan harapan
Jepang sehingga pada November 1943 MIAI dibubarkan. Sebagai penggantinya,
Jepang membentuk Masyumi (Majelis Syura Muslimin Indonesia.
Organisasi ini disahkan oleh Gunseikan pada tanggal 22 November 1943. Susunan kepengurusan Masyumi adalah ketua pengurus besar dipegang oleh K.H. Hasyim Asy’ari, wakil dari Muhammadiyah adalah K.H. Mas Mansur, K.H. Farid Ma’ruf, K.H. Mukti, K.H. Hasyim, dan Kartosudarmo. Adapun wakil dari NU adalah K.H. Nachrowi, Zainul Arifin, dan K.H. Mochtar.
d. Himpunan Kebaktian Rakyat Jawa (Jawa Hokokai)
Tahun 1944, situasi Perang Asia Timur mulai berbalik, tentara sekutu dapat mengalahkan tantara Jepang di berbagai tempat. Hal ini menyebabkan kedudukan Jepang di Indonesia semakin mengkhawatirkan. Jepang mendirikan Jawa Hokokai pada tanggal 1 Januari 1944. Organisasi ini diperintah langsung oleh kepala pemerintahan militer Jepang (Gunseikan). Latar belakang dibentuknya Jawa Hokokai adalah Jepang menyadari bahwa Putera lebih bermanfaat bagi pihak Indonesia daripada bagi pihak Jepang. Oleh karena itu, Jepang merancang pembentukan organisasi baru yang mencakup semua golongan masyarakat, termasuk golongan Cina dan Arab. Berdirinya Jawa Hokokai diumumkan oleh Panglima Tentara Keenambelas, Jenderal Kumakichi Harada.
Sebelum mendirikan Jawa Hokokai, pemerintah pendudukan Jepang lebih dahulu meminta pendapat empat serangkai. Alasan yang diajukan adalah semakin hebatnya Perang Asia Timur Raya sehingga Jepang perlu membentuk organisasi baru untuk lebih menggiatkan dan mempersatukan segala kekuatan rakyat. Dasar organisasi ini adalah pengorbanan dalam hokoseiskin (semangat kebaktian) yang meliputi pengorbanan diri, mempertebal rasa persaudaraan, dan melaksanakan sesuatu dengan bakti.
Secara
tegas, Jawa Hokokai dinyatakan sebagai organisasi resmi pemerintah. Jika pucuk
pimpinan Putera diserahkan kepada golongan nasionalis Indonesia, kepemimpinan
Jawa Hokokai pada tingkat pusat dipegang langsung oleh Gunseikan.
Adapun
pimpinan daerah diserahkan kepada pejabat setempat mulai dari Shucokan sampai
Kuco. Kegiatan-kegiatan Jawa Hokokai sebagaimana digariskan dalam anggaran
dasarnya sebagai berikut.
- Melaksanakan segala Tindakan dengan
nyata dan ikhlas demi pemerintah Jepang.
- Memimpin rakyat untuk mengembangkan
tenaganya berdasarkan semangat persaudaraan.
- Memperkokoh pembelaan tanah air
Anggota Jawa Hokokai adalah bangsa Indonesia yang berusia minimal 14 tahun, bangsa Jepang yang menjadi pegawai negeri, dan orang-orang dari berbagai kelompok profesi misalnya Kyoiku Hokokai (Kebaktian para pendidik guru-guru) dan Isi Hokokai (wadah kebaktian pada dokter). Jawa Hokokai juga memiliki anggota istimewa seperti Fujinkai (organisasi wanita), dan Keimin Bunka Shidosho (Pusat Kebudayaan).
Jawa Hokokai merupakan pelaksana utama usaha pengerahan barang-barang dan padi. Pada tahun 1945, semua kegiatan pemerintah dalam bidang pergerakan dilaksanakan oleh Jawa Hokokai sehingga organisasi ini harus melaksanakan tugas dengan nyata dan menjadi alat bagi kepentingan Jepang.
Organisasi ini tidak berkembang di luar Jawa, sehingga golongan nasionalis di luar Jawa kurang mendapatkan wadah. Penguasa di luar Jawa seperti di Sumatera berpendapat bahwa di Sumatera terdapat banyak suku, Bahasa, dan adat istiadat, sehingga sulit dibentuk organisasi besar dan memusat, kalau ada hanya local di tingkat daerah saja. Dengan demikian, organisasi Jawa Hokokai ini juga dapat berkembang sesuai yang diinginkan Jepang.
Setelah membaca materi awal kedatangan Jepang ke Indonesia silakan jawab pertanyaan berikut pada kolom komentar
"Mengapa Jepang sangat bersemangat membentuk organisasi pergerakan di Indonesia?"
322 komentar untuk "Menganalisis Sifat Pendudukan Jepang dan Respon Bangsa Indonesia | Sejarah Indonesia Kelas 11"
Kelas : 11 MIPA 5
Absen : 12
Alasan jepang begitu semangat membentuk organisasi militer dan semi militer di Indonesia, karena jepang ingin organisasi tersebut dapat membantu pasukan jepang dalam melawan kemungkinan invasi oleh sekutu ke Indonesia dalam perang dunia ke- II.
Dan untuk menarik simpati serta mencari dukungan dari rakyat-rakyat Indonesia.
Kelas: XI-IPS III
ABSEN: 10
karena ingin organisasi ini dapat membantu pasukan Jepang dalam melawan kemungkinan invasi oleh Sekutu ke Indonesia dalam Perang Dunia II serta untuk menarik simpati dan mencari dukungan dari rakyat Indonesia.
Kelas : XI MIPA 4
Absen : 03
Jepang begitu semangat untuk membentuk organisasi-organisasi militer dan semi militer di Indonesia, karena Jepang melihat kelompok pemuda Indonesia yang jumlahnya cukup besar. Maka dari itu, Jepang memanfaatkan sumber daya manusia itu untuk membantu memperkuat posisi Jepang dalam menghadapi kemungkinan invasi oleh Sekutu ke Indonesia dalam Perang Dunia II serta untuk menarik simpati dan mencari dukungan dari rakyat Indonesia.
Kelas: XI MIPA 6
Absen: 25
Pada awal masa pendudukan Jepang, muncul gagasan untuk membentuk pemerintahan militer. Hal ini dimaksudkan agar penduduk dapat terlibat dalam aktivitas pertahanan dan kemiliteran serta untuk memanfaatkan kekuatan fisik warga sipil dalam perang pasifik melawan negara-negara Barat. Maka demi memenuhi kebutuhannya akan hal itu, Jepang menjadi bersemangat dalam hal membentuk organisasi-organisasi pergerakan seperti Heiho, Seinendan, Funjinkai, Keibodan, dan PETA demi mempertahankan wilayahnya.
Kelas : 11 IPS 3
absen : 25 Jepang begitu semangat untuk membentuk organisasi-organisasi militer dan semi militer di Indonesia, karena Jepang melihat kelompok pemuda Indonesia yang jumlahnya cukup besar. Maka dari itu, Jepang memanfaatkan sumber daya manusia itu untuk membantu memperkuat posisi Jepang dalam menghadapi kemungkinan invasi oleh Sekutu ke Indonesia dalam Perang Dunia II serta untuk menarik simpati dan mencari dukungan dari rakyat Indonesia.
Kelas: XI MIPA 5
Absen: 16
Sebagai bangsa penjajah Jepang ingin memanfaatkan tidak hanya sumber daya alam negri jajahannya tetapi memanfaatkan juga sumber daya manusianya. Hal ini dilihat dari banyaknya organisasi yang dibuat Jepang untuk diikuti oleh rakyat Indonesia khususnya golongan pemuda. Jepang ingin memanfaatkan rakyat Indonesia di bidang militer maupun semi militer untuk melindungi Jepang dari invasi sekutu pada perang dunia kedua, selain itu rencana Jepang ini merupakan salah satu bentuk propagandanya yaitu menarik simpati masyarakat Indonesia.
Kelas : XI MIPA 4
No absen : 11
Selama masa pendudukan jepang, bangsa Indonesia dilarang membentuk organisasi sendiri. Namun Jepang sendiri yang membentuk berbagai organisasi, hal ini bertujuan agar mempersiapkan organisasi-organisasi tersebut untuk membantu Jepang. Jepang melihat potensi yang besar dari para rakyat Indonesia, sehingga memanfaatkan sumber daya manusianya untuk membantu memperkuat Jepang, khususnya dalam perang melawan sekutu. Contohnya organisasi Gerakan Tiga A yang dibentuk dengan tujuan agar rakyat Indonesia dengan sukarela menyumbangkan tenaga bagi perang Jepang.
Kelas : XI MIPA 7
Absen : 13
Alasannya, Karena jepang melihat kelompok pemuda Indonesia yang jumlahnya cukup besar. Maka dari itu, jepang memanfaatkan kelebihan sumber daya manusia itu untuk membantu memperkuat posisi Jepang dalam menghadapi perang di asia timur raya (perang pasifik) untuk melawan sekutu. Dan Jepang juga begitu semangat untuk membentuk organisasi-organisasi militer dan semi militer di Indonesia, karena ingin organisasi ini dapat membantu pasukan Jepang dalam melawan kemungkinan invasi oleh Sekutu ke Indonesia dalam Perang Dunia || serta untuk menarik simpati dan mencari dukungan dari rakyat
Indonesia.
kelas : XI IPS 3
No Absen : 2
Karena Jepang melihat kelompok pemuda Indonesia yang jumlahnya cukup besar. Maka dari itu, Jepang memanfaatkan kelebihan sumber daya manusia itu untuk membantu memperkuat posisi Jepang dalam emnghadapi perang di Asia Timur Raya (perang pasifik) untuk melawan sekutu.
Kelas:X IPS 2
No Absen:08
Jepang begitu semangat untuk membentuk organisasi-organisasi militer dan semi militer di Indonesia, karena Jepang melihat kelompok pemuda Indonesia yang jumlahnya cukup besar. Maka dari itu, Jepang memanfaatkan sumber daya manusia itu untuk membantu memperkuat posisi Jepang dalam menghadapi kemungkinan invasi oleh Sekutu ke Indonesia dalam Perang Dunia II serta untuk menarik simpati dan mencari dukungan dari rakyat Indonesia.
Kelas: XI IPS 3
Absen : 33
jawaban : karena ingin organisasi ini dapat membantu pasukan Jepang dalam melawan kemungkinan invasi oleh Sekutu ke Indonesia dalam Perang Dunia II serta untuk menarik simpati dan mencari dukungan dari rakyat Indonesia.
kelas : XI IPS 3
absen : 21
karena Jepang melihat kelompok pemuda Indonesia yang jumlahnya cukup besar. Maka dari itu, Jepang memanfaatkan sumber daya manusia itu untuk membantu memperkuat posisi Jepang dalam menghadapi kemungkinan invasi oleh Sekutu ke Indonesia dalam Perang Dunia II serta untuk menarik simpati dan mencari dukungan dari rakyat Indonesia
Kelas : XI MIPA 4
Absen : 10
Jawaban:
Jepang begitu semangat untuk membentuk organisasi-organisasi militer dan semi militer di Indonesia, karena Jepang melihat kelompok pemuda Indonesia yang jumlahnya cukup besar. Maka dari itu, Jepang memanfaatkan sumber daya manusia itu untuk membantu memperkuat posisi Jepang dalam menghadapi kemungkinan invasi oleh Sekutu ke Indonesia dalam Perang Dunia II serta untuk menarik simpati dan mencari dukungan dari rakyat Indonesia.
Kelas:11 IPS 3
Jepang begitu semangat untuk membentuk organisasi-organisasi militer dan semi militer di Indonesia, karena ingin organisasi ini dapat membantu pasukan Jepang dalam melawan kemungkinan invasi oleh Sekutu ke Indonesia dalam Perang Dunia II serta untuk menarik simpati dan mencari dukungan dari rakyat Indonesia.
Kelas: XI MIPA 5
No. Absen: 18
Jepang begitu bersemangat dalam membentuk organisasi pergerakan di Indonesia dikarenakan untuk mempersiapkan bangsa Indonesia untuk membantu Jepang dalam perang Pasifik dan untuk menarik simpati serta dukungan dari rakyat Indonesia. Namun, rencana jepang tidak berjalan dengan mulus karena organisasi yang dibuat tersebut malah berbalik melawan Jepang dan beberapa tidak berguna bagi Jepang sehingga organisasi tersebut dibubarkan.
Kelas: XI IPS 3
No Absen : 20
Karena Jepang melihat kelompok pemuda Indonesia yang jumlahnya cukup besar. Maka dari itu, Jepang memanfaatkan kelebihan Sumber Daya Manusia itu untuk membantu memperkuat posisi Jepang dalam menghadapi perang di Asia Timur Raya (Perang Pasifik) untuk melawan sekutu
Kelas : 11 Mipa 5
Karena dapat mempergunakan untuk kepentingan di perang pasifik melawan negara - negara Barat. Hal tersebut lah yang membuat Jepang semangat membentuk wilayah militer yang terdiri dari tiga yakni, Angkatan Darat dengan Tentara Kedua Puluh Lima (Tomi Shudan) untuk Sumatera. Lalu Angkatan Darat berikutnya dengan Tentara Keenam Belas (Asamu Shudan) untuk Jawa & Madura. Kemudian Angkatan Laut dengan Armada Selatan Kedua nya untuk daerah Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku. Selain itu, Jepang pun membentuk sejumlah organisasi militer dan semimiliter seperti Heiho, Seinendan, Funjinkai, Keibodan, dan PETA untuk mempersiapkan kaum muda menjaga pertahanan Jepang.
Kelas:11 MIPA 2
karena ingin organisasi ini dapat membantu pasukan Jepang dalam melawan kemungkinan invasi oleh Sekutu ke Indonesia dalam Perang Dunia II serta untuk menarik simpati dan mencari dukungan dari rakyat Indonesia.
