Merancang Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Deep Learning Semua Jenjang

 


Implementasi Pembelajaran Mendalam 

Perencanaan
Perencanaan Pembelajaran Mendalam melalui refleksi guru terhadap diri sendiri, karakteristik peserta didik, materi pelajaran, sumber daya dan mitra pembelajaran.
Tujuan refleksi diri bagi guru untuk mengenali kekuatan dan kelemahan, mengevaluasi efektivitas pengajaran, memahami dampak pada siswa, dan mengembangkan profesionalisme. Beberapa referensi refleksi yang bisa dilakukan adalah refleksi 4 P (Peristiwa, Perasaan, Pembelajaran, dan Penerapan ke depan), SSCC (Start, Stop, Change, Continue), atau FSB (Fridge, Suitcase, Bin).
Pelaksanaan
Pelaksanaan pembelajaran dengan prinsip berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan melalui pengalaman belajar memahami, mengaplikasi, merefleksi.
Berkesadaran: kenyamanan peserta didik dalam belajar, fokus, konsentrasi, dan perhatian, kesadaran terhadap proses berpikir, keterbukaan terhadap perspektif baru, keingintahuan terhadap pengetahuan dan pengalamana baru.
Bermakna: Kontekstual keterkaitan dengan pengalaman pembelajaran sebelumnya, kebermanfaatan pengalaman belajar untuk diterapkan dalam konteks baru, keterkaitan dengan bidang ilmu lain, dan belajar sepanjanng hayat.
Menggembirakan: Lingkungan pembelajaran yang interaktif, aktivitas pembelajaran yang menarik, menginspirasi, tantangan yang memotivasi, dan tercapainya keberhasilan belajar (AHA moment)
Penerapan prinsip pembelajaran mendalam dapat terjadi secara terpisah ataupun simultan dan tidak harus berurutan.
Pengalaman Belajar
Memahami
Tahap awal peserta didik untuk aktif mengkonstruksi pengetahuan agar dapat memahami secara mendalam konsep atau materi dari berbagai sumber dan konteks. Pengetahuan pada fase ini terdiri dari pengetahuan esensial, pengetahuan aplikatif, dan pengetahuan nilai dan karakter.
Mengaplikasi
Pengalaman belajar yang menunjukan aktivitas peserta didik mengaplikasi pengetahuan dalam kehidupan secara kontekstual. Pengetahuan yang diperoleh oleh peserta didik melalui pendalaman pengetahuan. 
Merefleksi
Proses di mana peserta didik mengevaluasi dan memaknai proses serta hasil dari tindakan atau praktik nyata yang telah mereka lakukan. Tahap refleksi melibatkan regulasi diri sebagai kemampuan individu untuk mengelola proses belajarnya secara mandiri, meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi terhadap cara belajar mereka.

Merangcang RPP Pembelajaran Mendalam
Identifikasi
a. Mengidentifikasi kesiapan peserta didik
b. Memahami karakteristik materi pelajaran
c. Menentukan dimensi profil Lulusan

Desain Pembelajaran
a. Menentukan capaian pembelajaran
b. Menentukan topik pembelajaran yang kontekstual dan relevan
c. Mengintegrasikan lintas disiplin ilmu yang relevan dengan topik
d. Menentukan tujuan pembelajaran
e. Menentukan kerangka pembelajaran (praktis pedagogis, kemitraan pembelajaran, lingkungan pembelajaran, pemanfaatan digital)

Pengalaman Belajar
a. Merancang pembelajaran dengan prinsip berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan 
b. Merancang tahapan pembelajaran dengan langkah-langkah kegiatan awal, inti dan penutup
c. Mendeskripsikan pengalaman belajar memahami, mengaplikasi, dan merefleksi

Asesmen
a. Asesmen pada awal pembelajaran
b. Asesmen pada proses pembelajaran
c. Asesmen pada akhir pembelajaran
Asesmen tidak hanya berfokus pada penguasaan teori, tetapi juga pada pemahaman konseptual yang mendalam, keterampilan berpikir kritis, serta penerapan dalam kehidupan nyata. 

Contoh Pelaksanaan Pembelajaran Memdalam
Agama
Pembelajaran agama yang berfokus pada pengembangan spiritual, karakter, akhlak dan atau moral melalui penanaman keyakinan dan nilai agama, serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Contoh: Experiential Learning yang mengajarkan nilai-nilai agama melalui pengalaman kehidupan sehari-sehari seperti peserta didik diberikan isu atau realita kenakalan remaja, kemudian diminta untuk mencermati dan mengajukan solusi berdasarkan nilai-nilai agama.