Kelas : 11 MIPA 4
Absen : 32
Karena Jepang dapat melihat potensi pada kelompok pemuda Indonesia yang jumlahnya juga bisa dikatakan cukup besar. dikarenakan Jepang juga dapat menarik simpati rakyat Indonesia maka dari itu, Jepang memanfaatkan kelebihan sumber daya manusia itu untuk membantu memperkuat posisi Jepang dalam menghadapi perang di asia timur (perang pasifik) untuk melawan sekutu
𝐀𝐛𝐬𝐞𝐧 : 𝟏𝟒
𝐊𝐞𝐥𝐚𝐬 : 𝐗𝐈 𝐌𝐈𝐏𝐀 𝟕
(𝐓𝐔𝐆𝐀𝐒 𝐒𝐄𝐉𝐀𝐑𝐀𝐇 𝐈𝐍𝐃𝐎𝐍𝐄𝐒𝐈𝐀)
𝐉𝐀𝐖𝐀𝐁𝐀𝐍 :
𝐉𝐞𝐩𝐚𝐧𝐠 𝐛𝐞𝐠𝐢𝐭𝐮 𝐬𝐞𝐦𝐚𝐧𝐠𝐚𝐭 𝐮𝐧𝐭𝐮𝐤 𝐦𝐞𝐦𝐛𝐞𝐧𝐭𝐮𝐤 𝐨𝐫𝐠𝐚𝐧𝐢𝐬𝐚𝐬𝐢-𝐨𝐫𝐠𝐚𝐧𝐢𝐬𝐚𝐬𝐢 𝐦𝐢𝐥𝐢𝐭𝐞𝐫 𝐝𝐚𝐧 𝐬𝐞𝐦𝐢 𝐦𝐢𝐥𝐢𝐭𝐞𝐫 𝐝𝐢 𝐈𝐧𝐝𝐨𝐧𝐞𝐬𝐢𝐚, 𝐤𝐚𝐫𝐞𝐧𝐚 𝐢𝐧𝐠𝐢𝐧 𝐨𝐫𝐠𝐚𝐧𝐢𝐬𝐚𝐬𝐢 𝐢𝐧𝐢 𝐝𝐚𝐩𝐚𝐭 𝐦𝐞𝐦𝐛𝐚𝐧𝐭𝐮 𝐩𝐚𝐬𝐮𝐤𝐚𝐧 𝐉𝐞𝐩𝐚𝐧𝐠 dalam melawan kemungkinan invasi oleh Sekutu ke Indonesia dalam Perang Dunia II serta untuk menarik simpati dan mencari dukungan dari rakyat Indonesia. Jepang juga sangat bersemangat membentuk organisasi pergerakan di Indonesia, karena jepang melihat kelompok pemuda Indonesia ia yang jumlahnya cukup besar. Maka dari itu, Jepang memanfaatkan kelebihan sumber daya manusia itu untuk membantu memperkuat posisi Jepang dalam menghadapi perang di Asia timur raya (perang Pasifik) untuk melawan sekutu.
𝐏𝐄𝐌𝐁𝐀𝐇𝐀𝐒𝐀𝐍 :
Pada pertengahan tahun 1942, timbul pemikiran dari Markas Besar Tentara Jepang untuk membuat pemerintahan militer agar penduduk di daerah pendudukan dilibatkan dalam aktivitas pertahanan dan kemiliteran (termasuk semimiliter). Hal tersebut bertujuan untuk dapat mempergunakannya dalam kepentingan di Perang Pasifik melawan negara-negara Barat. Hal tersebutlah yang membuat Jepang semangat membentuk wilayah militer yang terdiri dari tiga yakni, Angkatan Darat dengan Tentara Kedua Puluh Lima (Tomi Shudan) untuk Sumatera. Lalu Angkatan Darat berikutnya dengan Tentara Keenam Belas (Asamu Shudan) untuk Jawa & Madura. Kemudian Angkatan Laut dengan Armada Selatan Kedua nya untuk daerah Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku. Selain itu, Jepang pun membentuk sejumlah organisasi militer dan semimiliter seperti Heiho, Seinendan, Funjinkai, Keibodan, dan PETA untuk mempersiapkan kaum muda menjaga pertahanan Jepang.
𝐃𝐞𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐝𝐞𝐦𝐢𝐤𝐢𝐚𝐧, 𝐩𝐞𝐦𝐛𝐞𝐧𝐭𝐮𝐤𝐚𝐧 𝐨𝐫𝐠𝐚𝐧𝐢𝐬𝐚𝐬𝐢 𝐦𝐢𝐥𝐢𝐭𝐞𝐫 𝐝𝐚𝐧 𝐬𝐞𝐦𝐢-𝐦𝐢𝐥𝐢𝐭𝐞𝐫 𝐚𝐝𝐚𝐥𝐚𝐡 𝐮𝐧𝐭𝐮𝐤 𝐦𝐞𝐦𝐛𝐚𝐧𝐭𝐮 𝐉𝐞𝐩𝐚𝐧𝐠 𝐝𝐚𝐥𝐚𝐦 𝐦𝐞𝐧𝐠𝐡𝐚𝐝𝐚𝐩𝐢 𝐩𝐞𝐫𝐚𝐧𝐠 𝐏𝐚𝐬𝐢𝐟𝐢𝐤.
Kelas: XI MIPA 7
Jawaban:
Jepang begitu semangat untuk membentuk organisasi-organisasi militer dan semi militer di Indonesia, karena ingin organisasi ini dapat membantu pasukan Jepang dalam melawan kemungkinan invasi oleh Sekutu ke Indonesia dalam Perang Dunia II serta untuk menarik simpati dan mencari dukungan dari rakyat Indonesia.
Kelas : XI MIPA 4
Absen : 25
Alasannya adalah karena jepang melihat kelompok pemuda Indonesia yang jumlahnya cukup besar. Maka dari itu, jepang memanfaatkan kelebihan sumber daya manusia itu untuk membantu memperkuat posisi Jepang dalam menghadapi perang di asia timur raya atau disebut perang pasifik untuk melawan sekutu serta untuk menarik simpati dan juga mencari dukungan dari rakyat Indonesia
Kelas : XI MIPA 4
Absen : 12
Alasan Jepang sangat bersemangat membentuk organisasi pergerakan di Indonesia adalah selama masa pendudukan Jepang, Indonesia dilarang membentuk organisasi sendiri, namun Jepang sendiri membentuk organisasi-organisasi bagi rakyat Indonesja dengan maksud dipersiapkan untuk membantu Jepang dalam perang Pasifik dengan melawan negara Barat. Organisasi-organisasi tersebut pada akhirnya berbalik melawan Jepang.
Kelas : XI MIPA 5
Absen : 03
Alasan Jepang begitu semangat untuk membentuk organisasi-organisasi militer dan semi militer di Indonesia, karena Jepang melihat kelompok pemuda Indonesia yang jumlahnya cukup besar. Kemudian Angkatan Laut dengan Armada Selatan Kedua nya untuk daerah Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku. Selain itu, Jepang pun membentuk sejumlah organisasi militer dan semimiliter seperti Heiho, Seinendan, Funjinkai, Keibodan, dan PETA untuk mempersiapkan kaum muda menjaga pertahanan Jepang. Maka dari itu, Jepang memanfaatkan sumber daya manusia itu untuk membantu memperkuat posisi Jepang dalam menghadapi kemungkinan invasi oleh Sekutu ke Indonesia dalam Perang Dunia II serta untuk menarik simpati dan mencari dukungan dari rakyat Indonesia.
Kelas : 11 MIPA 5
No.absen : 36
Karena jepang melihat kelompok pemuda Indonesia yang jumlahnya cukup besar. Maka dari itu, jepang memanfaatkan kelebihan sumber daya manusia itu untuk membantu memperkuat posisi Jepang dalam menghadapi perang di asia timur raya (perang pasifik) untuk melawan sekutu. Dan Jepang juga begitu semangat untuk membentuk organisasi-organisasi militer dan semi militer di Indonesia, karena ingin organisasi ini dapat membantu pasukan Jepang dalam melawan kemungkinan invasi oleh Sekutu ke Indonesia dalam Perang Dunia || serta untuk menarik simpati dan mencari dukungan dari rakyat
Indonesia.
Kelas:11 MIPA 5
No absen:24
karena ingin organisasi ini dapat membantu pasukan Jepang dalam melawan kemungkinan invasi oleh Sekutu ke Indonesia dalam Perang Dunia II serta untuk menarik simpati dan mencari dukungan dari rakyat Indonesia.
Kelas : 11 MIPA 5
Absen : 27
Karena Jepang dapat melihat potensi pada kelompok pemuda Indonesia yang jumlahnya juga bisa dikatakan cukup besar. dikarenakan Jepang juga dapat menarik simpati rakyat Indonesia maka dari itu, Jepang memanfaatkan kelebihan sumber daya manusia itu untuk membantu memperkuat posisi Jepang dalam menghadapi perang di asia timur (perang pasifik) untuk melawan sekutu
11MIPA
NO Absen:20
karena ingin organisasi ini dapat membantu pasukan Jepang dalam melawan kemungkinan invasi oleh Sekutu ke Indonesia dalam Perang Dunia II serta untuk menarik simpati dan mencari dukungan dari rakyat Indonesia.
Kelas : XI MIPA 5
No.Absen :19
Karena jepang melihat kelompok pemuda Indonesia yang jumlahnya cukup besar. Maka dari itu, jepang memanfaatkan kelebihan sumber daya manusia itu untuk membantu memperkuat posisi Jepang dalam menghadapi perang di asia timur raya (perang pasifik) untuk melawan sekutu.
Kelas: 11 MIPA 5
Jepang begitu semangat untuk membentuk organisasi-organisasi di Indonesia karena Jepang melihat kelompok pemuda Indonesia yang jumlahnya cukup besar. Sehingga Jepang ingin memanfaatkan sumber daya manusia pemuda Indonesia untuk membantu memperkuat posisi Jepang dalam menghadapi kemungkinan invasi oleh Sekutu ke Indonesia dalam Perang Dunia II dan mendapat dukungan dari rakyat RI
Kelas: XI MIPA 5
Absen: 29
Pertanyaan: "Mengapa Jepang sangat bersemangat membentuk organisasi pergerakan di Indonesia?"
Jawab: Alasannya adalah karena Jepang ingin menarik simpati rakyat Indonesia yang berada dibawah daerah jajahannya dan hal itu didukung dengan sambutan baik bangsa Indonesia terhadap kedatangan Jepang. Selain itu, Jepang juga ingin organisasi tersebut dapat membantu kebutuhan perang Jepang di Pasifik.
Kelas: 11 MIPA 5
Absen: 30
Sebagai bangsa penjajah Jepang ingin memanfaatkan tidak hanya sumber daya alam negri jajahannya tetapi memanfaatkan juga sumber daya manusianya. Hal ini dilihat dari banyaknya organisasi yang dibuat Jepang untuk diikuti oleh rakyat Indonesia khususnya golongan pemuda. Jepang ingin memanfaatkan rakyat Indonesia di bidang militer maupun semi militer untuk melindungi Jepang dari invasi sekutu pada perang dunia kedua, selain itu rencana Jepang ini merupakan salah satu bentuk propaganda mereka yaitu menarik simpati masyarakat Indonesia
Kelas : 11 MIPA 5
No. Absen : 11
Jawaban:
Tujuan utama Jepang membentuk organisasi-organisasi di indonesia yaitu untuk menarik simpati dan dukungan rakyat Indonesia, tujuan lainnya yaitu untuk membantu kepentingan peperangan Jepang di Asia Timur Raya (perang Pasifik) dalam melawan sekutu, kegiatan lainnya, membantu membangun kubu-kubu pertahanan serta menjaga kamp tahanan Jepang, selain itu juga sebagai cadangan tenaga pasukan yang setiap saat pasti dibutuhkan oleh pemerintah, contoh organisasi indonesia yang dibentuk untuk membantu Jepang dalam perangnya yaitu organisasi Heiho dan Pasukan Pembela Tanah Air (PETA).
Kelas : 11 MIPA 5
No absen : 01
Jawaban :
karena ingin organisasi ini dapat membantu pasukan Jepang dalam melawan kemungkinan invasi oleh Sekutu ke Indonesia dalam Perang Dunia II serta untuk menarik simpati dan mencari dukungan dari rakyat Indonesia
Kelas: 11 MIPA 7
Absen: 19
Jawaban:
Alasan mengapa Jepang sangat bersemangat membentuk organisasi pergerakan seperti organisasi militer dan semi militer adalah untuk memanfaatkan sumber daya manusia di Indonesia agar dapat memperkuat posisi Jepang di perang pasifik dalam melawan sekutu. Dengan membentuk organisasi militer dan semi militer, Jepang juga ingin agar organisasi tersebut dapat membantu dalam melawan kemungkinan invasi oleh sekutu dalam Perang Dunia II. Selain itu, hal tersebut juga merupakan salah satu propaganda yang diciptakan Jepang untuk menarik simpati rakyat Indonesia.
Kelas: XI-MIPA 5
Absen: 23
- jepang semangat membentuk organisasi militer dan semi-militer karena pada awal nya organisasi pergerakan tersebut dibentuk untuk membantu jepang menghadapai belanda dalam perang dunia ke II, serta untuk menarik simpati dan dukungan dari rakyat indonesia.
Kelas: 11 MIPA 4
Absen: 23
Karena, selain untuk menarik simpati dan mencari dukungan rakyat indonesia, Jepang juga melihat kelompok pemuda Indonesia yang jumlahnya cukup besar untuk dimanfaatkan sumber daya manusianya dalam membantu memperkuat posisi Jepang menghadapi perang pasifik melawan sekutu.
Kelas : 11 MIPA 4
Absen : 30
Alasannya, Karena Jepang dapat melihat potensi pada kelompok pemuda Indonesia yang jumlahnya juga bisa dikatakan cukup besar. dikarenakan Jepang juga bisa menarik simpati dan dukungan dari rakyat Indonesia. maka dari itu, Jepang memanfaatkan kelebihan sumber daya manusia itu untuk membentuk organisasi militer karena pada awal nya organisasi pergerakan tersebut dibentuk untuk membantu jepang menghadapai belanda dalam perang dunia ke II.
KELAS : XI MIPA 5
ABSEN : 34
Alasan jepang bersemangat membentuk wilayah militer karena pada pertengahan tahun 1942, timbul pemikiran dari Markas Besar Tentara Jepang untuk membuat pemerintahan militer agar penduduk di daerah pendudukan dilibatkan dalam aktivitas pertahanan dan kemiliteran (termasuk semimiliter). Hal tersebut bertujuan untuk dapat mempergunakannya dalam kepentingan di Perang Pasifik melawan negara-negara Barat. Hal tersebut lah yang membuat Jepang semangat membentuk wilayah militer yang terdiri dari tiga yakni, Angkatan Darat dengan Tentara Kedua Puluh Lima (Tomi Shudan) untuk Sumatera. Lalu Angkatan Darat berikutnya dengan Tentara Keenam Belas (Asamu Shudan) untuk Jawa & Madura. Kemudian Angkatan Laut dengan Armada Selatan Kedua nya untuk daerah Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku. Selain itu, Jepang pun membentuk sejumlah organisasi militer dan semimiliter seperti Heiho, Seinendan, Funjinkai, Keibodan, dan PETA untuk mempersiapkan kaum muda menjaga pertahanan Jepang.
Kelas: XI MIPA 6
Absen: 18
Mengapa Jepang bersemangat membentuk organisasi pergerakan di Indonesia?
Di pertengahan tahun 1942, Jepang membuat pemerintahan militer agar penduduk di daerah pendudukan dilibatkan dalam aktivitas pertahanan, kemiliteran, dan juga semimiliter. Hal tersebutlah yang membuat Jepang semangat membentuk wilayah militer, Angkatan Laut dengan Armada Selatan ke-2 nya, dan sejumlah organisasi militer dan semimiliter seperti Heiho, Seinendan, Funjinkai, Keibodan, dan PETA. Fungsi pembentukan organisasi ini adalah untuk membantu Jepang dalam menghadapi perang Pasifik melawan negara-negara Barat.
Kelas : 11 MIPA 6
Absen : 24
Mengapa jepang bersemangat membentuk organisasi pegerakan di Indonesia?
Jawab :
Pada pertengahan tahun 1942, timbul pemikiran dari Markas Besar Tentara Jepang untuk membuat pemerintahan militer agar penduduk di daerah pendudukan dilibatkan dalam aktivitas pertahanan dan kemiliteran (termasuk semimiliter). Hal tersebut bertujuan untuk dapat mempergunakannya dalam kepentingan di Perang Pasifik melawan negara-negara Barat. Hal tersebut lah yang membuat Jepang semangat membentuk wilayah militer yang terdiri dari tiga yakni, Angkatan Darat dengan Tentara Kedua Puluh Lima (Tomi Shudan) untuk Sumatera. Lalu Angkatan Darat berikutnya dengan Tentara Keenam Belas (Asamu Shudan) untuk Jawa & Madura. Kemudian Angkatan Laut dengan Armada Selatan Kedua nya untuk daerah Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku. Selain itu, Jepang pun membentuk sejumlah organisasi militer dan semimiliter seperti Heiho, Seinendan, Funjinkai, Keibodan, dan PETA untuk mempersiapkan kaum muda menjaga pertahanan Jepang.
Dengan demikian, pembentukan organisasi militer dan semi-militer adalah untuk membantu Jepang dalam menghadapi perang Pasifik.
Kelas : XI MIPA 7
Mengapa jepang bersemangat membentuk organisasi pegerakan di Indonesia?
Jawab :
Karena, kelompok pemuda Indonesia memiliki jumlah yang cukup besar sehingga Jepang memanfaatkannya untuk mempersiapkan kaum muda menjaga pertahanan Jepang dan membantu Jepang dalam menghadapi perang Pasifik.
Kelas : XI MIPA 5
No Absen: 25
Sebab, pada saat itu, Jepang sedang gencar-gencarnya berusaha membangun negaranya. Pasca berakhirnya kebijakan Sakoku dan mulainya Masa Restorasi Meiji, Jepang mulai merancang rencananya dalam memaksimalkan imperialisme di berbagai belahan dunia, termasuk saat Jepang berhasil masuk ke Indonesia. Kala itu, Jepang membuat berbagai organisasi pergerakan yang semula dimaksudkan untuk mengembangkan kemampuan sumber daya manusia yang ada di Indonesia untuk kembali digunakan dalam membantu Jepang, terlebih mengingat posisi Jepang yang harus menghadapi sekutu dalam perang asia-pasifik, membuat Jepang membutuhkan banyak sumber daya manusia yang juga berkualitas untuk menjadi dukungannya. Organisasi pergerakan ini juga menjadi salah satu propaganda politik yang membuat rakyat merasa bahwa diberi dukungan dan kebebasan untuk berkembang, sehingga rakyat tidak merasa bahwa Jepang merupakan suatu ancaman.
Kelas:XI-MIPA7
No Absen: 06
Jepang begitu bersemangat membentuk organisasi militer di Indonesia karena Jepang melihat kelompok pemuda indonesia yang jumlahnya cukup besar. Maka dari itu jepang memnanfaatkan kelebihan sumber daya manusia itu untuk membantu memperkuat posisi Jepang dalam menghadapi perang asia timur raya (perang pasifik) untuk melawan sekutu.
Dengan alasan inilah,pembentukan organisasi militer jepang ditujukan untuk menarik simpati dari dukungan rakyat Indonesia ,hal ini karena jepang terdesak akan kehadiran sekutu Indonesia dan kekalahan jepang dibeberapa tempat Aasia pasifik. Heilo banyak dikirim ke negara-negara yang telah dikuasai Jepang dengan rtujuan mempertahankan dari serangan sekutu
Kelas: XI MIPA 7
Absen: 11
Pertanyaan :
Mengapa Jepang sangat bersemangat membentuk organisasi pergerakan di Indonesia?
Jawaban :
Jepang sangat bersemangat membentuk organisasi
kemasyarakatan, organisasi semi militer dan organisasi militer di Indonesia dengan tujuan membantu kepentingan perang Jepang. Jepang juga melarang adanya organisasi organisasi politik selain bentukan Jepang sendiri, bertujuan untuk menggalang dukungan dari rakyat Indonesia dan mempertahankan wilayah kekuasaannya di Indonesia dari ancaman Sekutu.
Kelas: 11 MIPA 5
Absen: 15
Alasannya adalah karena timbul pemikiran dari Markas Besar Tentara Jepang untuk membuat pemerintahan militer agar penduduk di daerah pendudukan dilibatkan dalam aktivitas pertahanan dan kemiliteran (termasuk semimiliter). Jepang juga melihat kelompok pemuda Indonesia yang jumlahnya cukup besar. Maka dari itu, jepang memanfaatkan kelebihan sumber daya manusia itu untuk membantu memperkuat posisi Jepang dalam menghadapi perang di asia timur raya (perang pasifik) untuk melawan sekutu.
Kelas: XI MIPA 5
No. Absen: 35
Alasan mengapa Jepang begitu semangat untuk membentuk organisasi militer dan semi milter di Indonesia agar penduduk di daerah pendudukan dilibatkan dalam aktivitas pertahanan dan kemiliteran (termasuk semimiliter). Hal tersebut bertujuan untuk dapat mempergunakannya dalam kepentingan di Perang Pasifik melawan negara-negara Barat.
Kelas: XI MIPA 4
No. Absen: 22
Alasan mengapa Jepang begitu semangat untuk membentuk organisasi militer dan semi milter di Indonesia agar penduduk di daerah pendudukan dilibatkan dalam aktivitas pertahanan dan kemiliteran (termasuk semimiliter). Hal tersebut bertujuan untuk dapat mempergunakannya dalam kepentingan di Perang Pasifik melawan negara-negara Barat.
Kelas : XI MIPA 7
Absen : 36
Jepang begitu semangat untuk membentuk organisasi-organisasi militer dan semi militer di Indonesia, karena ingin organisasi ini dapat membantu pasukan Jepang dalam melawan kemungkinan invasi oleh Sekutu ke Indonesia dalam Perang Dunia II serta untuk menarik simpati dan mencari dukungan dari rakyat Indonesia.
Kelas: XI MIPA 7
No. Absen: 22
Jepang bersemangat membentuk banyak organisasi adalah untuk menarik simpati pemimpin indonesia dan rakyat indonesia saat itu serta organisasi tersebut ikut membantu jepang pada saat pasukan jepang menghadapi pasukan sekutu.
Kelas : 11 IPS 4
Absen : 34
Alasan mengapa Jepang begitu semangat untuk membangun organisasi pergerakan di Indonesia, karena Jepang melihat SDM di Indonesia yang jumlahnya cukup besar. Maka dari itu, jepang memanfaatkan kelebihan sumber daya insan itu untuk membantu memperkuat posisi Jepang dalam menghadapi perang di asia timur raya (perang pasifik) untuk melawan sekutu. serta untuk menarik simpati dan mencari dukungan dari rakyat Indonesia.
Kelas : XI IPS 2
No. Absen : 02
Alasan mengapa Jepang begitu bersemangat untuk membangun organisasi pergerakan di Indonesia adalah karena agar penduduk di daerah pendudukan dilibatkan dalam aktivitas pertahanan dan kemiliteran (termasuk semimiliter). Hal tersebut bertujuan untuk dapat mempergunakannya dalam kepentingan di Perang Pasifik melawan negara-negara Barat.
Kelas: 11 MIPA 4
Absen: 6
Alasan Jepang sangat bersemangat membentuk organisasi pergerakan di Indonesia karena ingin menarik simpati dan mencari dukungan dari rakyat Indonesia, itu sebabnya Indonesia dilarang untuk membentuk organisasi sendiri. Selain itu, Jepang membentuk organisasi-organisasi tersebut agar penduduk di daerah Indonesia dapat dilibatkan dalam aktivitas pertahanan dan kemiliteran agar dapat dipergunakan dalam kepentingan Jepang pada Perang Pasifik.
Kelas : XI MIPA 3
Absen : 09
Jawaban :
Pada tahun 1942, terdapat pemikir dari Markas Besar Tentara Jepang agar penduduk di daerah dilibatkan dalam aktivitas pertahanan dan kemiliteran, jepang melihat kelompok pemuda Indonesia yang jumlahnya cukup besar. Maka dari itu, jepang memanfaatkan kelebihan sumber daya manusia itu untuk membantu memperkuat posisi Jepang dalam menghadapi perang di asia timur raya (perang pasifik) untuk melawan sekutu.
Pembentukan ini didukung dengan pembentukan pemerintahan militer dengan membagi wilayah Indonesia menjadi tiga wilayah, yaitu:
1. Pemerintahan militer Angkatan Darat di wilayah Sumatra dengan pusatnya di Bukittinggi.
2. Pemerintahan militer Angkatan Darat di Jawa dan Madura.
3. Pemerintahan militer Angkatan Laut di daerah Sulawesi, Kalimantan, dan Maluku.
Kelas : XI MIPA 3
Absen : 25
Sebagai bangsa penjajah, Jepang ingin memanfaatkan tidak hanya sumber daya alam negeri jajahannya tetapi memanfaatkan juga sumber daya manusianya. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya organisasi yang dibuat Jepang untuk diikuti oleh rakyat Indonesia khususnya golongan pemuda. Jepang ingin organisasi ini dapat membantu pasukan Jepang dalam melawan kemungkinan invasi oleh sekutu ke Indonesia dalam perang Dunia II serta untuk menarik simpati dan juga dukungan dari rakyat Indonesia.
Absen : 31
Kelas : XI MIPA 7
Alasan Jepang begitu semangat untuk membangun organisasi pergerakan di Indonesia, karena Jepang melihat SDM di Indonesia yang jumlahnya cukup besar. Maka dari itu, jepang memanfaatkan kelebihan sumber daya insan itu untuk membantu memperkuat posisi Jepang dalam menghadapi perang di asia timur raya (perang pasifik) untuk melawan sekutu. serta untuk menarik simpati dan mencari dukungan dari rakyat Indonesia.
Maka dari itu, jepang memanfaatkan kelebihan sumber daya manusia itu untuk membantu memperkuat posisi Jepang dalam menghadapi perang di asia timur raya (perang pasifik) untuk melawan sekutu.
Pembentukan ini didukung dengan pembentukan pemerintahan militer dengan membagi wilayah Indonesia menjadi tiga wilayah, yaitu:
1. Pemerintahan militer Angkatan Darat di wilayah Sumatra dengan pusatnya di Bukittinggi.
2. Pemerintahan militer Angkatan Darat di Jawa dan Madura.
3. Pemerintahan militer Angkatan Laut di daerah Sulawesi, Kalimantan, dan Maluku.
Kelas : 11 MIPA 1
PERTANYAAN :
Mengapa Jepang sangat bersemangat membentuk organisasi pergerakan di Indonesia?"
JAWABAN :
Jepang sangat bersemangat untuk membentuk berbagai organisasi di Indonesia baik organisasi semi militer mau pun organisasi militer, karena beberapa hal, diantaranya
1. Jepang melihat bahwa bangsa Indonesia memiliki banyak pemuda yang dapat diandalkan, juga Jeoang bermaksud untuk memanfaatkan sumber daya manusia dengan cuma-cuma.
2.Jepang inging membuat pemerintahan militer agar penduduk di daerah pendudukan dilibatkan dalam aktivitas pertahanan dan kemiliteran (termasuk semimiliter). Hal tersebut bertujuan untuk dapat mempergunakannya dalam kepentingan di Perang Pasifik melawan negara-negara Barat. Hal tersebut lah yang membuat Jepang semangat membentuk wilayah militer yang terdiri dari tiga yakni, Angkatan Darat dengan Tentara Kedua Puluh Lima (Tomi Shudan) untuk Sumatera. Lalu Angkatan Darat berikutnya dengan Tentara Keenam Belas (Asamu Shudan) untuk Jawa & Madura. Kemudian Angkatan Laut dengan Armada Selatan Kedua nya untuk daerah Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku. Selain itu, Jepang pun membentuk sejumlah organisasi militer dan semimiliter seperti Heiho, Seinendan, Funjinkai, Keibodan, dan PETA untuk mempersiapkan kaum muda menjaga pertahanan Jepang.
Dengan demikian, pembentukan organisasi militer dan semi-militer adalah untuk membantu Jepang dalam menghadapi perang Pasifik.
kelas : 11 MIPA 4
jawaban :
Jepang semangat untuk membuat organisasi di indonesia selain karena untuk menarik simpati dan mencari dukungan rakyat indonesia, Jepang juga melihat kelompok pemuda Indonesia yang besar potensinya untuk dimanfaatkan sumber daya manusianya dalam membantu jepang menghadapi perang pasifik melawan sekutu
Kelas: XI MIPA 7
No Absen: 28
Jawabannya:
Karena Jepang melihat kelompok pemuda indonesia yang jumlahnya cukup besar. Maka dari itu, Jepang memanfaatkan kelebihan sumber daya manusia itu untuk membantu memperkuat posisi jepang dalam menghadapi perang di asia timur raya (perang pasifik) untuk melawan sekutu. Dan juga, Jepang begitu semangat untuk membentuk organisasi-organisasi militer dan semi militer di Indonesia, karena ingin organisasi ini dapat membantu pasukan Jepang dalam melawan kemungkinan invasi oleh Sekutu ke Indonesia dalam Perang Dunia II serta untuk menarik simpati dan mencari dukungan dari rakyat Indonesia.
Absen : 7
Kelas : XI MIPA 7
Alasan Jepang sangat bersemangat untuk membentuk organisasi-organisasi di Indonesia, Karena Jepang tidak hanya ingin menguasai sumber daya alam yang di miliki Indonesia akan tetapi Jepang juga berencana untuk memanfaatkan sumber daya manusia nya juga, dengan membentuk organisasi-organisasi agar rakyat Indonesia bisa ikut memperkuat pertahanan posisi Jepang di asia timur raya. Selain itu Jepang juga ingin membuat pemerintahan militer supaya Rakyat Indonesia terlibat dalam aktivitas pertahanan dan kemiliteran.Yang bertujuan agar dapat dipergunakan dalam perang pasifik melawan negara-negara barat.