Pendidikan Pancasila
Pembelajaran yang  membentuk peserta didik menjadi  warga negara yang baik, bertanggung jawab, memiliki kesadaran terhadap hak serta kewajibannya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, dan mampu berpartisipasi dalam kehidupan bermasyarakat, contoh: Studi Kasus yang memberikan peserta didik untuk menyelesaikan permasalahan pada isu sosial, politik, atau hukum dengan mencari solusi berdasarkan prinsip demokrasi dan Pancasila.

Matematika
Pembelajaran yang mengembangkan pola pikir logis, pemecahan masalah, dan keterampilan analitis dan komputatif, contoh: Pembelajaran Berbasis Masalah  yang memberikan peluang peserta didik untuk memecahkan masalah nyata seperti komposisi dan nilai kalori makanan bergizi dengan menggunakan konsep proporsi, persentase dan pengukuran untuk makanan sehat dan bergizi.

Bahasa
Pembelajaran yang mengembangkan keterampilan komunikasi, pemahaman teks, berpikir kritis, ekspresi gagasan, dan pemahaman budaya, contoh:  Pembelajaran Berbasis Inkuiri yang memberikan kesempatan peserta didik mengeksplorasi bahasa dengan mengumpulkan, mengolah dan mengevaluasi informasi terkait permasalahan sosial di masyarakat untuk mendapatkan pengetahuan baru.

IPA
Pembelajaran yang berfokus pada pemahaman tentang alam semesta, fenomena alam, dan prinsip ilmiah untuk mengembangkan pengetahuan, keterampilan berpikir ilmiah, bekerja ilmiah, serta sikap peduli terhadap lingkungan, contoh: Pembelajaran Berbasis Proyek dengan memberikan pengalaman kepada peserta didik untuk membuat proyek energi terbarukan untuk mengatasi permasalahan lingkungan.

Ilmu Sosial
Pembelajaran yang menekankan pada kehidupan sosial, interaksi manusia, dan dinamika masyarakat untuk membentuk wawasan kebangsaan serta keterampilan berpikir kritis, contoh:  Pembelajaran Kontekstual dengan membandingkan nilai-nilai dan permasalahan pasar modern dan pasar tradisional pada sudut pandang sosial dan ekonomi dan memberikan solusi permasalahan tersebut.

Keterkaitan Pengalaman Belajar, Prinsip Pembelajaran, dan adaptasi Model Pembelajaran Inkuiri
Memahami (Berkesadaran, Bermakna)
Orientasi
Guru memberikan stimulus untuk membangkitkan rasa ingin tahu peserta didik dan mulai mengidentifikasi topik yang akan dieksplorasi (kaitkan dengan pengetahuan esensial, aplikatif, nilai dan karakter).
Merumuskan Masalah
Peserta didik mengidentifikasi dan merumuskan pertanyaan yang akan dijawab dalam proses inkuiri dan guru membimbing peserta didik untuk menyusun hipotesisatau dugaan awal.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan)
Pengumpulan Data
Peserta didik mengumpulkan informasi dari berbagai sumber, seperti eksperimen, observasi, wawancara, atau literatur dan mencari pola atau hubungan antar konsep (menggunakan sumber lingkungan sekitar).
Pengolahan Analisis Data
Peserta didik mengorganisasi dan menafsirkan data yang telah dikumpulkan, menggunakan berbagai teknik analisis, seperti diskusi kelompok, pemetaan konsep, atau pembuatan grafik.
Menarik Kesimpulan
Peserta didik menyusun kesimpulan berdasarkan bukti dan hasil analisis, serta menjelaskan temuan dan menghubungkannya dengan konsep atau teori yang relevan (pendalaman pengetahuan).
Komunikasi
Peserta didik menyampaikan hasil temuannya melalui presentasi, laporan tertulis, atau diskusi kelas.

Mereļ¬‚eksi (Berkesadaran, Bermakna)
Refleksi
Melakukan refleksi terhadap proses pembelajaran: apa yang telah dipelajari, kesulitan yang dihadapi, dan bagaimana meningkatkan pemahaman lebih lanjut, serta guru memberikan umpan balik konstruktif untuk memperkaya pengalaman belajar peserta didik (stimulasi regulasi diri).
Aplikasi dan Tindak Lanjut
Peserta didik menerapkan hasil pembelajaran dalam konteks nyata atau proyek lanjutan dan mendorong eksplorasi lebih lanjut untuk memperdalam pemahaman konsep.

Unduh paparan Pembelajaran Mendalam disini
Untuk lebih jelasnya silakan simak paparan berikut ini

Posting Komentar untuk "Merancang Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Deep Learning Semua Jenjang"