Kelas : XI MIPA 5
Absen : 31
Jepang begitu semangat untuk membentuk organisasi-organisasi militer dan semi militer di Indonesia karena pembentukan organisasi tersebut oleh Jepang sebenarnya demi keberlangsungan Jepang dalam perang Pasifik. Pada tahun 1942, terdapat pemikir dari Markas Besar Tentara Jepang agar penduduk di daerah dilibatkan dalam aktivitas pertahanan dan kemiliteran, tujuan dari
dibentuknya aktivitas pertahanan dan kemiliteran berupa organisasi militer dan semimiliter agar bisa dipergunakan untuk kepentingan perang Pasifik. Jepang juga melihat kelompok pemuda Indonesia yang jumlahnya cukup besar. Maka dari itu, jepang memanfaatkan kelebihan sumber daya manusia itu untuk membantu memperkuat posisi Jepang dalam menghadapi perang di asia timur raya (perang pasifik) untuk melawan sekutu.
Kelas : XI MIPA 5
Absen : 07
Jepang sangat bersemangat membentuk organisasi pergerakan di Indonesia karena, organisasi tersebut sebenarnya demi keberlangsungan Jepang dalam kepentingan perang pasifik. Jepang ingin organisasi pergerakan tersebut dapat membantu Jepang melawan invasi oleh Sekutu. Jepang memanfaatkan kelebihan SDM yang ada di Indonesia untuk memperkuat posisi Jepang dalam menghadapi perang melawan sekutu.
Kelas: XI - IPS 3
No.Absen: 28
Pertanyaan:
Mengapa Jepang sangat bersemangat membentuk organisasi pergerakan di Indonesia?
Jawab:
Karena Jepang melihat kelompok pemuda Indonesia yang jumlahnya cukup besar. Maka dari itu, Jepang memanfaatkan kelebihan sumber daya manusia itu untuk membantu memperkuat posisi Jepang dalam emnghadapi perang di Asia Timur Raya (perang pasifik) untuk melawan sekutu.
Kelas: XI MIPA 3
No. Absen: 12
Jawaban: Jepang begitu semangat untuk membentuk organisasi-organisasi militer dan semi militer di Indonesia karena ingin organisasi ini dapat membantu pasukan Jepang dalam Perang Dunia II untuk melawan kemungkinan invasi oleh Sekutu ke Indonesia untuk menarik simpati dan mencari dukungan dari rakyat Indonesia.
Kelas : XI IPS 1
Absen : 33
Mengapa Jepang sangat bersemangat membentuk organisasi pergerakan di Indonesia?
Menurut saya, karena Jepang ingin membuat bangsa Indonesia berguna untuk Jepang terutama dalam rangka membantu usaha perangnya. Selain itu, karena Jepang melihat kelompok pemuda Indonesia yang jumlahnya besar, sehingga dapat dimanfaatkan untuk menghadapi perang di Asia Timur Raya (perang pasifik) untuk melawan sekutu. Serta, untuk menarik simpati dan mencari dukungan dari rakyat Indonesia.
Kelas:11 mipa 7
No.absen:29
Karena
Jepang begitu semangat untuk membentuk organisasi-organisasi militer dan semi militer di Indonesia, karena ingin organisasi ini dapat membantu pasukan Jepang dalam melawan kemungkinan invasi oleh Sekutu ke Indonesia dalam Perang Dunia II serta untuk menarik simpati dan mencari dukungan dari rakyat Indonesia.
Absen : 14
Kelas : XI MIPA 5
karena Jepang ingin organisasi ini dapat membantu pasukan Jepang dalam melawan kemungkinan invasi oleh Sekutu ke Indonesia dalam Perang Dunia II serta untuk menarik simpati dan mencari dukungan dari rakyat Indonesia atau pansos
Kelas : 11 MIPA 4
No. Absen 35
Jepang sangat bersemangat membentuk organisasi pergerakan di indonesia disebabkan oleh Jepang ingin memanfaatkan pemuda Indonesia yang saat itu bisa dibilang jumlahnya cukup banyak untuk membantu memperkuat pertahanan Jepang yang akan menghadapu perang pasifik melawan sekutu
No Absen : 12
Kelas : XI MIPA 6
Jawaban :
Alasan Jepang sangat bersemangat membentuk organisasi pergerakan di Indonesia adalah karena Pada pertengahan tahun 1942, timbul pemikiran dari Markas Besar Tentara Jepang untuk membuat pemerintahan militer agar penduduk di daerah pendudukan dilibatkan dalam aktivitas pertahanan dan kemiliteran (termasuk semimiliter). Tujuan dari dibentuknya aktivitas pertahanan dan kemiliteran berupa organisasi militer dan semimiliter agar bisa memanfaatkan sumber daya manusia di Indonesia untuk membantu memperkuat posisi pasukan Jepang dalam menghadapi perang pasifik untuk melawan Sekutu.
Kelas: 11 MIPA 4
No. Absen: 15
Berdasarkan uraian di atas, alasan Jepang yang bersemangat untuk membentuk organisasi pergerakan di Indonesia ialah untuk mendapatkan bantuan berupa tenaga dan pikiran serta menyatukan kekuatan rakyat Indonesia dalam rangka menyukseskan Perang Asia Timur Raya.
Kelas: XI IPS 2
Absen: 21
Karena tujuan Jepang membentuk organisasi pergerakan di Indonesia adalah untuk mendapatkan dukungan rakyat Indonesia. Jepang berusaha agar organisasi yang dibentuk dapat menjadi wadah propaganda yang efektif. Namun, dukungan rakyat Indonesia terhadap Jepang tidak sama dengan saat awal kedatangan Jepang. Hal ini dikarenakan Jepang mulai melarang pengibaran bendera merah putih serta mengganti lagu Indonesia Raya dengan lagu kimigayo. Melalui badan propaganda Jepang ini, bahasa Indonesia mulai tersebar di kalangan masyarakat Indonesia sekaligus membuat nasionalisme Indonesia semakin kuat.
Kelas : 11 MIPA 6
No. Absen : 04
"Mengapa Jepang sangat bersemangat membentuk organisasi pergerakan di Indonesia?"
Jawaban : Selama masa pendudukan Jepang, bangsa Indonesia dilarang membentuk organisasi sendiri. Akan tetapi, Jepang sendiri membentuk organisasi-organisasi bagi rakyat Indonesia dengan maksud dipersiapkan untuk membantu Jepang. Jepang melihat bahwa potensi sumber daya manusia di Indonesia jumlahnya cukup besar, dengan jumlah yang cukup besar ini Jepang dapat memanfaatkannya untuk memperkuat posisi Jepang dalam menghadapi perang di Asia Timur (perang Pasifik) melawan Sekutu.
Kelas: XI MIPA 5
No. Absen: 26
Jawaban: Alasan mengapa Jepang begitu bersemangat untuk membentuk organisasi-organisasi militer dan semi militer di Indonesia adalah karena ingin organisasi ini dapat membantu pasukan Jepang dalam melawan kemungkinan invasi oleh Sekutu ke Indonesia dalam Perang Dunia II serta untuk menarik simpati dan mencari dukungan dari rakyat Indonesia.
Kelas : XI MIPA 6
Absen : 20
Jawaban :
Alasan Jepang sangat bersemangat membentuk organisasi pergerakan di Indonesia adalah karena Jepang ingin organisasi tersebut dapat membantu pasukan Jepang dalam melawan kemungkinan invasi oleh Sekutu ke Indonesia dalam Perang Dunia II serta untuk menarik simpati dan mencari dukungan dari rakyat Indonesia.
Kelas : XI MIPA 7
Absen 24
Jawaban:
Alasan Jepang sangat bersemangat untuk membentuk organisasi-organisasi di Indonesia adalah karena Jepang melihat kelompok pemuda indonesia yang jumlahnya cukup besar. Maka dari itu, Jepang memanfaatkan kelebihan sumber daya manusia itu untuk membantu memperkuat posisi jepang dalam menghadapi perang di asia timur raya (perang pasifik) untuk melawan sekutu. Selama menduduki Indonesia, Jepang membentuk sejumlah organisasi militer dan semimiliter untuk mempersiapkan kaum muda menjaga pertahanan Jepang dan dapat membantu pasukan Jepang dalam melawan kemungkinan invasi oleh Sekutu ke Indonesia dalam Perang Dunia II. Hal lainnya adalar memicu simpati rakyat Indonesia untuk selalu mendukung jepang.
Kelas; XI MIPA 1
Absen; 17
Jawaban;
Jepang begitu semangat untuk membentuk organisasi-organisasi militer dan semi militer di Indonesia, karena ingin organisasi ini dapat membantu pasukan Jepang dalam melawan kemungkinan invasi oleh Sekutu ke Indonesia dalam Perang Dunia II serta untuk menarik simpati dan mencari dukungan dari rakyat Indonesia.
Kelas : XI MIPA 5
karena jepang melihat kelompok pemuda indonesia yang jumlahnya cukup besar. Maka dari itu jepang memanfaatkan kelebihan sumber daya manusia itu untuk membantu memperkuan posisi jepang dengan menghadapi perang di asia timur raya atau perang pasifik untuk melawan sekutu
Kelas : XI MIPA 3
karena ingin organisasi ini dapat membantu pasukan Jepang dalam melawan kemungkinan invasi oleh Sekutu ke Indonesia dalam Perang Dunia II serta untuk menarik simpati dan mencari dukungan dari rakyat Indonesia.
Kelas : XI MIPA 6
Absen : 14
Alasannya, karena jepang bertujuan untuk dapat mempergunakannya SDM Indonesia yang banyak dalam kepentingan mereka di Perang Pasifik melawan negara-negara Barat/sekutu.Hal tersebut lah yang membuat Jepang semangat membentuk organisasi militer dan semimiliter
Dengan demikian, pembentukan organisasi militer dan semi-militer adalah untuk membantu Jepang dalam menghadapi perang Pasifik.
Kelas : XI MIPA 1
Absen : 31
alasan Mengapa Jepang sangat bersemangat membentuk organisasi pergerakan di Indonesia adalah Karena jepang melihat kelompok pemuda Indonesia yang jumlahnya cukup besar. Maka dari itu, jepang memanfaatkan kelebihan sumber daya manusia itu untuk membantu memperkuat posisi Jepang dalam menghadapi perang di asia timur raya (perang pasifik) untuk melawan sekutu. Selain itu jepang juga melakukan strategi propaganda yang bertujuan untuk menarik simpati dan mencari dukungan dari rakyat Indonesia.
Kelas: XI MIPA 3
Absen: 24
Alasan Jepang sangat bersemangat membentuk organisasi pergerakan di Indonesia adalah karena Jepang ingin organisasi-organisasi tersebut membantu pasukan Jepang dalam melawan kemungkinan invasi oleh Sekutu ke Indonesia dalam Perang Dunia II. Serta untuk memenangkan simpati dan dukungan dari rakyat Indonesia.
Kelas :XI MIPA 2
No/abs :15
Alasan Jepang begitu semangat untuk membentuk organisasi-organisasi militer dan semi militer di Indonesia, karena Jepang melihat kelompok pemuda Indonesia yang jumlahnya cukup besar. Kemudian Angkatan Laut dengan Armada Selatan Kedua nya untuk daerah Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku. Selain itu, Jepang pun membentuk sejumlah organisasi militer dan semimiliter seperti Heiho, Seinendan, Funjinkai, Keibodan, dan PETA untuk mempersiapkan kaum muda menjaga pertahanan Jepang. Maka dari itu, Jepang memanfaatkan sumber daya manusia itu untuk membantu memperkuat posisi Jepang dalam menghadapi kemungkinan invasi oleh Sekutu ke Indonesia dalam Perang Dunia II serta untuk menarik simpati dan mencari dukungan dari rakyat Indonesia
Kls:XI IPS 2/24
Alasan Jepang begitu bersemangat membentuk organisasi organisasi di Indonesia karena,Pada pertengahan tahun 1942, timbul pemikiran dari Markas Besar Tentara Jepang untuk membuat pemerintahan militer agar penduduk di daerah pendudukan dilibatkan dalam aktivitas pertahanan dan kemiliteran (termasuk semimiliter). Hal tersebut bertujuan untuk dapat mempergunakannya dalam kepentingan di Perang Pasifik melawan negara-negara Barat.
Kelas : XI IPS 4
Jepang begitu semangat untuk membentuk organisasi-organisasi militer dan semi militer di Indonesia, karena ingin organisasi ini dapat membantu pasukan Jepang dalam melawan kemungkinan invasi oleh Sekutu ke Indonesia dalam Perang Dunia II serta untuk menarik simpati dan mencari dukungan dari rakyat Indonesia.
KELAS : XI IPS 4
ABSEN : 32
Jepang begitu semangat untuk membentuk organisasi-organisasi militer dan semi militer di Indonesia, karena ingin organisasi ini dapat membantu pasukan Jepang dalam melawan kemungkinan invasi oleh Sekutu ke Indonesia dalam Perang Dunia II serta untuk menarik simpati dan mencari dukungan dari rakyat Indonesia.
Kelas : XI MIPA 1
Jepang begitu semangat untuk membentuk organisasi-organisasi militer dan semi militer di Indonesia, karena ingin organisasi ini dapat membantu pasukan Jepang dalam melawan kemungkinan invasi oleh Sekutu ke Indonesia dalam Perang Dunia II serta untuk menarik simpati dan mencari dukungan dari rakyat Indonesia.
Kelas: XI MIPA 7
Absen: 03
jepang bersemangat untuk membuat organisasi semi militer dan militer di indonesia karena jepang melihat kelompok pemuda indonesia yang jumlahnya sangat banyak, jepang memanfaatkan sumber daya manusia ini untuk memperkuat posisi jepang dalam perang asia timur raya atau perang pasifik untuk melawan sekutu, serta menarik simpati dan dukungan indonesia.
Kelas : XI MIPA 2
No Absen : 04
Pertanyaan :
Mengapa Jepang sangat bersemangat membentuk organisasi pergerakan di Indonesia?"
Jawaban:
Alasan jepang sangat bersamangat membentuk organisasi di Indonesia adalah untuk membantu Jepang menghadapi Perang Asia Timur Raya menghadapi Sekutu. Jepang mendapatkan cadangan logistik dan bahan industri perang, seperti minyak bumi, timah, dan alumunium. Sebab, persediaan minyak di Indonesia diperkirakan dapat mencukupi kebutuhan Jepang selama Perang Pasifik serta adanya sumber daya manusia (rakyat Indonesia) dimanfaatkan jepang dibidang militer dan semi militer dalam membantu jepang selama perang Pasifik.
kelas:11 mipa 2
absen:28
jepang ingin indonesia terlibat dalam aktifitas pertahanan dan kemiliteran karena jepang melihat kelonpok pemuda indoneaia yang cukup besar.
Kelas : 11 MIPA 1
Jepang sangat bersemangat membentuk berbagai organisasi di Indonesia dikarenakan beberapa alasan. Jepang yang pada saat itu tengah berperang dengan sekutu membutuhkan tenaga serta semangat rakyat Indonesia untuk "berbakti" kepada pemerintah untuk kemenangan perang. Lewat organisasi semimiliter yang dibentuk Jepang, diharapkan rakyat Indonesia dapat memperkuat pemerintahan Jepang. Selain itu Jepang juga membentuk organisasi yang berkaitan dengan agama Islam seperti masyumi dan hisbullah, hal ini bertujuan supaya umat Islam yang merupakan mayoritas dan dianggap tidak menyukai sekutu dapat membantu Jepang menjadi pasukan dalam perang. Jepang juga membentuk berbagai organisasi lainnya untuk mendapatkan kembali simpati rakyat Indonesia karena seperti yang diketahui simpati masyarakat Indonesia kepada Jepang mulai memudar
Kelas : 11 IPS 1
Jepang begitu semangat untuk membentuk organisasi-organisasi militer dan semi militer di Indonesia, karena ingin organisasi ini dapat membantu pasukan Jepang dalam melawan kemungkinan invasi oleh Sekutu ke Indonesia dalam Perang Dunia II serta untuk menarik simpati dan mencari dukungan dari rakyat Indonesia.
Kelas : XI IPS 4
Karena dapat mempergunakan untuk kepentingan di perang pasifik melawan negara - negara Barat. Hal tersebut lah yang membuat Jepang semangat membentuk wilayah militer yang terdiri dari tiga yakni, Angkatan Darat dengan Tentara Kedua Puluh Lima (Tomi Shudan) untuk Sumatera. Lalu Angkatan Darat berikutnya dengan Tentara Keenam Belas (Asamu Shudan) untuk Jawa & Madura. Kemudian Angkatan Laut dengan Armada Selatan Kedua nya untuk daerah Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku. Selain itu, Jepang pun membentuk sejumlah organisasi militer dan semimiliter seperti Heiho, Seinendan, Funjinkai, Keibodan, dan PETA untuk mempersiapkan kaum muda menjaga pertahanan Jepang.
Kelas 11 MIPA 1
SMAN 24 bdg
Jawaban:Jepang begitu semangat untuk membentuk organisasi-organisasi militer dan semi militer di Indonesia, karena Jepang melihat kelompok pemuda Indonesia yang jumlahnya cukup besar. Maka dari itu, Jepang memanfaatkan sumber daya manusia itu untuk membantu memperkuat posisi Jepang dalam menghadapi kemungkinan invasi oleh Sekutu ke Indonesia dalam Perang Dunia II serta untuk menarik simpati dan mencari dukungan dari rakyat Indonesia.
Kelas: Xl IPS 3
No absen :17
Mengapa Jepang sangat bersemangat membentuk organisasi pergerakan di Indonesia, alasannya yaitu karena jepang melihat kelompok pemuda Indonesia yang jumlahnya cukup besar. Maka dari itu, jepang memanfaatkan kelebihan sumber daya manusia itu untuk membantu memperkuat posisi Jepang dalam menghadapi perang di asia timur raya untuk melawan sekutu
Kelas : XI IPS 1
Pada pertengahan tahun 1942, timbul pemikiran dari Markas Besar Tentara Jepang untuk membuat pemerintahan militer agar penduduk di daerah pendudukan dilibatkan dalam aktivitas pertahanan dan kemiliteran (termasuk semimiliter). Setelah timbulnya pemikiran itu Jepang begitu semangat untuk membentuk organisasi-organisasi militer dan semi militer di Indonesia, karena Jepang ingin organisasi ini dapat membantu pasukan Jepang dalam melawan kemungkinan invasi oleh Sekutu ke Indonesia dalam Perang Dunia II serta untuk menarik simpati dan mencari dukungan dari rakyat Indonesia.
Xl Mipa 6
Jepang begitu semangat untuk membentuk organisasi-organisasi militer dan semi militer di Indonesia, karena ingin organisasi ini dapat membantu pasukan Jepang dalam melawan kemungkinan invasi oleh Sekutu ke Indonesia dalam Perang Dunia II serta untuk menarik simpati dan mencari dukungan dari rakyat Indonesia
KELAS:XI IPS 1
NO ABSEN:31
Jepang begitu semangat untuk membentuk organisasi-organisasi militer dan semi militer di Indonesia, karena ingin organisasi ini dapat membantu pasukan Jepang dalam melawan kemungkinan invasi oleh Sekutu ke Indonesia dalam Perang Dunia II serta untuk menarik simpati dan mencari dukungan dari rakyat Indonesia.
Nomor Absen : 13
Kelas : XI MIPA 6
Soal : Mengapa Jepang sangat bersemangat membentuk organisasi pergerakan di Indonesia?
Jawab:
1. Jepang sangat bersemangat membentuk organisasi pergerakan di Indonesia karena Berdasarkan keputusan sidang parlemen ke-82 di Tokyo, Perdana Menteri Tojo mengemukakan perlunya dibentuk barisan semi militer dan militer di Indonesia. Pada bulan Januari 1943 dibukalah sebuah pusat latihan militer untuk pemuda-pemuda Indonesia yang dikenal dengan ”Sainen Dojo” di Tanggerang. Di Seinen Dojo ini pemuda Indonesia diberi latihan militer yang sangat berat. Di tempat ini juga dibentuk karakter pemuda semangat dan keberanian berkorban tentara Jepang yaitu ”Seisin”. Keberhasilan Seinen Dojo dalam melatih pemuda-pemuda Indonesia membuat Jepang membentuk organisasi-organisasi semi militer lain dalam rangka membantu tentara Jepang dalam peperangannya. Dalam bulan April 1943 dibentuklah organisasi-organisasi pemuda yang diberi latihan militer
2. Jepang begitu semangat untuk membentuk organisasi-organisasi militer dan semi-militer di Indonesia agar Bangsa Indonesia dapat membantu Jepang pada Perang Asia dengan cara merekrut dan melatih rakyat Indonesia untuk dijadikan personil militer dan semi militer secara cuma-cuma dalam menghadapi perang di Asia timur raya (perang Pasifik) untuk melawan sekutu.
3. Jepang semangat membentuk organisasi militer dan semi militer di Indonesia karena 𝐢𝐧𝐠𝐢𝐧 𝐨𝐫𝐠𝐚𝐧𝐢𝐬𝐚𝐬𝐢 𝐢𝐧𝐢 𝐝𝐚𝐩𝐚𝐭 𝐦𝐞𝐦𝐛𝐚𝐧𝐭𝐮 𝐩𝐚𝐬𝐮𝐤𝐚𝐧 𝐉𝐞𝐩𝐚𝐧𝐠 dalam melawan kemungkinan invasi oleh Sekutu ke Indonesia dalam Perang Dunia II serta untuk menarik simpati dan mencari dukungan dari rakyat Indonesia. Jepang juga sangat bersemangat membentuk organisasi pergerakan di Indonesia, karena jepang melihat kelompok pemuda Indonesia yang jumlahnya cukup besar.
Kelas : XI IPS 1
Jawaban : Di masa-masa awal pendudukan Jepang di Indonesia, muncul ide untuk membuat pemerintahan militer. Hal ini bertujuan agar penduduk di daerah yang ditempati bisa diikutsertakan dalam aktivitas pertahanan dan kemiliteran termasuk kepentingan di Perang Pasifik melawan negara-negara barat. Maka untuk memenuhi kebutuhan mereka tersebut, Jepang membentuk sejumlah organisasi militer maupun semi militer, diantaranya Heiho, seinendan, keibodan, Funjinkai, dan PETA.
KELAS: XI IPS 2
NO. ABSEN:12
Jepang begitu semangat untuk membentuk organisasi-organisasi militer dan semi militer di Indonesia, karena ingin organisasi ini dapat membantu pasukan Jepang dalam melawan kemungkinan invasi oleh Sekutu ke Indonesia dalam Perang Dunia II serta untuk menarik simpati dan mencari dukungan dari rakyat Indonesia.
Kelas : XI-MIPA 3
Alasan Jepang semangat dalam membentuk organisasi militer dan semi-militer adalah agar para penduduk terlibat dalam kemiliteran untuk membantu Jepang dalam menghadapi perang Pasifik. Selain itu pembentukan organisasi militer dan semi-militer oleh Jepang juga bertujuan untuk menarik simpati rakyat Indonesia.
Kelas: XI MIPA 4
No.Absen: 04
Karena dapat membantu tentara jepang dari invasi sekutu serta mendapatkan dukungan dan simpati dari rakyat indonesia
Kelas : XI IPS 2
No.absen : 13
alasan Mengapa Jepang sangat bersemangat membentuk organisasi pergerakan di Indonesia adalah Karena jepang melihat kelompok pemuda Indonesia yang jumlahnya cukup besar lalu membentuk organisasi-organisasi militer dan semi militer di Indonesia, agar dapat membantu pasukan Jepang dalam melawan kemungkinan invasi oleh Sekutu ke Indonesia dalam Perang Dunia II serta untuk menarik simpati dan mencari dukungan dari rakyat Indonesia.
Kelas : XI MIPA 6
karena ingin organisasi ini dapat membantu pasukan Jepang dalam melawan kemungkinan invasi oleh Sekutu ke Indonesia dalam Perang Dunia II serta untuk menarik simpati dan mencari dukungan dari rakyat Indonesia.
Kelasb: XI MIPA 3
Absen : 28
Jepang begitu semangat untuk membentuk organisasi-organisasi militer dan semi militer di Indonesia, karena ingin organisasi ini dapat membantu pasukan Jepang dalam melawan kemungkinan invasi oleh Sekutu ke Indonesia dalam Perang Dunia II serta untuk menarik simpati dan mencari dukungan dari rakyat Indonesia. Hal tersebut bertujuan untuk dapat membantunya dalam kepentingan di Perang Pasifik melawan negara-negara Barat. Hal tersebutlah yang membuat Jepang semangat membentuk wilayah militer yang terdiri dari tiga yakni, Angkatan Darat dengan Tentara Kedua Puluh Lima (Tomi Shudan) untuk Sumatera. Lalu Angkatan Darat berikutnya dengan Tentara Keenam Belas (Asamu Shudan) untuk Jawa & Madura. Kemudian Angkatan Laut dengan Armada Selatan Kedua nya untuk daerah Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku. Selain itu, Jepang pun membentuk sejumlah organisasi militer dan semimiliter seperti Heiho, Seinendan, Funjinkai, Keibodan, dan PETA untuk mempersiapkan kaum muda menjaga pertahanan Jepang. Dengan demikian, pembentukan organisasi militer dan semimiliter adalah untuk membantu Jepang dalam menghadapi perang Pasifik.
Kelas : XI MIPA 6
Absen : 23
Jepang sangat bersemangat membentuk organisasi pergerakan di Indonesia, hal ini bertujuan agar rakyat Indonesia dapat terlibat dalam aktivitas pertahanan dan kemiliteran. Serta bertujuan untuk membantu jepang dalam menghadapi perang Pasifik melawan sekutu dan juga untuk menarik simpati rakyat Indonesia.
Kelas : XI - IPS 1
Nomor Absen : 26
Jepang begitu semangat untuk membentuk organisasi-organisasi militer dan semi militer di Indonesia, karena ingin organisasi ini dapat membantu pasukan Jepang dalam melawan kemungkinan invasi oleh Sekutu ke Indonesia dalam Perang Dunia II serta untuk menarik simpati dan mencari dukungan dari rakyat Indonesia.
Kelas : XI IPS 2
Nomor Absen : 29
Jepang begitu semangat untuk membentuk organisasi-organisasi militer dan semi militer di Indonesia, karena ingin organisasi ini dapat membantu pasukan Jepang dalam melawan kemungkinan invasi oleh Sekutu ke Indonesia dalam Perang Dunia II serta untuk menarik simpati dan mencari dukungan dari rakyat Indonesia.
Kelas: 11 MIPA 2
Absen: 26
Mengapa Jepang sangat bersemangat membentuk organisasi pergerakan di Indonesia?
Hal ini karena Jepang terdesak akan kehadiran sekutu di Indonesia dan kekalahan Jepang dibeberapa tempat Asia-Pasifik. Untuk memenangkan Perang Pasifik melawan negara-negara Barat, Jepang membutuhkan sumber daya Indonesia, menarik simpati dan dukungan dari rakyat Indonesia. Selama menduduki Indonesia, Jepang membentuk sejumlah organisasi militer dan semimiliter untuk mempersiapkan kaum muda menjaga pertahanan Jepang. Tujuan Jepang melakukan hal tersebut adalah untuk menguatkan barisan dalam menghadapi Perang Pasifik dengan dalih “berusaha bersama-sama sebagai bangsa Asia melawan bangsa Barat”. Dengan demikian, tujuan sebenarnya Jepang sangat bersemangat membentuk organisasi pergerakan di Indonesia adalah mempersiapkan tenaga prajurit untuk membantu Jepang.
Kelas: XI MIPA 1
No. Urut: 24
Jepang sangat bersemangat membentuk organisasi pergerakan di Indonesia merupakan salah satu kegiatan propaganda yang mereka rencanakan. Dengan kegiatan tersebut, secara tidak langsung, Jepang dapat mengumpulkan dukungan politik, tenaga untuk berperang, serta pikiran rakyat demi kepentingan Jepang sendiri.
Kelas:XI IPS 2
No.Absen:05
Jawaban: Jepang begitu semangat untuk membentuk organisasi-organisasi militer dan semi militer di Indonesia, karena ingin organisasi ini dapat membantu pasukan Jepang dalam melawan kemungkinan invasi oleh Sekutu ke Indonesia dalam Perang Dunia II serta untuk menarik simpati dan mencari dukungan dari rakyat Indonesia.
Kelas : XI MIPA 2
NO.Absen : 05
Pada pertengahan tahun 1942, timbul pemikiran dari Markas Besar Tentara Jepang untuk membuat pemerintahan militer agar penduduk di daerah pendudukan dilibatkan dalam aktivitas pertahanan dan kemiliteran (termasuk semimiliter). Hal tersebut bertujuan untuk dapat mempergunakannya dalam kepentingan di Perang Pasifik melawan negara-negara Barat. Hal tersebut lah yang membuat Jepang semangat membentuk wilayah militer yang terdiri dari tiga yakni, Angkatan Darat dengan Tentara Kedua Puluh Lima (Tomi Shudan) untuk Sumatera. Lalu Angkatan Darat berikutnya dengan Tentara Keenam Belas (Asamu Shudan) untuk Jawa & Madura. Kemudian Angkatan Laut dengan Armada Selatan Kedua nya untuk daerah Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku. Selain itu, Jepang pun membentuk sejumlah organisasi militer dan semimiliter seperti Heiho, Seinendan, Funjinkai, Keibodan, dan PETA untuk mempersiapkan kaum muda menjaga pertahanan Jepang.
Dengan demikian, pembentukan organisasi militer dan semi-militer adalah untuk membantu Jepang dalam menghadapi perang Pasifik.
Kelas: XI MIPA 1
Absen: 33
Jawaban:
Jepang sangat bersemangat membentuk organisasi pergerakan di Indonesia merupakan salah satu kegiatan propaganda yang mereka rencanakan. Dengan kegiatan tersebut, secara tidak langsung, Jepang dapat mengumpulkan dukungan politik, tenaga untuk berperang, serta pikiran rakyat demi kepentingan Jepang sendiri.
Kelas : XI MIPA 6
karena ingin organisasi ini dapat membantu pasukan Jepang dalam melawan kemungkinan invasi oleh Sekutu ke Indonesia dalam Perang Dunia II serta untuk menarik simpati dan mencari dukungan dari rakyat Indonesia.Hal tersebut lah yang membuat Jepang semangat membentuk wilayah militer yang terdiri dari tiga yakni, Angkatan Darat dengan Tentara Kedua Puluh Lima (Tomi Shudan) untuk Sumatera. Lalu Angkatan Darat berikutnya dengan Tentara Keenam Belas (Asamu Shudan) untuk Jawa & Madura. Kemudian Angkatan Laut dengan Armada Selatan Kedua nya untuk daerah Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku. Selain itu, Jepang pun membentuk sejumlah organisasi militer dan semimiliter seperti Heiho, Seinendan, Funjinkai, Keibodan, dan PETA untuk mempersiapkan kaum muda menjaga pertahanan Jepang.
Kelas: 11 MIPA 1
Absen:19
Jawabannya:
Jepang sangat bersemangat membentuk organisasi di Indonesia karena tujuan awal Jepang membentuk organisasi di Indonesia bermaksud ingin mempersiapkan bangsa Indonesia untuk membantu Jepang. Hal ini dapat dilihat dari setiap tujuan dari organisasi yang dibuat Jepang rata rata dibuat hanya untuk kepentingan Jepang sendiri. Sebagai contoh:
-gerakan 3A bertujuan agar rakyat dengan sukarela menyumbangkan tenaga bagi perang Jepang.
-organisasi putera(pusat tenaga rakyat)
Putera dibentuk untuk membujuk para kaum nasionalis dan golongan intelektual agar mengerahkan tenaga dan pikirannya guna membantu Jepang dalam rangka menyukseskan Perang Asia Timur Raya.
Kelas: XI-IPS 3
Absen: 16
Jepang sangat bersemangat membentuk organisasi pergerakan diindonesia merupakan salah satu kegiatan propaganda yang mereka rencanakan. Dan jepang ingin organisasi ini dapat membantu pasukan jepang dalam melawan kemungkinan invasi oleh sukutu ke indonesia dalam perang dunia ke 2 serta untuk menarik simpati dan mencari dukungan dari rakyat indonesia.
Kelas : XI MIPA 6
Absen : 31
Karena jepang melihat kelompok pemuda Indonesia yang jumlahnya cukup besar. Maka dari itu, jepang memanfaatkan kelebihan sumber daya manusia itu untuk membantu memperkuat posisi Jepang dalam menghadapi perang di asia timur raya (perang pasifik) untuk melawan sekutu. Pada saat itu juga Jepang lagi dalam tahap membangun negara dan membutuhkan bantuan untuk melalukannya dengan organisasi itu akan memudahkan Jepang untuk menjalankan tujuannya dan bisa membantu dalam perang asia.
Kelas : XI MIPA 6
No Absen : 03
Jawaban :
Jepang membentuk berbagai organisasi militer di Indonesia dalam upaya organisasi tersebut dapat membantu pasukan Jepang dalam melawan kemungkinan invasi oleh Sekutu ke Indonesia dalam Perang Dunia II serta untuk menarik simpati dan mencari dukungan dari rakyat Indonesia. Jepang juga membentuk organisasi pergerakan di Indonesia dan memanfaatkannya untuk membantu memperkuat posisi Jepang dalam menghadapi perang di asia timur raya melawan sekutu.
Kelas : XI MIPA 4
Absen : 2
Alasan kenapa Jepang begitu semangat membentuk organisasi pergerakan di Indonesia karena Jepang melihat jumlah pemuda Indonesia yang jumlahnya cukup banyak, oleh karena itu Jepang memanfaatkan sumber daya tersebut untuk memperkuat posisi Jepang dalam menghadapi perang di Asia timur raya untuk melawan sekutu.
Kelas : XI MIPA 6
Absen : 26
Alasan jepang sangat bersemangat untuk membentuk organisasi pergerakan di Indonesia adalah karena jepang ingin memanfaatkan penduduk di daerah yang didudukinya untuk dilibatkan dalam kegiatan pertahanan dan kemiliteran. Hal tersebut bertujuan untuk mempergunakan penduduk khususnya para pemuda Indonesia untuk dipergunakan dalam kepentingan perang di Asia Timur Raya.
Kelas : XI IPS 1
Absen : 28
Pada pertengahan tahun 1942, timbul pemikiran dari Markas Besar Tentara Jepang untuk membuat pemerintahan militer agar penduduk di daerah pendudukan dilibatkan dalam aktivitas pertahanan dan kemiliteran (termasuk semimiliter). Hal tersebut bertujuan untuk dapat mempergunakannya dalam kepentingan di Perang Pasifik melawan negara-negara Barat. Hal tersebut lah yang membuat Jepang semangat membentuk wilayah militer yang terdiri dari tiga yakni, Angkatan Darat dengan Tentara Kedua Puluh Lima (Tomi Shudan) untuk Sumatera. Lalu Angkatan Darat berikutnya dengan Tentara Keenam Belas (Asamu Shudan) untuk Jawa & Madura. Kemudian Angkatan Laut dengan Armada Selatan Kedua nya untuk daerah Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku. Selain itu, Jepang pun membentuk sejumlah organisasi militer dan semimiliter seperti Heiho, Seinendan, Funjinkai, Keibodan, dan PETA untuk mempersiapkan kaum muda menjaga pertahanan Jepang.
Dengan demikian, pembentukan organisasi militer dan semi-militer adalah untuk membantu Jepang dalam menghadapi perang Pasifik.
Kelas : XI IPS 2
Absen : 11
Mengapa Jepang sangat bersemangat membentuk organisasi pergerakan di Indonesia?
Jawaban : Karena Jepang ingin organisasi yang dibentuknya yaitu organisasi militer dan semi militer dapat membantu pasukan Jepang dalam melawan kemungkinan invasi oleh sekutu ke Indonesia dalam Perang Dunia II, dan untuk mencari simpati serta dukungan dari rakyat Indonesia.
Kelas: XI MIPA 7
Absen: 35
karena ingin organisasi ini dapat membantu pasukan Jepang dalam melawan kemungkinan invasi oleh Sekutu ke Indonesia dalam Perang Dunia II serta untuk menarik simpati dan mencari dukungan dari rakyat Indonesia.
Kelas : XI MIPA 6
Alasan Jepang begitu semangat untuk membentuk organisasi-organisasi militer dan semi militer di Indonesia, karena Jepang melihat kelompok pemuda Indonesia yang jumlahnya cukup besar. Kemudian Angkatan Laut dengan Armada Selatan Kedua nya untuk daerah Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku. Selain itu, Jepang pun membentuk sejumlah organisasi militer dan semimiliter seperti Heiho, Seinendan, Funjinkai, Keibodan, dan PETA untuk mempersiapkan kaum muda menjaga pertahanan Jepang. Maka dari itu, Jepang memanfaatkan sumber daya manusia itu untuk membantu memperkuat posisi Jepang dalam menghadapi kemungkinan invasi oleh Sekutu ke Indonesia dalam Perang Dunia II serta untuk menarik simpati dan mencari dukungan dari rakyat Indonesia
Kelas: XI IPS 1
No. Absen: 21
"Mengapa Jepang sangat bersemangat membentuk organisasi pergerakan di Indonesia?"
Jepang begitu semangat untuk membentuk organisasi-organisasi militer dan semi militer di Indonesia, karena Jepang ingin organisasi ini dapat membantu pasukan Jepang dalam melawan kemungkinan invasi oleh Sekutu ke Indonesia dalam Perang Dunia II serta untuk menarik simpati dan mencari dukungan dari rakyat Indonesia.
Kelas : XI MIPA 2
Absen : 34
Alasan mengapa Jepang bersemangat membentuk organisasi pergerakan di Indonesia adalah karena Indonesia memiliki kelompok pemuda yang banyak dan Jepang mau memanfaatkannya. Dengan memanfaatkan kelebihan tersebut dapat membantu dan memperkuat Jepang dalam menghadapi perang pasifik untuk melawan sekutu serta untuk mencari simpati dan dukungan dari rakyat Indonesia.
Kelas : 11 MIPA 2
Jawab :
Karena selama masa pendudukan Jepang, bangsa Indonesia dilarang membentuk organisasi sendiri. Akan tetapi, Jepang sendiri membentuk organisasi-organisasi bagi rakyat Indonesia dengan maksud untuk mempersiapkan dan membantu Jepang. Organisasi organisasi tersebut difungsikan untuk propaganda, memusatkan segala potensi masyarakat Indonesia dalam rangka membantu usaha perangnya, dan memiliki tujuan utama untuk kepentingan pihak Jepang. Namun Organisasi-organisasi ini pada akhirnya berbalik melawan Jepang
KELAS:XI MIPA 7
ABSEN: 20
Jepang begitu semangat untuk membentuk organisasi-organisasi militer dan semi militer di Indonesia, karena ingin organisasi ini dapat membantu pasukan Jepang dalam melawan Sekutu Indonesia dalam Perang Dunia II serta untuk menarik simpati dan mencari dukungan dari rakyat Indonesia
KELAS:XI MIPA 7
ABSEN: 20
Jepang begitu semangat untuk membentuk organisasi-organisasi militer dan semi militer di Indonesia, karena ingin organisasi ini dapat membantu pasukan Jepang dalam melawan Sekutu Indonesia dalam Perang Dunia II serta untuk menarik simpati dan mencari dukungan dari rakyat Indonesia.
Kelas : XI MIPA 5
Absen : 32
Karena jepang melihat kelompok pemuda Indonesia yang jumlahnya cukup besar. Maka dari itu, jepang memanfaatkan kelebihan sumber daya manusia itu untuk membantu memperkuat posisi Jepang dalam menghadapi perang di asia timur raya (perang pasifik) untuk melawan sekutu serta untuk menarik simpati dan mencari dukungan dari rakyat Indonesia.
Selain itu, pada pertengahan tahun 1942, timbul pemikiran dari Markas Besar Tentara Jepang untuk membuat pemerintahan militer agar penduduk di daerah pendudukan dilibatkan dalam aktivitas pertahanan dan kemiliteran (termasuk semimiliter). Hal tersebut bertujuan untuk dapat mempergunakannya dalam kepentingan di Perang Pasifik melawan negara-negara Barat. Hal tersebut lah yang membuat Jepang semangat membentuk wilayah militer yang terdiri dari tiga yakni, Angkatan Darat dengan Tentara Kedua Puluh Lima (Tomi Shudan) untuk Sumatera.
Kelas: 11 MIPA 4
“Mengapa Jepang sangat bersemangat membentuk organisasi pergerakan di Indonesia?”
Jawaban:
- Jepang ingin menarik simpati rakyat Indonesia. Dengan dibentuknya organisasi-organisasi pergerakan, maka akan terlihat seolah-olah Jepang mendukung Indonesia menuju kemerdekaan. Hal ini tentunya akan membantu Jepang untuk lebih menguatkan dan menyiarkan propagandanya di Indonesia.
- Jepang ingin memanfaatkan sumber daya manusia Indonesia. Hal ini terutama terlihat dari dibentuknya organisasi militer dan semimiliter oleh pemerintah Jepang yang diperuntukkan bagi rakyat Indonesia. Kekuatan militer pribumi ini dirancang untuk membantu Jepang dalam menghadapi Perang di Asia Timur Raya (Perang Pasifik).
KELAS: 11 IPS 4
ABSEN: 11
Jepang begitu semangat untuk membentuk organisasi-organisasi di Indonesia agar Bangsa Indonesia dapat membantu Jepang pada Perang Asia dengan cara merekrut dan melatih rakyat Indonesia untuk dijadikan personil organisasi pergerakan indonesia secara cuma-cuma dalam menghadapi perang Asia-Pasifik.
XI MIPA 3
Absen 26
Alasan jepang begitu semangat untuk membentuk organisasi pergerakan di Indonesia yaitu karena jepang melihat kelompok pemuda Indonesia yang jumlahnya cukup besar. Maka dari itu, jepang memanfaatkan kelebihan sumber daya manusia itu untuk membantu memperkuat posisi Jepang dalam menghadapi perang di asia timur raya (perang pasifik) untuk melawan sekutu.
Selama masa pendudukan, Jepang berhasil membentuk berbagai organisasi yang umumnya melakukan perekrutan dari rakyat lokal. Organisasi bentukan Jepang ini bertujuan untuk memperkuat kedudukannya di tanah jajahan dan posisinya di Asia dalam upaya memerangi sekutu. Utamanya armada perangnya, dimana Jepang mendirikan organisasi-organisasi militer Indonesia agar pasukan militer Jepang untuk melawan Sekutu bertambah.
Kelas: XI MIPA 3
Absen: 8
Jepang sangat bersemangat membentuk organisasi pergerakan di Indonesia untuk mempropaganda rakyat Indonesia bahwa Jepang merupakan penolong bagi mereka. Dengan begitu, Jepang dapat menarik simpati dan dukungan dari rakyat Indonesia terhadap pemerintahan Jepang. Rakyat Indonesia menganggap pemerintahan Jepang sebagai suatu entitas yang dapat membantu Indonesia. Selain itu, organisasi-organisasi tersebut juga dipersiapkan untuk membantu Jepang untuk melawan Sekutu jika ada penyerangan. Jepang mengumpulkan sumber daya manusia dari rakyat Indonesia untuk kepentingannya.
Kelas:XI IPS 2
No absen:04
organisasi-organisasi militer dan semi militer di Indonesia, karena Jepang melihat kelompok pemuda Indonesia yang jumlahnya cukup besar. Maka dari itu, Jepang memanfaatkan sumber daya manusia itu untuk membantu memperkuat posisi Jepang dalam menghadapi kemungkinan invasi oleh Sekutu ke Indonesia dalam Perang Dunia II serta untuk menarik simpati dan mencari dukungan dari rakyat Indonesia.
Kelas: XI MIPA 7
Absen.10
Jepang begitu semangat untuk membentuk organisasi-organisasi militer dan semi militer di Indonesia, karena Jepang melihat kelompok pemuda Indonesia yang jumlahnya cukup besar. Maka dari itu, Jepang memanfaatkan sumber daya manusia itu untuk membantu memperkuat posisi Jepang dalam menghadapi kemungkinan invasi oleh Sekutu ke Indonesia dalam Perang Dunia II serta untuk menarik simpati dan mencari dukungan dari rakyat Indonesia.
kelas: XI MIPA 2
absen: 27
karna jepang begitu bersemangat untuk menbentuk organisasi organisasi diindonesia seperti kemiliteran dan semi militer supaya jepang kuat pasukan militernya dan dapat berlindung di balik militer dan semi militer yang ada di Indonesia yang telah dilatih oleh jepang
Kls:XI MIPA 2
Absen:14
Jepang begitu semangat untuk membentuk organisasi-organisasi militer dan semi militer di Indonesia, karena ingin organisasi ini dapat membantu pasukan Jepang dalam melawan kemungkinan invasi oleh Sekutu ke Indonesia dalam Perang Dunia II serta untuk menarik simpati dan mencari dukungan dari rakyat Indonesia.
Kelas : XI MIPA 7
Absen : 16
Jawabannya :
Jepang sangat bersemangat membentuk organisasi pergerakan di Indonesia karena ingin organisasi ini dapat membantu pasukan Jepang dalam melawan kemungkinan invasi oleh sekutu ke Indonesia dalam perang dunia 2 serta untuk menarik simpati dan mencari dukungan dari rakyat Indonesia
Kelas: XI MIPA 2
Absen: 29
Jawabannya:
Karena ingin organisasi ini dapat membantu pasukan Jepang dalam melawan kemungkinan invasi oleh sekutu ke Indonesia dalam perang II serta untuk menarik simpati dan mencari dukungan dari rakyat Indonesia
Kelas: XI IPS 1
Absen: 15
Jawabannya:
Jepang begitu semangat untuk membentuk organisasi-organisasi militer dan semi militer di Indonesia, karena ingin organisasi ini dapat membantu pasukan Jepang dalam melawan kemungkinan invasi oleh Sekutu ke Indonesia dalam Perang Dunia II serta untuk menarik simpati dan mencari dukungan dari rakyat Indonesia.
Kelas:XI MIPA 2
Absen:17
Jepang begitu bersemangat untuk membentuk organisasi pergerakan di Indonesia,Karena Jepang melihat kelompok pemuda Indonesia yang jumlahnya cukup besar. Maka dari itu, Jepang memanfaatkan sumber daya alam manusia itu untuk membantu memperkuat posisi Jepang dalam menghadapi perang di Asia Timur Raya (perang Pasifik) untuk melawan sekutu.
Kelas : 11 MIPA 3
Absen : 11
Jepang sangat bersemangat membentuk organisasi pergerakan di Indonesia karena untuk mengambil dukungan dari rakyat Indonesia dan mempertahankan wilayah kekuasaannya di Indonesia dari ancaman Sekutu. Pada pertengahan tahun 1942, timbul pemikiran dari Markas Besar Tentara Jepang untuk membuat pemerintahan militer agar penduduk di daerah pendudukan dilibatkan dalam aktivitas pertahanan dan kemiliteran (termasuk semimiliter). Hal tersebut bertujuan untuk dapat mempergunakannya dalam kepentingan di Perang Pasifik melawan negara-negara Barat. Hal tersebut lah yang membuat Jepang semangat membentuk wilayah militer.
Kelas : XI MIPA 1
Absen: 03
"Mengapa Jepang sangat bersemangat membentuk organisasi pergerakan di Indonesia?"
Jawaban:
Jepang melihat bahwa bangsa Indonesia memiliki banyak pemuda yang dapat diandalkan, juga Jeoang bermaksud untuk memanfaatkan sumber daya manusia dengan cuma-cuma.
Jepang ingin membuat pemerintahan militer agar penduduk di daerah pendudukan dilibatkan dalam aktivitas pertahanan dan kemiliteran (termasuk semimiliter). Hal tersebut bertujuan untuk dapat mempergunakannya dalam kepentingan di Perang Pasifik melawan negara-negara Barat. Hal tersebut lah yang membuat Jepang semangat membentuk wilayah militer yang terdiri dari tiga yakni, Angkatan Darat dengan Tentara Kedua Puluh Lima (Tomi Shudan) untuk Sumatera. Lalu Angkatan Darat berikutnya dengan Tentara Keenam Belas (Asamu Shudan) untuk Jawa & Madura. Kemudian Angkatan Laut dengan Armada Selatan Kedua nya untuk daerah Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku. Selain itu, Jepang pun membentuk sejumlah organisasi militer dan semimiliter seperti Heiho, Seinendan, Funjinkai, Keibodan, dan PETA untuk mempersiapkan kaum muda menjaga pertahanan Jepang.
Kelas : XI MIPA 6
Mengapa Jepang sangat bersemangat membentuk organisasi pergerakan di Indonesia?
Karena jepang ingin mengambil simpati rakyat indonesia dengan dibentuknya organisasi organisasi pergerakan kemerdekaan agar terlihatbseolah” jepang mendukung indonesia merdeka padahal mereka hanya ingin memanfaatkan sumber daya manusia indonesia untuk pertahanan dalam perang dunia ke dua .
Kelas : XI Mipa 7
Absen : 02
Karena Jepang ingin organisasi yang telah di bentuk ini dapat membantu pasukan Jepang dalam melawan kemungkinan invasi oleh Sekutu ke Indonesia dalam Perang Dunia ke II, serta untuk menarik simpati dan mencari dukungan dari rakyat Indonesia.
Kelas : XI MIPA 3
Absen : 21
Alasan mengapa Jepang begitu semangat untuk membangun organisasi pergerakan di Indonesia, karena Jepang melihat SDM di Indonesia yang jumlahnya cukup besar dan karena penduduk di daerah pendudukan dilibatkan dalam aktivitas pertahanan dan kemiliteran (termasuk semimiliter). Hal tersebut bertujuan untuk dapat mempergunakannya dalam kepentingan di Perang Pasifik melawan negara-negara Barat. Serta untuk menarik simpati dan mencari dukungan dari rakyat Indonesia.
Kelas : XI IPS 4
Absen : 19
karena ingin organisasi ini dapat membantu pasukan Jepang dalam melawan kemungkinan invasi oleh Sekutu ke Indonesia dalam Perang Dunia II serta untuk menarik simpati dan mencari dukungan dari rakyat Indonesia.
Kelas : XI MIPA 2
Absen : 32
Alasan Jepang begitu bersemangat untuk membentuk organisasi-organisasi militer dan semi militer di Indonesia, karena Jepang melihat kelompok pemuda Indonesia yang jumlahnya cukup besar. Maka dari itu, Jepang memanfaatkan sumber daya manusia itu untuk membantu memperkuat posisi Jepang dalam menghadapi kemungkinan invasi oleh Sekutu ke Indonesia dalam Perang Dunia II serta untuk menarik simpati dan mencari dukungan dari rakyat Indonesia.
Kelas: XI IPS 4
Karena jepang melihat kelompok pemuda Indonesia yang jumlahnya cukup besar. Maka dari itu, jepang memanfaatkan kelebihan sumber daya manusia itu untuk membantu memperkuat posisi Jepang dalam menghadapi perang di asia timur raya (perang pasifik) untuk melawan sekutu.
XI Mipa 1
Alasan Jepang begitu bersemangat untuk membentuk organisasi-organisasi militer dan semi militer di Indonesia,karena jepang melihat kelompok pemuda Indonesia yg jumlah nya cukup besar.maka dari itu,jepang memanfaatkan sumber daya manusia itu untuk membantu memperkuat posisi jepang dalam menghadapi kemungkinan invasi oleh sekutu ke indonesia dalam perang dunia II serta untuk menarik simpati dan mencari dukungan dari rakyat indonesia.
kelas: XI ips 2
absen: 07
Jepang begitu semangat untuk membentuk organisasi-organisasi militer dan semi militer di Indonesia, karena ingin organisasi ini dapat membantu pasukan Jepang dalam melawan kemungkinan invasi oleh Sekutu ke Indonesia dalam Perang Dunia II serta untuk menarik simpati dan mencari dukungan dari rakyat Indonesia.
Kelas : 11 MIPA 5
Absen : 13
"Mengapa Jepang sangat bersemangat membentuk organisasi pergerakan di Indonesia?"
JAWABAN
Selama masa pendudukan Jepang, bangsa Indonesia dilarang membentuk organisasi sendiri. Akan tetapi, Jepang sendiri membentuk organisasi-organisasi bagi rakyat Indonesia dengan maksud dipersiapkan untuk membantu Jepang dalam melawan kemungkinan invasi oleh Sekutu ke Indonesia dalam Perang Dunia II serta untuk menarik simpati dan mencari dukungan dari rakyat Indonesia.
Selain itu, Jepang begitu semangat untuk membentuk organisasi-organisasi militer dan semi militer di Indonesia, karena Jepang melihat kelompok pemuda Indonesia yang jumlahnya cukup besar. Maka dari itu, Jepang memanfaatkan sumber daya manusia itu untuk membantu memperkuat posisi Jepang.
PENJELASAN TAMBAHAN
Pada pertengahan tahun 1942, timbul pemikiran dari Markas Besar Tentara Jepang untuk membuat pemerintahan militer agar penduduk di daerah pendudukan dilibatkan dalam aktivitas pertahanan dan kemiliteran (termasuk semimiliter). Hal tersebut bertujuan untuk dapat mempergunakannya dalam kepentingan di Perang Pasifik melawan negara-negara Barat.
1. Pemerintahan militer Angkatan Darat di wilayah Sumatra dengan pusatnya di Bukittinggi.
2. Pemerintahan militer Angkatan Darat di Jawa dan Madura.
3. Pemerintahan militer Angkatan Laut di daerah Sulawesi, Kalimantan, dan Maluku.
Kelas : 11 IPS 3
NO ABSEN : 01
Jepang begitu semangat untuk membentuk organisasi-organisasi militer dan semi militer di Indonesia, karena Jepang melihat kelompok pemuda Indonesia yang jumlahnya cukup besar. Maka dari itu, Jepang memanfaatkan sumber daya manusia itu untuk membantu memperkuat posisi Jepang dalam menghadapi kemungkinan invasi oleh Sekutu ke Indonesia dalam Perang Dunia II serta untuk menarik simpati dan mencari dukungan dari rakyat Indonesia.
XI MIPA 6
Pada pertengahan tahun 1942, timbul pemikiran dari Markas Besar Tentara Jepang untuk membuat pemerintahan militer agar penduduk di daerah pendudukan dilibatkan dalam aktivitas pertahanan dan kemiliteran (termasuk semimiliter). Hal tersebut bertujuan untuk dapat mempergunakannya dalam kepentingan di Perang Pasifik melawan negara-negara Barat. Hal tersebut lah yang membuat Jepang semangat membentuk wilayah militer yang terdiri dari tiga yakni, Angkatan Darat dengan Tentara Kedua Puluh Lima (Tomi Shudan) untuk Sumatera. Lalu Angkatan Darat berikutnya dengan Tentara Keenam Belas (Asamu Shudan) untuk Jawa & Madura. Kemudian Angkatan Laut dengan Armada Selatan Kedua nya untuk daerah Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku. Selain itu, Jepang pun membentuk sejumlah organisasi militer dan semimiliter seperti Heiho, Seinendan, Funjinkai, Keibodan, dan PETA untuk mempersiapkan kaum muda menjaga pertahanan Jepang.
Dengan demikian, pembentukan organisasi militer dan semi-militer adalah untuk membantu Jepang dalam menghadapi perang Pasifik.
Kelas : 11 IPS 3
Absen : 15
jawaban
Karena jepang melihat kelompok pemuda Indonesia yang jumlahnya cukup besar. Maka dari itu, jepang memanfaatkan kelebihan sumber daya manusia itu untuk membantu memperkuat posisi Jepang dalam menghadapi perang di asia timur raya (perang pasifik) untuk melawan sekutu.
Kelas : 11 MIPA 6
Absen : 30
Mengapa Jepang sangat bersemangat membentuk organisasi pergerakan di Indonesia?
Jawab : Jepang membentuk organisasi- organisasi bagi rakyat Indonesia dengan maksud dipersiapkan untuk membantu kepentingan Jepang. Jepang juga membutuhkan bantuan untuk memperkuat posisi dalam menghadapi perang di Asia Timur Raya (Perang Pasifik), untuk itu Jepang membentuk organisasi-organisasi seperti Seinendan, Keibondan, Fujinkai, Jibakutai, PETA, dll.
Kelas : XI MIPA 4
Absen : 20
Jepang begitu semangat untuk membentuk organisasi-organisasi militer dan semi militer di Indonesia, karena ingin organisasi ini dapat membantu pasukan Jepang dalam melawan kemungkinan invasi oleh Sekutu ke Indonesia dalam Perang Dunia II serta untuk menarik simpati dan mencari dukungan dari rakyat Indonesia.
Kelas:11 IPS 1
No absen:14
epang begitu semangat untuk membentuk organisasi-organisasi militer dan semi militer di Indonesia, karena ingin organisasi ini dapat membantu pasukan Jepang dalam melawan kemungkinan invasi oleh Sekutu ke Indonesia dalam Perang Dunia II serta untuk menarik simpati dan mencari dukungan dari rakyat Indonesia
Kelas : 11 MIPA 2
Absen : 11
Jepang melibatkan penduduk Indonesia dalam pembentukan organisasi militer dan semi militer. Jadi alasan Jepang begitu semangat dalam membentuk organisasi tersebut adalah agar dapat menggunakannya dalam kepentingan di Perang Dunia II terutama untuk melawan negara-negara barat. Selain itu juga untuk mendapatkan simpati dan dukungan dari bangsa Indonesia
Kelas:XI MIPA 1
absen:25
Pada pertengahan tahun 1942, timbul pemikiran dari Markas Besar Tentara Jepang untuk membuat pemerintahan militer agar penduduk di daerah pendudukan dilibatkan dalam aktivitas pertahanan dan kemiliteran (termasuk semimiliter). Hal tersebut bertujuan untuk dapat mempergunakannya dalam kepentingan di Perang Pasifik melawan negara-negara Barat. Hal tersebut lah yang membuat Jepang semangat membentuk wilayah militer yang terdiri dari tiga yakni, Angkatan Darat dengan Tentara Kedua Puluh Lima (Tomi Shudan) untuk Sumatera. Lalu Angkatan Darat berikutnya dengan Tentara Keenam Belas (Asamu Shudan) untuk Jawa & Madura. Kemudian Angkatan Laut dengan Armada Selatan Kedua nya untuk daerah Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku. Selain itu, Jepang pun membentuk sejumlah organisasi militer dan semimiliter seperti Heiho, Seinendan, Funjinkai, Keibodan, dan PETA untuk mempersiapkan kaum muda menjaga pertahanan Jepang.Dengan demikian, pembentukan organisasi militer dan semi-militer adalah untuk membantu Jepang dalam menghadapi perang Pasifik.
Kelas: XI MIPA 4
NO ABSEN: 21
Pada pertengahan tahun 1942, timbul pemikiran dari Markas Besar Tentara Jepang untuk membuat pemerintahan militer agar penduduk di daerah pendudukan dilibatkan dalam aktivitas pertahanan dan kemiliteran (termasuk semimiliter). Hal tersebut bertujuan untuk dapat mempergunakannya dalam kepentingan di Perang Pasifik melawan negara-negara Barat. Hal tersebut lah yang membuat Jepang semangat membentuk wilayah militer yang terdiri dari tiga yakni, Angkatan Darat dengan Tentara Kedua Puluh Lima (Tomi Shudan) untuk Sumatera. Lalu Angkatan Darat berikutnya dengan Tentara Keenam Belas (Asamu Shudan) untuk Jawa & Madura. Kemudian Angkatan Laut dengan Armada Selatan Kedua nya untuk daerah Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku. Selain itu, Jepang pun membentuk sejumlah organisasi militer dan semimiliter seperti Heiho, Seinendan, Funjinkai, Keibodan, dan PETA untuk mempersiapkan kaum muda menjaga pertahanan Jepang.
Dengan demikian, pembentukan organisasi militer dan semi-militer adalah untuk membantu Jepang dalam menghadapi perang Pasifik.
Kelas: XI MIPA 1
Jepang sangat semangat untuk membentuk organisasi-organisasi militer dan semi militer di Indonesia, dikarena Jepang melihat kelompok pemuda Indonesia yang jumlahnya cukup besar. Maka dari itu, Jepang memanfaatkan sumber daya manusia itu untuk membantu memperkuat posisi Jepang dalam menghadapi kemungkinan invasi oleh Sekutu ke Indonesia dalam Perang Dunia II serta untuk menarik simpati dan mencari dukungan dari rakyat Indonesia.
Kelas: XI MIPA 1
Karena jepang melihat kelompok pemuda indonesia yang jumlahnya cukup besar. maka dari itu, jepang memanfaatkan kelebihan sumber daya manusia itu untuk membantu memperkuat posisi jepang dalam menghadapi perang di asia timur raya (perang pasifik) untuk melawan sekutu.
Kelas: 11 MIPA 5
Sebagai bangsa penjajah, Jepang ingin memanfaatkan tidak hanya sumber daya alam negeri jajahannya tetapi memanfaatkan juga sumber daya manusianya. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya organisasi yang dibuat Jepang untuk diikuti oleh rakyat Indonesia khususnya golongan pemuda. Jepang ingin organisasi ini dapat membantu pasukan Jepang dalam melawan kemungkinan invasi oleh sekutu ke Indonesia dalam perang Dunia II serta untuk menarik simpati dan juga dukungan dari rakyat Indonesia.
kelas : XI IPS 4
Jepang begitu semangat untuk membentuk organisasi-organisasi militer dan semi militer di Indonesia, karena ingin organisasi ini dapat membantu pasukan Jepang dalam melawan kemungkinan invasi oleh Sekutu ke Indonesia dalam Perang Dunia II serta untuk menarik simpati dan mencari dukungan dari rakyat Indonesia.
kelas : 11 MIPA 3
pembentukan organisasi ini dapat membantu pasukan Jepang dalam melawan kemungkinan invasi oleh Sekutu ke Indonesia dalam perang dunia II serta untuk menarik simpati dan mencari dukungan dari rakyat Indonsia.
Kelas : Xi Ips 4
No.absen : 08
Jepang begitu semangat untuk membentuk organisasi-organisasi militer dan semi militer di Indonesia, karena ingin organisasi ini dapat membantu pasukan Jepang dalam melawan kemungkinan invasi oleh Sekutu ke Indonesia dalam Perang Dunia II serta untuk menarik simpati dan mencari dukungan dari rakyat Indonesia
Kelas : 11 mipa 3
No absen 35
Sebagai bangsa penjajah, Jepang ingin memanfaatkan tidak hanya sumber daya alam negeri jajahannya tetapi memanfaatkan juga sumber daya manusianya. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya organisasi yang dibuat Jepang. Jepang ingin organisasi ini dapat membantu pasukan Jepang dalam melawan kemungkinan invasi oleh Sekutu ke Indonesia dalam Perang Dunia II serta untuk menarik simpati dan mencari dukungan dari rakyat Indonesia.
Kelas : XI IPS 3
Absen : 19
alasan pembentukan dari organisasi militer dan semi militer adalah upaya Jepang untuk menarik simpati dan dukungan rakyat Indonesia, hal ini karena Jepang terdesak akan kehadiran Sekutu di Inonesia dan kekalahan Jepang dibeberapa tempat di Asia dan Pasifik.
Kelas : XI MIPA 2
Absen : 23
alasan pembentukan dari organisasi militer dan semi militer adalah upaya Jepang untuk menarik simpati dan dukungan rakyat Indonesia, hal ini karena Jepang terdesak akan kehadiran Sekutu di Inonesia dan kekalahan Jepang dibeberapa tempat di Asia dan Pasifik.
Kelas : XI MIPA 7
Absen : 30
Jepang sangat bersemangat membentuk organisasi pergerakan di Indonesia karena Jepang ingin masyarakat Indonesia menjadi tentara yang sukarela untuk membantu Jepang dalam Perang Dunia II. Hal ini juga merupakan propaganda untuk mengambil simpati rakyat Indonesia. Selain itu, Jepang membentuk Putera untuk menghapuskan pengaruh Amerika, Inggris, dan Belanda, mengambil bagian dalam mempertahankan Asia Raya, memperkuat rasa persaudaraan antara Indonesia dan Jepang, serta mengintensifkan pelajaran-pelajaran bahasa Jepang.
Kelas : XI MIPA 6
Absen : 21
Jawaban :
Jepang begitu semangat untuk membentuk organisasi-organisasi militer dan semi militer di Indonesia, karena ingin menarik simpati dan mencari dukungan dari rakyat Indonesia, hal ini karena Jepang terdesak akan kehadiran Sekutu di Inonesia dan kekalahan Jepang dibeberapa tempat di Asia dan Pasifik. Tenaga Heiho banyak dikirim ke negara-negara yang telah dikuasai Jepang dengan tujuan mempertahankanya dari serangan sekutu.
Kelas : XI IPS 4
Absen : 09
Mengapa Jepang sangat bersemangat membentuk organisasi pergerakan di Indonesia?
Jepang begitu semangat untuk membentuk organisasi-organisasi militer dan semi militer di Indonesia, karena ingin menarik simpati dan mencari dukungan dari rakyat indonesia. Hal ini karena Jepang terdesak akan kehadiran Sekutu di Indonesia dan kekalahan Jeoanh di beberapa tempat di Asia dan Pasifik. Tenaga Heiho banyak dikirim ke negara-negara yang telah dikuasai Jepang dengan tujuan mempertahankannya dari serangan sekutu.
Kelas : XI MIPA 2
Absen : 18
Alasan Jepang sangat bersemangat membentuk organisasi pergerakan di Indonesia adalah
1. Pembantu Jepang dalam perang
Beberapa organisasi khususnya organisasi militer bentukan Jepang mempunyai fungsi utama sebagai pasukan pembantu Jepang saat perang (contoh : Heiho)
2. Mencari simpati dengan melakukan propaganda
salah satu propaganda jepang dalam menarik simpati rakyat adalah dengan membentuk banyak organisasi yang ditujukan untuk 'kepentingan' rakyat. (contoh : Gerakan 3A)
3. Membantu Jepang dalam mempertahankan daerah kekuasaannya.
Selagi Jepang sibuk berperang tentunya mereka juga tidak boleh lalai terhadap daerah kekuasaanya untuk itu Jepang membentuk beberapa organisasi tersebut demi menjaga Indonesia dari serangan sekutu. (contoh : Peta)
kelas: XI MIPA 6
Absen: 34
Jepang begitu semangat membentuk sejumlah organisasi militer dan semimiliter di Indonesia seperti Heiho, Seinendan, Funjinkai, Keibodan, dan PETA untuk mempersiapkan kaum muda menjaga pertahanan Jepang.
Dengan demikian, pembentukan organisasi militer dan semi-militer adalah untuk membantu Jepang dalam menghadapi perang Pasifik.
Kelas : XI IPS 2
No absen : 34
Mengapa Jepang sangat bersemangat membentuk organisasi pergerakan di Indonesia?
Jepang begitu semangat untuk membentuk organisasi-organisasi pergerakan di Indonesia, karena ingin organisasi ini dapat membantu pasukan Jepang dalam melawan kemungkinan invasi oleh Sekutu ke Indonesia dalam Perang Dunia II serta untuk menarik simpati dan mencari dukungan dari rakyat Indonesia
Kelas : 11 MIPA 4
Jepang sangat bersemangat membentuk pergerakan organisasi di Indonesia karena memiliki maksud memanfaatkan organisasi - organisasi tersebut untuk membantu Jepang dalam menghadapi perang, dengan banyaknya sumber daya manusia yang ada di Indonesia yang dipersiapkan untuk membantu memperkuat dan mempertahankan posisi daerah kekuasaan Jepang, Jepang menarik simpati dan dukungan di Indonesia terlebih dahulu dari rakyat Indonesia dengan melakukan propaganda.
Kelas: XI MIPA 3
Absen: 7
karena ingin organisasi ini dapat membantu pasukan Jepang dalam melawan kemungkinan invasi oleh Sekutu ke Indonesia dalam Perang Dunia II serta untuk menarik simpati dan mencari dukungan dari rakyat Indonesia.
Kelas: 11ips2
Absen:22
Alasan Jepang bersemangat membentuk organisasi pergerakan di Indonesia karena ingin organisasi ini dapat membantu pasukan Jepang dalam melawan kemungkinan invasi oleh Sekutu ke Indonesia dalam Perang Dunia II serta untuk menarik simpati dan mencari dukungan dari rakyat Indonesia.
Kelas :XI MIPA 7
04
Jepang semangat membentuk wilayah militer agar penduduk di daerah dilibatkan dalam aktivitas pertahanan dan kemiliteran (termasuk semimiliter). Hal tersebut bertujuan untuk dapat mempergunakannya dalam kepentingan di Perang Pasifik melawan negara-negara Barat.
Kelas :XI MIPA 2
19
Jepang semangat membentuk wilayah militer agar penduduk di daerah dilibatkan dalam aktivitas pertahanan dan kemiliteran (termasuk semimiliter). Hal tersebut bertujuan untuk dapat mempergunakannya dalam kepentingan di Perang Pasifik melawan negara-negara Barat.
Kelas : XI MIPA 2
No Absen : 20
Jepang begitu semangat untuk membentuk organisasi militer dan semi militer di Indonesia karena Jepang melihat kelompok pemuda Indonesia yang jumlahnya cukup besar. Maka dari itu, Jepang memanfaatkan sumber daya manusia itu untuk membantu memperkuat posisi Jepang dalam menghadapi kemungkinan invasi oleh Sekutu ke Indonesia dalam Perang Dunia II serta untuk menarik simpati dan mencari dukungan dari rakyat Indonesia. Namun justru hal tersebut malah menyerang Jepang kembali sehingga organisasi tersebut dibubarkan
Kelas: XI-IPS III
Absen: 10
karena ingin organisasi ini dapat membantu pasukan Jepang dalam melawan kemungkinan invasi oleh Sekutu ke Indonesia dalam Perang Dunia II serta untuk menarik simpati dan mencari dukungan dari rakyat Indonesia.
Kelas : 11 MIPA 3
Absen : 18
Selain untuk memanfaatkan sda, Jepang ingin memanfaatkan sdm yang dimiliki terutama oleh pemuda Indonesia yang jumlahnya cukup besar. Jepang memanfaatkan sdm itu untuk memperkuat posisi Jepang dalam menghadapi perang di Asia Timur Raya untuk melawan sekutu. Jepang juga memicu simpati rakyat Indonesia untuk mendukung Jepang guna melawan kemungkinan invasi oleh sekutu ke Indonesia di Perang Dunia II
Kelas: XI MIPA 6
Absen: 16
Pada pertengahan tahun 1942, timbul pemikiran dari Markas Besar Tentara Jepang untuk membuat pemerintahan militer agar penduduk di daerah pendudukan dilibatkan dalam aktivitas pertahanan dan kemiliteran (termasuk semimiliter). Hal tersebut bertujuan untuk dapat mempergunakannya dalam kepentingan di Perang Pasifik melawan negara-negara Barat. Hal tersebut lah yang membuat Jepang semangat membentuk wilayah militer yang terdiri dari tiga yakni, Angkatan Darat dengan Tentara Kedua Puluh Lima (Tomi Shudan) untuk Sumatera. Lalu Angkatan Darat berikutnya dengan Tentara Keenam Belas (Asamu Shudan) untuk Jawa & Madura. Kemudian Angkatan Laut dengan Armada Selatan Kedua nya untuk daerah Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku. Selain itu, Jepang pun membentuk sejumlah organisasi militer dan semimiliter seperti Heiho, Seinendan, Funjinkai, Keibodan, dan PETA untuk mempersiapkan kaum muda menjaga pertahanan Jepang. Jadi, pembentukan organisasi militer dan semi-militer adalah untuk membantu Jepang dalam menghadapi perang Pasifik.
Kelas: XI IPS 1
Nomor Absen: 34
Mengapa Jepang bersemangat membentuk organisasi pergerakan di Indonesia?
Karena Jepang melihat jumlah kelompok pemuda Indonesia yang banyak maka dari itu Jepang memanfaatkannya untuk membantu Jepang dalam mempertahankan posisi Jepang saat berperang dengan Asia timur raya atau perang Pasifik untuk melawan sekutu. lalu membentuk organisasi-organisasi militer dan semi militer di Indonesia, agar dapat membantu pasukan Jepang dalam melawan kemungkinan invasi oleh Sekutu ke Indonesia dalam Perang Dunia II serta untuk menarik simpati dan mencari dukungan dari rakyat Indonesia.
Kelas: XI - IPS 1
Absen: 02
Jepang sangat bersemangat membentuk organisasi pergerakan di Indonesia karena untuk mengambil dukungan dari rakyat Indonesia dan mempertahankan wilayah kekuasaannya dari ancaman sekutu. Pada tahun 1942, timbul pemikiran dari Markas Besar Tentara Jepang untuk membuat pemerintahan militer agar penduduk di daerah pendudukan dilibatkan dalam aktivitas pertahanan dan kemiliteran. Hal tersebut bertujuan untuk dapat mempergunakannya dalam kepentingan di Perang Pasifik melawan negara - negara Barat. Maka dari itu, Jepang semangat membentuk wilayah militer.